It'S Okay To Be Ugly

It'S Okay To Be Ugly
CHAPTER 2


__ADS_3

🍁


CHAPTER 2


Keesokan harinya.


Pagi itu Aku berjalan Menuju kelas, tapi saat aku hendak masuk ke kelas. langkahku pun terhenti,


di tempat dudukku ada Gevan yang dikelilingi Anak anak lain dengan berbagai macam Kue ulang tahun dan Kado, tapi..


"Gevan? Pacar lu dah kasih hadiah belum?" tanya Febita


"Maaf? Pacar yang mana ya? balas Gevan.


"lah?si Cewek Tompel yang duduk disini kan Pacar lu?" sambung Angga


"hoek! najis! lu semua ngira gua beneran suka ama dia gitu? gua pacaran ama dia tuh, Cuman mau manfaatin dia doang!" Ucap Gevan. Kalimatnya itu spontan membuatku kaget dan dadaku terasa sesak. Mereka tidak menyadari kehadiranku sedari tadi,


"weh?? tapi lu selama ini perhatian banget ama dia. kemana-mana ama dia.. kirain lu beneran suka ama dia. lu serius?" tambah Ralyn


"Ya elah.. kan dah gua bilang gua cuman mau manfaatin dia doang mayan sih bisa nyontek tugas ke dia. dia juga suka minjemin gua duit, jajanin gua. terus channel yucube gua bertambah views nya kalo ada dia. gua tuh pura-pura doang, yakali gua beneran suka ama dia njir.." jelas gevan. Air mataku pun jatuh tanpa kusadari. ya, Aku menangis tanpa suara karena terlalu sakit untuk mendengar ucapan gevan barusan.


"Wah parah lu van! gimana nih pur, adek lu sabit ternyata cuman dimanfaatin gevan doang nih" kata angga.


"maanfaatin aja silahkan biar hidup dia ada gunanya" kata purnama dan nggak ada pembelaan sedikit pun dari kakakku itu.


Kuusap Air Mataku dan berjalan masuk ke arah Orang orang yang Mengerumuni Gevan. Kemudian kulemparkan Cokelat dan Hadiahku ke hadapan wajahnya.


"Hahaha. jadi tolong ya temen temen jangan salah paham lagi ke gua, Selama ini Gua gak bener bener suka ama dia. Gua cuma Pura- pura-----" kata kata gevan pun terputus


sfx: Brakk!


"Selamat Ulang Tahun,Cukup Sekian Terimakasih dan Kita Putus!,"


ucapku singkat.


Murid-murid melongo melihatku begitu juga dengan Gevan.


Aku salah, Selama ini ternyata Gevan hanya pura-pura dan Hubungan kami pun juga pura-pura baginya. Aku sudah muak dan lelah, Begitu percaya dan tulusnya Perasaanku ke Gevan. Setelah Mendengar kejujuran dibalik kebohongan yang dia ucapkan barusan Membuatku Benci setengah Mati padanya dan pada hal yang bernama Cinta.


Hari ke-2 setelah Putus.


Sekarang Aku lagi di pojokin oleh Rombongan Cabe-cabean yang naksir ama Gevan.


"Heh! Cepel! Lu dah merasa sok cantik ya! Mutusin Gevan kek gitu" kata Cabe 1


"ya nih. Bagus sih lu dah putus ama dia hahaha lagian gak cocok kalian berdua wkwkw ibarat kopi dan susu." kata Cabe 2


"kasian tau! gevan jadi tersakiti gara-gara elu!" kata Cabe 3


"hm terus? maksud kalian mojokin aku disini mau apa?" tanyaku sambil mengernyitkan dahi.


