
Aisyka masih terbaring di tempat tidurnya bertaburan bunga yang indah. Rasa sedih dihati Aisyka terpancar dari matanya.
Aisyka pov
Dari Aisyah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Menikah itu termasuk dari sunahku, siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, maka ia tidak mengikuti jalanku. Menikahlah, karena sungguh aku membanggakan kalian atas umat-umat yang lainnya, siapa yang mempunyai kekayaan, maka menikahlah, dan siapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa, karena sungguh puasa itu tameng baginya.” HR. Ibnu Majah.
Ya Allah aku telah menikah untuk menyempurnakan agamaku.
Ya Allah berikanlah keberkahan pada kami.
Jadikan suami hamba imam yang taat kepada-Mu.
Jagakan hati suami hampa.
Dan lembutkan hati suami hamba Nabil Dirgantara.
Aku masih berlarut dalam kesedihan, Aku mulai bangun dan menghapus air mataku.
"lebih baik aku sholat agar lebih tenang karena Allah lah tempat ku mengadu saat ini."
Aku mulai mengganti pakaian pengantinku dengan piyama putih milikku.
Dan segera aku mengambil wudhu lalu ku gelarkan sajadahku. Mulai aku sholat untuk munajatkan cintaku kepada Allah SWT.
"YA ALLAH AMPUNI LAH DOSA-DOSAKU DI MASALALU
YA ALLAH BERIKANLAH KESABARANKU MENGHADAPI SUAMIKU
YA ALLAH AKU BERSERAH DIRI APA YANG ENGKAU KEHENDAKI
YA ALLAH JADIKAN SUAMI IMAM YANG BAIK YANG BISA MEMBIMBING HAMPA MENUJU JANNAHMU"
Air mata Aisyka menetes terus menerus saat berdoa dalam sholatnya. Saat ia sholat tiba-tiba Nabil pulang dalam keadaan mabuk.
"ceklekkk"
Ku dengar suara pintu terbuka, Aku merasa itu pasti Nabil yang pulang. Langsung segera mengambil niqobku mengingat perkataan Nabil tidak ingin melihat wajahku. Dia pulang dengan keadaan begitu mabuk.
Nabil terbaring diatas tempat tidur.
"Ya Allah mas Nabil"
aku membukakan sepatunya, membetulkan posisi kepala.
"ya Allah apa yang harus kulakukan agar Nabil berubah"
Aku mulai mengusap lembut rambut nabil.
Matahari mulai terbit kulihat Nabil yang masih tertidur pulas dan aku segera pergi ke supermarket terdekat untuk membeli sarapan untuk Nabil.
Setelah pulang aku segera siapkan sarapan Nabil lalu aku turun karena kakek memanggilku.
Aisyka pergi meninggalkan Nabil sendiri di kamar hotelnya. Ia bergegas turun menemui kakek.
"Assalamualaikum pagi kek" Sapa Aisyka.
"wa'alaikumsalam pagi sayang, dimana suamimu"tanya kakek
"mas nabil masih tidur kek karena kecapekan"tutur lembut Aisyka.
"kakek sudah mendaftarkan kuliahmu di Universitas yang sama dengan Nabil, agar anak itu bisa menjagamu."ucap kakek sambil memberikan berkas dari kampusku.
"maaf kek sebelumnya kenapa tidak kuliahkan aisyka di Universitas Islam saja" ucap Aisyka tertunduk.
__ADS_1
"iya kakek tahu kamu di madinah kuliah universitas Islam ternama disana tapi kakek mau agar Nabil sedikit bertanggung jawab atas istrinya"jawab kakek tegas.
Sedangkan Nabil di Kamar sudah mulai terbangun sembari memegang kepalanya begitu sakit karena mabuk.
"Aisyka.. Aisyka.."teriak Nabil memanggil istrinya.
"kemana lagi wanita cadar itu menghilang"ucap Nabil kesal.
Tiba saja Nabil melihat meja di samping tempat tidurnya yang sudah tersedia sarapan dan sepujuk surat untuknya.
"Assalamualaikum pagi mas Nabil. Aisyka sudah sediakan roti dan air lemon agar mas Nabil lebih segar karena tadi malam mas Nabil sepertinya banyak minum, setelah itu segeralah mandi lalu turun karena kakek sudah menunggu dibawa"
"roti tawar berisi coklat keju, gimana dia tahu kesukaanku"tutur Nabil mulai mengambil roti tersebut dan menikmatinya.
Setelah usai menyantap sarapan segera ia
mandi lalu turun.
Di resto hotel
"pagi semua"ucap Nabil yang lemas.
"pagi sayang,mama siapkan roti kesukaanmu ya"kata mama sambil mengambil roti.
"tidak usah mah, nabil sudah sarapan dikamar tadi disiapkan aisyka"ujar Nabil.
"wah.. sepertinya sekarang anak mama sudah ada yang buatin sarapan dan mama tidak diperlukan lagi"ucap mama mulai menjahili anaknya dengan ngambekkannya.
"mama apaan sih, mama itu yang terbaik. Aisyka lewat mah"tutur Nabil sembari memeluk mamanya dari belakang.
