It'S Okay To Be Ugly

It'S Okay To Be Ugly
Chapter 8


__ADS_3

Pagi ini Jam Pelajaran Pertama kelas kami adalah Bahasa Indonesia, Bu Sarah mengajak kelas kami untuk belajar di Perpustakaan.


"Kita akan bikin kelompok dulu ya pertama-tama, Ibu akan bikin kelompoknya berisi 3 orang. dimana Berdasarkan Abjad. yang punya Nama depan dengan Hurup A,B, & C yaitu Angga, Bella, dan Cecil kalian sekelompok ya. lalu selanjutnya---" jelas Bu sarah membagi kelompok dan tibalah giliranku.


"R,S, & T yaitu Ralyn, Sabit dan Juga Theo kalian sekelompok ya!" Titah Bu sarah.


"Yeyy akhirnya sekelompok ama my prince" tanpa Babibubebo lagi Ralyn dengan cepat pindah posisi duduk di samping Theo dan dibalas sorakan dari semua murid.


"Itu mah maunya ralyn banget sih buk" sorak salah satu murid.


"Syirik aja lu pada, kalo jodoh mah gabakal kemana ye gak my prince" Kini ralyn sedikit bergelayut di lengan Theo.


"Apaan sih!" Theo menepis lengan Ralyn. "kalo emang jodoh gua lebih milih Sabit daripada lo" kini Theo yang pindah posisi dan langsung duduk di sebelahku.

__ADS_1


kata kata Theo barusan mendapatkan respon yang bermacam dari semua murid, Ada yang menyoraki ralyn, ada yang menggodaku dan theo lalu ada juga yang menghina dan membanding-bandingkan diriku dan Theo.


"Tapi kan kita sekelompok!" kini ralyn menjerit kecil dan langsung pindah bergabung dengan kami. namun theo tidak meresponnya sama sekali.


"Udah udah jangan ribut" kata bu sarah "Jadi tugas kalian nanti cari salah satu Novel di antara Rak buku perpustakaan ini lalu Buat Kerangka ceritanya. Tim yang paling bagus Ibu kasih nilai paling gede Oke!" jelas Bu sarah. kami pun mengangguk paham


Setelah masing-masing kelompok selesai mengerjekan tugas mereka, Bu sarah kemudian mengajukan beberapa pertanyaan pada kami saat presentasi. dari beberapa tim hanya tersisa Tim ku dan Tim Gevan. Masing masing di antara tim kami saling mengajukan Pertanyaan dan memberikan pendapat perorangan, terkadang kami juga berdebat satu sama lain.


Dan kali ini Gevan memberikan pertanyaan bagi kelompok kami,


Gevan mengajukan pertanyaan pada tim ku, Aku mengerti maksud dari pertanyaan gevan di tujukan untuk diriku pribadi bukan tentang isi novel karena itu hanya kebetulan mirip dengan isi dari novel.


"Saya akan menjawab, " kini Ralyn yang menjawab Gevan aku sedikit lega karena Tidak perlu repot-repot meladeninya lagi. lagian ralyn termasuk siswi yang cerdas, menjawab hal seperti ini pasti sangat mudah baginya.

__ADS_1


"Itu adalah karma, apa yang pernah Tokoh utama Pria kedua lakukan seharusnya jika dia akhirnya menyesal kenapa dia harus melakukan sesuatu yang jahat di masa lalu?"


"Tapi kan bisa saja itu hanya sebuah kesalahan yang dia lakukan karena khilaf?" sela Gevan


"Khilaf itu bukan karena tidak sengaja kan? karena posisinya dia sedang sepenuhnya sadar bahwa itu berarti dia melakukannya dengan penuh kesadaran bukan?" jawab Ralyn


"Tapi--" gevan hendak menyela kembali ralyn sampai aku turun tangan menghentikan perdebatan di antara mereka yang tak kunjung selesai.


"Ck! kok di bikin susah sih! kan Tokoh Utama wanita yang memegang kendali. berarti terserah tokoh utama dong mau maafin dia atau nggak? emang semudah itu buat maafin orang? menerima maaf dan meminta maaf itu memang mudah tapi yang menerima maaf belum tentu bisa bersikap sama seperti sebelumnya kan? ada batasan baru yang dibuat agar kesalahan sama gak bakal terulang lagi. Tamat! hah.. " jelasku dengan nafas sedikit ngos-ngosan. lalu disusul dengan keheningan di ruang perpustakaan tapi tak lama kemudian,


sfx: Prok! Prok! Prok!


Bu Sarah bertepuk tangan dan murid-murid pun ikut bertepuk tangan,

__ADS_1


"Benar apa kata Sabit, Seseorang yang pernah disakiti mungkin bisa memaafkan. tapi hanya sebatas memaafkan karena luka yang pernah dia alami tidak mudah sembuh seperti mudahnya menerima maaf. begitu juga yang di alami oleh Si Tokoh utama wanita. Makanya anak-anak kalian jangan suka nyakitin seseorang, karena sebuah karma akan datang dan membalas apa yang pernah kalian perbuat." Jelas Bu sarah, Reaksi Gevan dan beberapa murid seketika hening dan canggung mendengar hal itu.


"Oke sekarang Tim Ralyn dan Tim Gevan silahkan duduk ibu akan Ngumumin siapa yang menang" tambah Bu sarah, Gevan yang sejenak terdiam lalu tersadar dan kembali ke posisinya begitu pun dengan kami.


__ADS_2