" biasa aja muka tuh!" Teriak Cabe 1


sfx: Plakk! (sebuah tamparan melayang ke wajahku)


"Ups! Maaf gak sengaja Nabok haha" Cabe 1


"hahaha" tawa Cabe 2


"wah.. wajahnya jadi tambah jelek wkwkw" ejek cabe 3


"Bangs*t!" ucapku kesal dan langsung melintir tangan si Cabe 1


" aww!!! ah! tolong!!!" jerit Cabe 1


"heh!!lepasin woii!"


"AWAS YA! kalo kalian berani ganggu gua lagi" kataku berbisik di telinganya.


Rombongan Cabe yang lain pun berusaha melepaskanku tapi tiba-tiba Gevan Muncul.


"Sabit!" teriak Gevan. "Sabit! Lepasin tanganmu!"


"Fiuh.. " kataku menghela nafas lalu melepaskan jambakan rambut tersebut. Aku malas melihat wajah Gevan dan kuputuskan untuk pergi dari sini, Namun kali ini tanganku di tahan oleh Gevan.


"Ikut aku"


"nggak!"


"ikut!!"


Gevan menarikku paksa ke sebuah kelas kosong.


"Sabit.. Maaf, sebenarnya..---" belum sempat gevan menyelesaikan kalimatnya aku sudah langsung memotong pembicaraannya karena aku sudah tau apa yang akan Ia jelaskan padaku.


" gak apa aku dah maafin"


"Apa kita bisa balikan.. "


"maaf.." aku langsung pergi meninggalkan gevan namun gevan masih mengejarku.


"Sabit! tunggu! Aku gak sepenuhnya Serius dengan Omonganku kemarin ke temen temen di kelas"


"ya.. aku tau, mulai sekarang kamu jaga aja imagemu ya"


"Cewek sialan!" batin gevan dan berdiri mematung di tempat.


Aku pun pergi meninggalkan Gevan. Aku tau kalau gevan nggak sepenuhnya Jahat, dia emang aslinya baik, dan mungkin dia juga tulus kepadaku tapi Ketenaran lebih dicintai nya daripada Aku. karena selera dia tinggi, Aku gak bisa sejajarin diri ke level itu, akan lebih baik kalau dia Mencari seseorang yang benar benar dia inginkan.


(Flashback End)


Begitulah Cerita antara Aku dan Gevan berakhir, tidak ada Happy ending disini. Yang ada hanya Sad ending, Aku nggak akan percaya lagi dengan laki-laki. Apalagi yang tiba-tiba bilang suka kepadaku, aneh jika orang itu Suka ke orang yang pipinya hitam sebelah, Tidak cantik dan Kurus, sepertiku ini. Baiklah, Mulai sekarang Aku hanya akan bersekolah dengan tenang.

__ADS_1


Tapi, Kehidupan Sekolah yang Tenang dan Damai itu pun tidak sesuai dengan Apa yang


aku harapkan. Aku kira Gevan akan Berubah tapi ternyata tebakanku salah, dia malah ikut membuli ku di sekolah Bersama anak anak yang lain begitu juga dengan purnama kakakku. Aku merasa sesak setiap kali berada di kelas ini dan rasanya ingin berhenti sekolah saja, Sampai Tahun ajaran 1 selesai dan Masuk Tahun ajaran ke-2 pun Anak anak dikelas ini tidak bosan-bosan menjahili dan membuliku. Dan sekarang, Buku Tugasku pun mereka Sembunyikan sehingga membuatku kena hukuman Bu Ami.


Setelah Bu Ami Menyelesaikan Urusannya di Ruang Guru tadi, Ia pun Menyuruhku kembali ke tempat duduk karena sebentar lagi akan Pulang.


"Baiklah Anak-anak besok seperti biasa Masuk kelas dan jangan lupa kerjakan tugas MTK yang ibu kasih ke kalian kalau gak mau bernasib sama seperti Sabita tadi! dan kamu sabita Kerjakan Tugas! Besok kita akan kedatangan murid baru. Terimakasih untuk kalian semua... pelajaran hari ini selesai Assalamualaikum warrahmatullah hi wabarrakatuh.."