Aisyka tersenyum melihat tingkah manja suaminya terhadap mamanya. Setelah membujuk mamanya Nabil kembali ke tempat duduknya di samping Aisyka.
"Nabil itu buat kamu dan aisyka"ucap kakek sembari memberi sebuah kunci.
"apa ini kek.."Tanya nabil sambil memegang kunci.
"baik kakek kalau itu mau kakek"tanpa membantah ia mengiyakan kakeknya karena lagi malas berdebat.
"satu lagi istrimu mulai besok akan kuliah di kampusmu"ucap kakek membuat Nabil terkejut.
"APAAAA..."terbelalakan Nabil
"tapi kek kenapa aisyka kuliah di kampus Nabil juga"
"udah di rumah di kampus pula harus bersama"gumam Nabil kesal.
"apa kamu mau protes Nabil"tanya kakek menatapnya tajam.
"iya enggak kek, Mana bisa Nabil melawan kakek yang selalu saja menang."ucap Nabil melas.
"kalau begitu siang ini kalian sudah bisa pulang kerumah kalian"lirih papa sambil memakan nasi goreng.
Setelah cukup lama berbincang-bincang Nabil dan Aisyka bersiap untuk pulang kerumah mereka yang lumayan jauh dari hotel.
Diantar oleh kedua orang tua Nabil di parkiran beserta kakeknya.
"Ayo Aisyka Kita pulang kerumah baru Kita" ucap Nabil cengegesan.
"isyka ingat kata mama berusaha mengubah Nabil lebih baik" kata mama merangkul menantunya.
"mama tahu dari mana nama isyka"Tanya Aisyka
"bunda kamu sering sekali cerita tentang kamu"lirih mama berjalan ke arah Mobil mengantar Aisyka yang sudah di tunggu Nabil.
__ADS_1
"AISYKA.."
"buruan ceepaaaat" teriak Nabil sudah dalam mobil.
"ma.. kalau gitu Aisyka pamit dulu.
Assalamualaikum"tutur Aisyka lembut.
"Wa'alaikumsalam"lirih mama membalas salamnya.
Aisyka mulai masuk dalam mobil. Dan Nabil melajukan mobilnya sehingga membuat Aisyka takut..
"Mas nabil..jangan laju-laju.
Astagfirullah"
"ha..ha..ha"Nabil tertawa melihat istrinya ketakutan itu.
"dasaar penakut lo"ledek Nabil memberhentikan Mobil.
Mereka sampai ke tempat tujuannya. Nabil turun dengan terbahak-bahak. Aisyka masih syok enggan untuk turun.
"tok..tok"
Aisyka menoleh dari dalam mobil, suaminya memberi isyarat padanya segera turun.
Pasangan suami istri mulai melangkah memasuki rumah barunya bernuansa putih itu.
"aisyka lo boleh pilih kamar mana aja"ucap Nabil tersenyum miring sembari menaiki tangga.
"maksud mas Nabil"tanya Aisyka.
"masa gitu aja lo gak ngerti. Katanya kuliah di madinah tapi gak ngerti."ujarnya Nabil meledek aisyka.
"memangnya Ada pelajaran pilih kamar seperti ini"jawab Aisyka.
"lo bisa pakai kamar mana aja, lagian gak Ada kakek sama orang tua Kita disini jadi kita gak perlu tidur bersama. NGERTI"jelas Nabil.
Aisyka hanya bisa menerima apa mau Nabil. Mereka mulai membereskan barangnya. Nabil memilih tidur di bawah dan Aisyka di atas. Aisyka membereskan baju suaminya karena ia sendiri sudah menyelesaikan kamarnya.
"oh my God sumpah Gua capek banget"dengus Nabil kelelahan.
"iya mas Aisyka juga lelah"ucapnya memijit-mijit badannya sendiri.
"Kita rebahan dulu aja"ucap Nabil membaringkan tubuh di kasur miliknya.
Aisyka melakukan hal yang sama tanpa di sadari mereka tertidur sampai menjelang sore. Nabil yang terbangun duluan sadar kalau mereka tertidur karena lelah.
"hoah..hmm" sambil mengucek kedua matanya ia terbangun.
Nabil sangat penasaran dengan wajahnya. Perlahan Nabil ingin melihat wajah di balik cadar tersebut. Pelan-pelan Nabil membukanya sedikit demi sedikit, baru saja terlihat dagunya. Aisyka terbangun dari tidurnya, ia melihat ternyata sudah jam setengah Lima sore.
"astagfirullah"ucap Aisyka panik.
"lo kenapa"tanya Nabil.
"aisyka belum sholat mas, Mari mas Kita sholat berjamaah"ucap Aisyka menarik tangan Nabil.
Nabil terkejut istrinya memintanya sholat berjamaah, sendiri saja dia tidak pernah sholat.
"berjamaah, sholat aja Gua gak pernah"Desis Nabil tersenyum.
"nanti Aisyka beritahu bagaimana caranya"ucap aisyka lembut.
__ADS_1
"gak ah lo aja sholat Gua nanti"ucapnya tersenyum.
Aisyka menggeleng kepalanya melihat tingkah Nabil. Aisyka percaya pelan-pelan Nabil mau di ajak sholat.