It'S Okay To Be Ugly

It'S Okay To Be Ugly
CHAPTER 6


__ADS_3

🍁


UKS


Theo menyuruhku duduk di atas ranjang uks. dia pun mencari kotak p3k di dalam lemari dan membawanya padaku.


"sini. coba kulihat lukanya. "


katanya sambil memegang pipi ku. Lalu dia Mengoles antiseptik dengan kapas pada luka ku.


"A..Arggh! " rintihku.


"sakit ya? tahan sebentar ya. "


Aku hanya diam saja memandangi wajah theo yang fokus menatapku. tiba-tiba wajahku memerah. aku pun menatap ke arah lain.


"sudah. "


kata theo setelah menempel plester pada pipiku.


ia pun menaruh kembali kotak p3knya lalu menarik sebuah kursi kehadapanku dan duduk dikursi tersebut, sehingga posisi kami berhadapan.


"hmm.."


dengungannya dengan pose mengepal tangan lalu menyanggah dagu. dia menatap wajahku lekat lekat dari atas kening sampe kebawah garis wajahku.


"kenapa? "


tanyaku yang balas menatap wajahnya bingung.


"hoby kamu babak belur ya?" tanya theo.


"maksudnya? "


"luka mu kurang banyak " jelas nya sekali lagi.


"dih.. emang ada yang mau di babak belurin gitu? " jawab ku


"ada tuh" jawab theo kembali


"siapa? " tanyaku


"kamu"


"yah.. aku juga gak mau kali di babak belurin. Btw, makasih ya udah ngobatin.. " ucapku kepada theo.


"sama-sama"


"yaudah ayok kita balik ke kelas" ajakku.


"istirahat aja dulu. kan udah izin juga ke bu ami"


"tapi Aku dah gak papa kok"


"udah kamu tiduran disini aja, sekali-kali bolos gak masalah. ini juga pelajaran matematika kan. "


"kenapa emang kalo pelajaran matematika? " tanyaku ke theo.


"Ekhem! aku lagi males " jawab theo pura-pura batuk dan menatap ke arah lain.


"Yee.. ketahuan niee! dari awal niatnya emang mau bolos kan? hahaha" Seketika aku tertawa dan wajah theo langsung merah merona.


"nggak kok. lagian sebentar lagi jam istirahat, tanggung kalo masuk sekarang" kata theo beralasan lagi.


"udah ngaku aja hahaha.." ucapku dengan nada mengejek.


"nggak ah. "


"hahaha"


Aku tertawa geli melihat wajah theo yang sangat kikuk jadi merah merona.


"bukan gitu. lagian juga sebentar lagi jam istirahat, tanggung kalo masuk sekarang" kata theo beralasan.


"Iya deh, iya.."


πŸ“’


Ting! Tong! Teng! Saatnya Jam Istirahat


Ting! Tong! Teng! Its time to break


(bunyi bel sekolah)


"Nah barusan dibilangin" Ucap theo bangga dengan alasannya yang masuk akal.


"Hahaha.. iya iya. sekarang kita ke kantin yuk" ajakku lagi


"nanti, kamu istirahat dulu aja disini"


"tapi aku laperr mau makan"


"yaudah tunggu disini. biar aku yang ke kantin kamu mau makan apa?" tanya theo


"euhm.. Beli Pempek 2 , Bakwan 2, Ama tempe 2 terus siram pake kuah bumbu kacang ya! hehe" pintaku.


"emang ada?"


"ada. nanti kamu bilang aja ke ibu kantin, yang biasa dibeli sabit gitu" jelas ku ke theo. dan dia hanya mengangguk.


"oke. istirahat dulu sini ya"

__ADS_1


Theo pun keluar ruang Uks dan pergi menuju kantin.


"Kok kami jadi akrab gini ya.. hahaha..


ya bagus sih.. " ucapku berbicara sendiri.


tiba-tiba,


CEKLEK!!


(suara Pintu uks dibuka)


Aku melihat bayangan laki-laki dibalik tirai penutup.


"loh Theo kok balik lagi?" tanyaku.