"Waalaikumsalam wr.wb.." jawab salam murid-murid serempak.


Bu Ami pun keluar meninggalkan kelas, dan disusul dengan murid murid yang lainnya.


"Pur, lu mau ikut kita gak habis ini? " tanya Gevan kepada kakakku.


"eh gua ikut, Sabit lu pulang sendiri ya. Gue ada urusan." kata purnama kepadaku.


"Tapi Bang, kakiku sakit. Bisa gak anterin aku dulu ke rumah baru abang pergi lagi.. " jelasku.


"Manja banget si lo, gak bisa! gue mau nganterin Cewe gue dulu. yodah van, gue cabut duluan gue tunggu lu di parkiran" tanpa basa basi Purnama langsung pergi keluar meninggalkanku di kelas.


"hahaha.. Lu juga si Cepel gitu aja Sakit, ni gua kasih goceng buat naik angkot ambil aja gue iklas.. Bye Cepel" Ejek Gevan dan berjalan pergi.


Aku tidak menghiraukan gevan karena aku malas meladeninya sekarang. Aku pun Mengirim pesan kepada Temanku ALYA agar kami bisa pulang bareng, Namun ternyata Alya ada Kelas Make up tambahan. Maklum Jurusan Kecantikan lebih banyak praktek daripada jurusan Akutansi sepertiku, karena Alya punya kelas tambahan. terpaksa aku harus menunggu alya agar kami bisa pulang bersama.


Jadi kuputuskan untuk berada di dalam kelas sejenak. Rasa Nyeri di lututku sangat parah akibat Pukulan Penggaris besar tadi, Aku mengubah posisi tubuhku agar rileks dengan menyandarkan kepalaku di sandaran kursi. Kelas sudah tampak kosong dan tak ada lagi suara ribut para murid seperti tadi. kini hanya keheningan yang menemaniku seorang diri disini.


"Pulang sekolah ini Aku bakal dihajar deh.. cih! Purnama pasti ngadu dan nambahin omongan yang nggak-nggak ke ayah.. hahh.." gumamku sambil menghela nafas kasar.


Kalau Aku sedang merasa tertekan seperti ini Self Healing terbaik adalah bernyanyi. jadi untuk mengusir rasa sedihku sekadang kuputuskan untuk menyanyikan sebuah lagu dari Alessia Cara-Scars to your beautiful.


β™ͺ ♬ γƒΎ ♬ β™ͺ


She just wants to be, beautiful


She goes, unnoticed she knows, no limits


She craves, attention she praises, an image


She prays to be, sculpted by the sculptor


Oh, she don't see, the light that's shining


Deeper than the eyes can find it


Maybe we have made her blind


So she tries to cover up her pain


And cut her woes away


'Cause covergirls don't cry


After their face is made


You should know you're beautiful just the way you are


And you don't have to change a thing


The world could change its heart


No scars to your beautiful


We're stars and we're beautiful


Oh-oh-oh-oh


*Oh-oh-oh-o**h


β™ͺ ♬ ♬ β™ͺ*


ku tatap semua luka lebam di wajahku melalui layar ponsel. Sedih melihat kondisiku yang terus-terusan seperti ini. Andai aku cantik, gak perlu cantik juga gak papa. yang penting wajahku masih bisa diterima oleh orang-orang, Jadi hidupku nggak kek gini. "nggak! aku nggak boleh mengeluh!" kataku dalam hati dan air mata yang terbendung ini pun tumpah seketika dengan sendirinya.


"Ya Allah.. Terimakasih engkau telah memberikan kehidupan spesial ini khusus untukku.. Tapi berikan Aku sedikit keberuntungan.. Luluhkan lah Hati Teman-teman, Kakak, dan Ayahku semoga mereka semua berubah dan bisa menerimaku apa adanya Aminnn.." Kataku dengan suara yang bercampur serak sambil menangis.


