
π
TOK!! TOK!! TOK!!
(suara ketukan pintu)
"Assalamualaikum, Permisi... " ucapku salam sambil Mengetuk Pintu Ruang Guru. Karena tak ada jawaban Aku pun langsung masuk ke dalam. Tidak ada siapapun disini, mungkin karena sudah jam mengajar jadi suasana sepi.
"hmm.. keknya gak ada orang, permisi izin masuk.." kataku berbicara sendiri dan Tanpa basa basi Aku langsung Masuk Menuju Dapur.
Kulihat Tumpukkan Piring kotor sangat banyak dan berserakan di wastafel.
"ukh!! pusing banget ngeliatnya! " gerutuku.
Jadi Pertama-tama Kupisahkan dulu antara Piring, Cangkir, dan sendok lalu Wajan juga Spatula. Setelah semua dipisahkan, Aku pun bersiap untuk mencuci piringnya. tapi--
"Loh, Sabun Cuci piringnya mana ya(?).."
Kataku Celingak-celinguk. Melihat ke kiri dan kanan, Kemudian Aku membuka Lemari yang berada di atas kepalaku,
"ketemu!" kataku kegirangan. Setelah menemukan sabun cuci piring tersebut aku pun hendak menutup kembali lemarinya, Namun tiba-tiba..
"Kyaaa!!!!" teriakku kaget.
"Astagfirullahalazim, Kamu!!"
Aku terkaget karena Theo tiba-tiba muncul dan berdiri dibalik pintu lemari tersebut. Spontan, aku pun memukul lengannya dengan botol sabun cuci piring yang kupegang.
"Aduh!" rintihnya kecil.
"Kamu ngapain disini..? " tanyaku kepada theo karena kaget tiba tiba dia ada disini.
"Aku juga dihukum karena gak ada seragam Olahraga." jawabnya.
"Hah? "
Sejenak Aku menatap heran wajah theo dan berpikir
"gak mungkin pak nando setega itu ngehukum anak baru ? kan wajar aja dia belum punya seragam olahraga. masa dia juga dihukum sih? kalo gua kan wajar."
"Cepatlah disini Pengap. Aku harus bantuin apa? " Tukasnya menyadarkan ku dari lamunan.
"O-Oh?!! I.. Iya, Kalau gitu aku yang Cuci piringnya kamu yang bilas ya.. " jawabku
"Baiklah.. " ujar Theo
lalu kami berdua pun langsung mencuci piringnya. Suasanya Benar-benar canggung. selama mencuci baik aku atau theo tidak saling berbicara apa pun, hanya ada Keheningan diantara kami berdua. hanya suara berisik Gelas dan piring yang sedang di cuci lalu percikan air yang mengalir.
Aku yang merupakan tipikal orang yang gak betah dengan suasana canggung pun berinisiatif untuk mengajak ngobrol theo dan mulai mencari topik pembicaraan walaupun yang dibicarakan hanya sekedar basa basi. tapi setidaknya tidak saling diam seperti ini, lama-lama bisa pingsan aku disini.
"Ehm.. Theo, kamu.. Kenapa ikutan di hukum?
"kan udah kubilang alasannya.. " jawabnya.
"hah? yang mana?" tanyaku sekali lagi.
"aku males bilang dua kali"
"nih orang.." sinis ku.
"hmm.. tadi Dia bilang karena gak ada seragam olahraga kan ?" batinku.
"tapi kan kamu masih anak baru? yah wajar aja kalau belum dapet seragam lengkap" tanyaku lagi ke theo.
"ya gapapa. hukuman tetap hukuman" jawab theo singkat.
"tapi kan--"
"udah cepet selesain ini.. " theo pun memotong pembicaraanku.
"E-eh. I.. iya.. "
aku pun tersadar lalu cepat cepat menyelesaikan cucian piring yang tinggal sedikit lagi.
"btw, namamu siapa?" tanya Theo.
"namaku? Panggil Aja Sabit.." jawabku.
"Oke.. Salam kenal Sabit.. "
Theo pun Mengulurkan Tangannya Yang sudah Basah karena Air dan Aku pun membalas ulurannya dengan Tangan yang Licin karena Sabun.