"bukan theo, ini aku gevan"


Aku langsung kaget Melihat gevan membuka tirainya lalu menunjukkan dirinya. ternyata benar itu gevan, aku kira theo. "kenapa dia kesini?" pikirku. Aku hanya menatap sinis gevan dan diam. gevan pun menutup kembali tirai pembatas dan pintu uks lalu berjalan ke arahku.


"Maaf" ucapnya. "pasti sakit banget ya.." sambungnya. kali ini ia bergerak maju ke hadapanku dan hendak menyentuh bagian wajahku yang terluka olehnya tadi.


plak!


Aku menepis tangan gevan,


"iya sakit. tapi ini ga seberapa dengan apa yang lu lakuin selama ini ke gw " jawab ku ketus.


"Gw gak ada maksud buat mukul lo tadi. gw cuma mau mukul si murid baru tapi malah kena lo" jelas nya.


"iya gua tau kok, gua juga sengaja ngorbanin diri buat theo" jawabku.


"Apa?! Kenapa--"


"Kalo lu cuman mau ngajak gw berdebat disini mending lu pergi deh van. jijik gw ngeliat lu " ketusku.


"Oke maaf! gua ngelakuin itu karena gak suka anak baru itu deket deket ama lu " jelas gevan.


"emang kenapa? gak ada urusannya ama lo kan? "


"ya.. gua cuma gak suka aja liat dia deket ama lu bit.. "


"****! emang lu Siapa ngatur ngatur orang yang harus deketin gua segala! Oh.. gua tau,


Lu gak mau nyuruh theo deket ama gua karena Lu mau ngajak dia buat ikut ngebully gua juga kan?! hah! ck! ck! ck! Lu gak berubah ya van. "


"Nggak gitu sabit.. dengerin penjelasan gw dulu"


"Pergi!!! Gw bilang pergi dari sini!!" jeritku.


"Sebentar aja, dengerin gua dulu oke!" Paksa Gevan dan kali ini Menggenggam pergelangan tanganku sedikit kuat.


"Nggak mau! gw bilang pergi!! lepasin gak ini! Lepasin!! Sakit! " jeritku.


"siapapun tolong!"


S*RAKK!


(suara Tirai Dibuka dengan kuat)


"kamu ngapain disini! lepasin dia!"


CTAKK!


akhirnya theo datang dan Mencengkram Tangan gevan lau melepaskannya dari tanganku.


"Jangan ikut campur Lu!! " ucap gevan dengan nada suara yang meninggi.


"Sabit kamu gak papa?"


Theo tidak menghiraukan gevan. ia langsung menghampiriku dan melihat pergelangan tanganku.


"sakit Nggak?" tanya theo kepadaku


"euhm.. sedikit.." jawabku.


"Sabit, Aku mau ngomong sebentar!" Pinta gevan sekali lagi tapi aku tidak meresponnya.


"pergi kamu!" perintah theo


"apaan sih!" sinis gevan ke theo "bit, plis.." kali ini ia memohon.


"Lu bukan mau ngomong tapi mau ngajak debat van, capek gue berantem mulu " jawabku kali ini.


"Iya Aku bener bener minta maaf.. " gevan bergerak maju ke hadapanku namun dihadang theo.


"udah kan?. sekarang kamu keluar" perintah theo sekali lagi.


"eh! gw gak ada urusan ama lu ya"


"ini juga urusan gw. secara gak langsung lu juga dah nyakitin sabit lagi. sekarang liat pergelangan tangannya jadi merah karena keegoisan lu.. "


"Urgh!.. " gevan menggeram dan kali ini ia menatap ke arahku. "maafin gua.. " sambungnya.


"lu yang pergi atau kami yang pergi?" ancam theo.


gevan hanya menatap lirih ke arahku sebelum menatap kembali theo dengan tajam. kemudian, ia pun pergi dari uks.


"fiuh... " Aku menghela nafas lega. theo kembali mengambil kotak p3k untuk memberi salep pada pergelangan tanganku.


"doyan babak belur" ujar theo

__ADS_1


"hah?" aku mendongak ke arahnya bingung.