Aku hanya berharap Raga ku ini kuat Menahan Luka luar maupun dalam yang aku alami baik dulu, sekarang, maupun suatu saat nanti.


"huhu!...hiks...hiks.." rintihku kecil. dan tiba-tiba


sfx: Grek!


"Heh!! Siapa disana?" aku tersentak Kaget.


Seperti ada seseorang yang memperhatikanku. kulihat kiri dan kanan tapi tak ada Siapapun, tak terlalu kupedulikan. Aku pun keluar kelas dan pergi ke Toilet untuk membasuh Wajahku yang sembap.


Beberapa Menit setelah Aku keluar, Seorang Cowok tak dikenal yang mengenakan Topi dan Jaket hitam Masuk ke ruang kelas lalu berjalan menuju ke tempat dudukku.


"Sepertinya gadis tadi terluka, mungkin ini akan membantunya" dia menaruh sesuatu di atas meja. Kemudian, orang tak dikenal tadi langsung pergi meninggalkan kelasku seraya berkata. "Gadis yang Menarik.." senyumnya simpul.


Setelah Kembali dari Toilet, Kulihat Seseorang aneh mencurigakan keluar dari Ruang kelasku. Panik! Aku langsung berlari menuju kesana, "Woi! Kamu yang disana!" teriakku. dan dia pun menoleh ke arahku, cepat cepat aku lari ke arahnya sambil teriak "Maling!!!! Malingg!!!" Jeritku keras mengejar Cowok itu, tapi aku kehilangan jejak karena dia cepat sekali kaburnya dan lari entah kemana,


"busett dah! Hp ama Dompet gue dikelas lagi!!!" jeritku.


Cepat-cepat aku bergegas kembali ke kelas, dan untungnya saat aku masuk ke dalam kelas Hp dan Tas ku masih aman dan tidak berpindah posisi sama sekali.


"Hahh! Alhamdulillah... tuh orang gak maling hp gue..." kataku sambil menghela nafas lega.


"Tapi.. ini apa?" Tatapanku pun beralih pada Sebuah Plester luka yang ada di Atas Mejaku.


"perasaan tadi nggak ada deh disini?"


"yaudahlah kupakai aja" tanpa basa basi Aku menempelkan Plester itu ke lututku.


🍁

__ADS_1


Jam yang sudah Menunjukkan Pukul 5 Sore pun Mengingatkanku waktu untuk segera pulang. Aku pun berjalan keluar kelas dan Menuju kelasnya Alya,


"Sabit!!!" teriak alya


"Alya!!!" teriakku juga


kami berdua berlari menghampiri masing-masing lalu berpelukan.


"Gua rindu elu sabit!!!" Jerit alya diteligaku yang membuatku bergidik geli.


"hiii lepasin ah! lebay amat dah lu!" balasku


" ya abisnya sih.. gua bosen belajar mulu,eh! bit Minggu nanti Nongki di perpustakaan daerah yuk!! mayan wifian gratis hehe" ajak Alya


"hayok!!!" Sahutku "tapi sekarang kita pulang dulu kuy entar gua dicariin emak gua" sambungku.


"oh iya njir dah hampir magrib entar lu dicariin emak lu. kan elu anak emak hahaha!!" balas alya


"iya lu juga entar dicariin bapak lu kan elu anak bapak" kataku.


"iya sih yok pulang.. " kini alya menggandeng tanganku dan menarikku berjalan.


"oke.. naik bus ya, soalnya angkot dah pada gak ada jam segini"


"wokay!"


Kami berdua pun berjalan Menuju halte bus, Bus pun datang kami berdua masuk dan duduk di kursi penumpang berdampiang sambil tak henti-hentinya bercerita.