"salam kenal juga.." sahutku.
Cukup lama Aku dan theo saling bertatapan, tak lama aku pun tersadar dan melepaskan jabatan tanganku.
"Ehm.. " Senyum sekilas dan theo kembali diam.
(skip)
"huwah!! Akhirnya.. selesai.. " kataku lega.
"yuk balik ke kelas" ajakku ke theo dan ia hanya mengangguk.
Setelah selesai mencuci piring kami berdua pun meninggalkan Ruang guru tersebut. dan hendak kembali ke kelas.
"Theo kelas kita ke arah sini. " kataku melihat theo yang kebingungan dan ia pun berjalan mengikutiku.
"oke"
...
Sesampainya di kelas,
"iya sih dia kena hukuman, tapi gak sekaligus dapet jackpot kek gitu" jerit kecil ralyn.
"maksud kamu dapet jackpot lyn?" tanya siswi yang lain.
"ntu. Prince New Zealend juga ikut kena hukum kan jadinya.. " jawabnya "awas aja kalo dia caper ke pangeran" sambungnya.
"ya gak lah.. tetep Princess Ralyn yang cocok ama pangeran es itu.. " bisik yang lain
"betul nih.. " sahut yang lain.
"dih ,, pangeran-pangeran mimpi lu! " ketus febyta
__ADS_1
"sirik ya lu" jawab ralyn dan dibalas dengan mata sinis febyta.
"ssttt!! diem-diem si Cepel dateng ! " kata ralyn mengkode mereka untuk diam. aku tidak peduli dan terus berjalan masuk lalu duduk di kursiku.
"udah denger tau." batinku. Mereka sengaja membuat kelompok rumpi untuk memanasiku, tapi karena aku lagi males cari ribut jadi kuacuhkan saja lalu duduk di bangku ku.
karena sedari tadi aku tidak terlalu memperhatikan theo, ternyata ia masih mengikutiku sampai ikut duduk di kursi sebelahku juga.
"lah kok kamu duduk disini? " tanyaku. kulihat semua murid menatap ke arah kami berdua.
"kok theo duduk disebelah sana sih?" bisik murid murid yang memperhatikan gelagat kami berdua
"lah kok? " bisik yang lain.
"apa dia kena pelet cepel?" tambah yang lainnya.
"gak ada kursi kosong selain disini " jawab theo singkat sembari meletakkan tasnya dan duduk.
"iya sih.." gumamku dan salah tingkah karena baru pertama kali sebangku bersama seseorang. aku merasa aneh, sebab dari awal pertama kali aku masuk sekolah tidak ada murid yang mau dekat dengan ku alhasil hanya aku yang duduk sendirian di meja 2 bangku ini.
"Anu.. Theo kok kamu duduk ama dia sih, Sama aku aja yuk" Febyta menghampiri meja kami berdua.
"heh! kok lu gitu sih. Theo ama aku aja yuk, Pur Sana lu minggir gih.. tuker tempat duduk ama theo. lu ama adek lu aja.. " sahut Ralyn tak mau kalah sambil mendorong bahu Purnama.
"ogah ah duduk ama dia" jawab purnama.
"Ck!"
GU****BRAKK!!!
(suara meja ditendang)
"heh! anak baru! Lu songong banget sih! " gevan berjalan ke arah theo dan menarik kerah bajunya.
" dengerin ya! jangan banyak tingkah! kalo lu gak mau bernasib sama kek dia dikelas ini! " sambung gevan menunjuk wajah theo lalu menunjuk ke arahku.
"Pindah dari tempat duduk ini sekarang! " Ancam gevan.
"Maaf tapi itu bukan urusan lu " jawab Theo santai.
"Kep*r*t nih orang!"
"Lepas. " perintah theo sambil menatap tajam gevan yang masih mencengkram kerah bajunya. "gua bilang lepasin!"
Plakk!
(kali ini theo menepis tangan gevan)
"Heh! Anj* !! lu ya!! Bangs*t" gevan naik pitam Mendorong Theo dan Melayangkan Tinju ke arahnya dengan cepat Aku langsung menarik theo ke sisi lain alhasil Pukulan gevan mengenai pipi kiriku.