"ya kamu, lagi lagi babak belur. apa namamu ganti aja ya jangan sabit tapi Balur"


"Balur? "


"ya, singkatan dari Babak Belur" jawab theo tanpa ekspresi.


"Pfttt!! " aku menahan tawaku.


"kok ketawa?"


"Nggak.. cuman lucu aja Nama Balur jadi


keinget ama Ikan Asin Balur hahaha"


"Emang ada?"


"ada, Dulu Nenekku yang dari Palembang suka ngirimin ikan asin balur namanya, asin banget!" jelasku.


"oh ya? kamu juga sama, Asiiinnn banget!" ejek theo tapi muka kikuknya itu bikin aku geli.


"Sembarangan Aku itu Manis tau! "


"kata siapa? "


"Ihh!!!! Nyebelin!" Rajuk ku dan memukul bahu theo.


"Hahaha" Theo tertawa.


Baru kali ini aku melihatnya tertawa, Selama tadi hanya mengobrol dia tidak menunjukkan ekspresi apapun selain ekspresi kaku nya.


"nih makan dulu. Pempek+bakwan+tempe disiram kuah kacang nya. bilang aja batagor tadi. " tanya theo sambil memberikan makanannya kepadaku.


"beda.. " jawabku dan mengambilnya.


"apa bedanya? " tanya theo dan duduk di kursi tadi sambil menghadapku.


"kalo batagor itu singkatan dari Bakwan Tahu Goreng disiram kuah kacang. kalo ini mah aneka gorengan yang disiram kuah kacang" jelasku.


"Eeeeeeeh (?) " theo bingung.


"Yaudah kalo bingung gak usah dipikiran. makan dulu yuk"


"Oke.. "


Theo meletakkan Meja Kecil ditengah kami. dia duduk dikursi sedangkan aku duduk di tepi ranjang uks.


"kamu.. juga pesen yang sama kek aku? " tanyaku melihat makanan theo yang sama dengan punyaku.


"iya.. abis aku bingung mau beli apa. "


"Oh.. nah, kamu cobain gih rasanya enak banget loh.. "


"oh ya? "


"iya.. "


"Oke. kucobain ya..nyamm"


Theo mencicipi Gorengan yang disiram kuah kacang tersebut.


"gimana? "


"rasanya kek batagor dan siomay karena kuah kacangnya itu. tapi ini lebih ke gorengan biasa yang disiram kuah kacang. aneh tapi enak," Kata theo mengangguk dan Menikmati makanannya.


"iya kan enak.. bedanya itu, kan biasanya gorengan pake Cabe rawit atau cuka gitu. tapi ini pake bumbu kuah kacang"


Aku pun memakan makanan ku juga,


"iya ya? hmm.. aku gak terlalu banyak tau makanan indo .." ujar theo


"tenang.. di kantin juga banyak jual makanan indo lainnya. nanti aku kasih tau deh"


"Okee. sekarang kita habisin ini lalu balik ke kelas" ucap theo tersenyum melihatku yang bersemangat menjelaskan tentang makanan tadi.


Setelah selesai Makan. kami pun keluar dari uks dan berjalan kembali ke kelas, tepat 10 menit lagi sebelum jam istirahat habis.


"hahaha. aku kira kamu Bakal ngajak bolos sampe jam pulang" kataku mengejek theo


"nggaklah. aku gak mau gak naik kelas, baru juga pindah sekolah. "


"masa sih? "


"iya dong"


"hahaha"


Saking asiknya mengobrol berdua, Aku dan theo tidak memperhatikan sekitar kami. sampai masuk ke kelas, Semua murid memandangi kami yang begitu akrab.


"Ck!" decak kesal Ralyn


"Belum apa apa dah kalah duluan dari cepel" Bisik Febyta.


Setelah Jam istirahat, Kelas berlangsung lagi seperti biasa. Theo berbagi buku cetak denganku selama pelajaran, sekali kali dia melihat catatanku. aku pun memberikan catatanku padanya untuk ia tulis


"Besok aku temenin ke perpustakaan buat pinjem buku" kata ku


"okee" jawab theo


🍁

__ADS_1


sampai jam pulang sekolah tiba.


NEXT >>


__ADS_2