Alya adalah Sahabatku sedari Kecil, dia Cantik, tulus, baik hati dan mau berteman denganku tanpa sekalipun memandang fisikku. kami tidak pernah bohong kepada satu sama lain, Tidak ada rahasia diantara kami berdua, kami akan saling menceritakan dengan jujur apa yang sedang kami masing-masing rasakan baik cerita bahagia maupun sedih. Alya sudah dari kecil ditinggal sang Ibu yang Meninggal karena mengidap penyakit Kanker dan Ayahnya lah yang sedari kecil merawat alya. Aku sangat menyayangi alya sahabatku ini seperti saudara perempuanku sendiri.


"Sabit" panggil alya.


"Ot" sahut ku.


"Ot! Ot! Ot! Ot! lu kira Orgen Tunggal apa!"


"Orgen Tunggal Joged dong! hahaha" ejekku


"iya dong tu tau hahaha!" alya juga ikut tertawa


"malah bahas orgen tunggal elah.. lu mau ngomong apa ***?" tanyaku ke alya


"muka mu lebam kenapa? nih lagi lutut plesteran" tanya alya balik dan kali ini menekan pipiku yang lebam.


"a!aw!sakit jangan dipegang uy" rintihku.


"Pulang ini pasti Ibu mu Kaget, apalagi bapak ama Kakak lu yang gatau diri itu pasti bakal nuduh lu yang aneh aneh bit."


"iya.. tadi gevan ama anak anak dikelas nyembunyiin buku tugas mtk gue, akhirnya gua dihukum bu ami karena dikira gabikin tugas" jelasku.


"purnama tau?" tanya alya "iya tau" jawabku.


"dan dia gak ngelakuin apa apa?" tanya nya sekali lagi dan kali ini aku hanya mengangguk merespon alya.


"wah! keterlaluan purnama nih mau ditonjok tuh anak" kesal alya.


"iya.. palingan dia ngadu yang nggak nggak ke ayah, Pulang ini aku mau langsung masuk kamar aja ah! biar selamat hahhaa" kataku tertawa hambar.


"yang sabar ya bit.. kamu jangan sedih.. masih ada ibumu, Aku, Nenekmu kok yang sayang ama kamu" Kata alya sambil mengusap-usap punggungku.


"iya.. makasih ya yak!" balasku senyum.


"hahaha.. tenang bit nanti di rumah kamu langsung berlindung ke ibumu aja bit biar bapakmu ndak berani ngapa-ngapain kamu"


"iya dong!. ayahku gak bakal macem-macem kalo ada ibuk."


"kan kamu anak kesayang ibukmu bit"


"iya kamu juga anak kesayang bapakmu yak"


"hahahah.."


"hahahah"


"eh bit, gimana kalo bapak gua nikah ama emak lu" tawar alya


"muke gile lu yak!" jawabku sambil menamplok jidat alya.


"aww!! hahahha bercanda bit. tapi serius juga boleh kok hahaha"


"gilee!!!" jeritku


Begitulah obrolan ku dengan Alya di dalam Bus yang berjalan mengantar kami pulang sampai rumah masing-masing.


"Bye..."


"Bye jugak.."


Aku dan alya berpisah di sebuah Perempatan, Alya ke kiri dan Aku ke Kanan. Aku pun berjalan Pulang ke Rumah, Sesampainya di rumah Aku mengetuk pintu rumahku.


"Assalamualaikum.. adek pulang.." salamku dan membuka pintu lalu masuk ke dalam rumah. kulihat ayah sedang duduk di ruang tamu sambil membuka laptopnya, tumben ayah sudah pulang jam segini. biasanya dia pulang jam 9 malam an, karena aku mau menghindari ayah Aku pun cepat-cepat berjalan Ke arah Kamarku. tapi langkahku pun terhenti ..


"Sabit." panggil ayahku.


"iya yah?" sahutku lalu menoleh ke arah ayah.


"sini kamu" perintah ayah.


"duh.. firasatku dah gak enak nih.." kataku dalam hati.


..


🍁

__ADS_1


NEXT >>


__ADS_2