BUKK!!!
"Ssh! A-Aww!! " rintihku.
"Sabit! " teriak theo.
"Cepel LU !! " teriak gevan
Semua murid pun ikut terkejut.
"wahh!! gila!"
"gevan salah sasaran"
"iya nih wah.. "
Keheningan tadi sekarang dipenuhi dengan bisikan bisikan para murid yang menonton kejadian tersebut tidak hanya murid kelas kami tapi kelas sebelah juga ikutan mengintip.
Theo pun mendorong Gevan hingga Menabrak lemari Loker dibelakang. Gevan tidak membalas, dia diam sejenak menatapku.
"Sini aku liat lukanya.. " Theo Menatapku dan Mengusap Pelan Pipiku yang terkena tonjokan gevan.
"A..Aw!" rintihku.
"L..Lu gak papa?" kata Gevan ikut menghampiriku namun dihalangi theo.
"Minggir!" bentak Theo menyingkirkan Gevan.
"Maafin gue.." lirih gevan. Aku sempat terkejut, Anak bejat ini tiba tiba meminta maaf (?) bahkan Murid-murid yang menyaksikan pun terheran dengan sikap bersalah gevan terhadapku yang tidak biasanya, mereka Diam Seribu bahasa dan hanya memperhatikan kami.
"Kenapa rame gini?! Bubar! Bubar! " tiba-tiba Bu Ami datang dan membubarkan kerumunan.
Suasana kelas pun kembali tertib dan Para Murid yang tadi berkerumun kembali ke tempat duduknya masing-masing. Bu Ami pun bertanya kenapa ribut-ribut dan berkerumun tapi Tak ada satupun murid yang mau menceritakan kejadian tersebut pada Bu Ami.
"Bu, Sebenernya--" Theo pun hendak berbicara namun kuhentikan.
"udah gak apa, jangan diperpanjang. " jawabku.
"tapi.."
aku hanya memberi kode baik baik saja kepada theo.
"Eh! Theo kamu murid baru ya.. Selamat datang ya.. Semoga kamu betah di kelas ini.. " Salam Bu Ami.
"Apa kalian lagi ngerumuni theo ya?" tanya bu ami sekali lagi.
"I-iya buk.. kami penasaran tadi katanya bakal dateng siswa baru" sahut Febyta
"jadi kami penasaran sama theo. gitu buk.." tambah Angga
"iya betul itu buk.."
"iya buk betul.. "
sahut yang lain kompak menyetujui Alasan Bu Ami.
"dasar 1 kelas pembohong. giliran gini aja gak ada yang mau ngadu dan jujur.. yah.. gak apalah Bu ami juga gak harus tau kejadian tadi" pikirku dan menatap malas keluar jendela.
" Iya ibu juga setuju sih.. Theo kan murid baru mana ganteng lagi. wajar kalau kalian penasaran. " sambung Bu Ami.
"Yasudah kita mulai belajarnya" ajak Bu Ami
"Baik Bu.. " sahut para murid serempak.
Kejadian tadi dirahasiakan dari Bu Ami, Aku juga gak mau theo terkena masalah dan dia juga baru pindah disini. Murid-murid pun juga tidak ada yang mau bersaksi dan berkata jujur.
__ADS_1
"tapi.. kenapa nih orang ngelirik gua terus sih daritadi" Melihat gevan yang mencuri-curi pandang terus ke arahku aku jadi merasa risih. belum lagi theo yang sedari tadi juga memandangi wajahku terus.
Aku juga merasa sedikit Aneh dengan sikap Gevan yang tiba-tiba meminta maaf padaku tadi, dia kan orangnya keras kepala dan gak mudah nurut. tapi kenapa dia menatapku dengan tatapan bersalah seperti itu ya,tidak biasanya.
" Oke. Anak anak masih inget kan tugas mtk yang ibu kasih kemarin? sekarang kumpul ke depan. kecuali theo" Perintah buk ami.
"duh gimana nih.. gua belum bikin.. " kata febyta cemas.
"Ralyn! nyontek dong! " sambungnya.
"ups! maaf.. .aku ngumpul duluan ya.. " ejek Ralyn dan berjalan kedepan meja bu ami.
"ih! nih anak!" kesal febyta.
"lu sih pur. bisa bisa nya lupa ngambil buku si cepel" Sambungnya.
"gua lupa karena tadi sibuk ngeliatin gevan berantem" jawab purnama dan menyenggol lengan gevan. tapi gevan tak berkutik dan masih diam.
"ya udah sih. sekali ini aja gak bikin gak apa kali, kena hukuman juga kan bareng-bareng" Sahut Angga.
Aku pun membuka Tas ku dan mengambil Buku Tugas lalu berjalan ke depan untuk dikumpul ke Bu Ami.
"Loh.. cuman Ralyn ama Sabit aja nih yang ngumpul? yang lain mana? " tanya bu Ami ke seluruh isi kelas namun mereka hanya merespon diam.
"yasudah kalo gitu, Seluruh yang ada dikelas ini kecuali Ralyn, Theo dan Sabit. Keluar dan lari keliling lapangan SEKARANG!!" bentak Bu Ami.
Semua pun meninggalkan bangku mereka dan berlari keluar kelas mengelilingi lapangan.
"hosh... hosh... sialan!! " Ucap febyta kesal. sambil berlari dengan nafas yang terengah-engah.
"Uwah! Capek! " keluh Angga.
"Cepet Lari cepet selesai! buruan!" Ajak Pur menarik Angga.
"Gevan jangan jalan gitu" sahut Febyta Namun gevan tidak merespon.
"aku harus bener bener minta maaf ke Sabit nanti. " batin Gevan yang terhanyut dalam lamunannya.
Aku Memperhatikan Mereka dari jendela.
"ternyata enak juga, ngeliat orang menderita haha. " ejek ku dalam hati.
Melihat mereka semua dihukum, rasa kesal ku kemarin terbalaskan.
"Sabit. " Panggil Theo
"Iya? " Sahut ku dan Menoleh ke arah Theo. "Kenapa?" tanyaku.
"Sini. "
"Hum? "
Theo pun membenarkan Posisi Perban yang ada dijidatku.
"Bu Ami"
Theo tiba tiba memanggil Bu Ami sambil mengangkat tangan kanannya.
"iya theo ada apa?"
"Bu saya boleh izin ke UKS. pipi sabit luka bu" jelas theo.
"hah?.. mana coba ibu lihat? " Bu Ami pun berjalan menghampiriku.
"lah kok bisa gini? "
"Itu buk.. tadi---" jawabku namun dipotong oleh theo.
"Tadi gak sengaja Kena Siku-ku bu" jawab theo memberi alasan.
"lah theo hati hati lain kali. yaudah ibu izinin kalian berdua" Ujar Bu Ami
"Oke makasih bu. Ayo!"
Theo pun menarik tanganku dan kami berjalan keluar kelas menuju UKS
"Bu, Mereka kok--" Ralyn bingung karena ditinggal sendirian dikelas
"kenapa? mau ke uks juga?"
"N-Nggak kok buk.. "
"Yasudah. Panggil temen temen mu diluar sana suruh masuk sekarang" perintah Buk Ami.
"Baik buk.. "
Rombongan Febyta yang masih berlari lapangan terheran melihat Aku dan Theo keluar kelas.
"lah mereka mau kemana?" tanya febyta
"gak tau"
"Hei Kaliah Semua. kata Bu Ami kalian boleh masuk sekarang" Sahut Ralyn. dan mereka semua pun masuk ke dalam kelas.
"lyn. Theo ngajak Sabit kemana?" tanya febyta
"Ke UKS" jawab Ralyn.
"dih lebay. cuman luka gituan doang" ujar febyta.
Gevan tidak sengaja Mendengar Obrolan Mereka. "UKS ya.." gumamnya.
"Lyn, Gua cabut dulu. kalo buk ami nanya bilang aja gatau " kata Gevan Ralyn lalu pergi.
"tunggu van! "
"udahlah lyn biarin aja, lagian juga gevan aneh. kok tiba tiba peduli ama cepel" tukas Febyta
"iya sih.. "
"yaudah kita masuk kuy"
"kuy"
..
__ADS_1
π
NEXT >>