It'S Okay To Be Ugly

It'S Okay To Be Ugly
Chapter 7


__ADS_3

๐Ÿ


Sepulang Sekolah,


sfx : Tinnnn! Tinnn!


Suara klakson Motor sangat nyaring berada tepat dibelakangku yang sedang berjalan.


"Sabit. "


Sebuah Motor Tiba-tiba berhenti disebelahku, dan saat aku menoleh.


"Gevan? "


"Pulang bareng yuk"


"Hah? gak makasih" jawabku cuek dan lanjut jalan. tapi gevan tetap kekeuh dan mengiringi langkahku dari belakang.


"Jangan Ngikutin Teruss!!!" teriakku dan menoleh kebelakang menatap gevan.


"pliss.. " rengek gevan


"ck!" decakku sebal dengan sinis. Tak lama kemudian,


Brnmmmm! Brmmmm! Ckitt!


Theo pun muncul di antara kami dengan Motornya,


"Sabit!" sapanya terlebih dahulu dan aku pun menoleh ke arahnya, "katanya tadi mau pulang bareng?"


"hah?! aku? kapan bilang" jawabku bingung.


"Tadi di kelas" tatap theo dan memberi kode yang langsung aku pahami.


"O-Oh!!!.. iyaa! aku lupa!hahaha"


"yodah ayok naik!" ajak theo


"oke.. " sahutku dan langsung naik ke motor theo, "maaf ya gevan aku dah bilang mau bareng theo, kalo gitu duluan ya. yok theo!"


Theo hanya menatap datar gevan dan gevan menatap tajam theo, sedangkan aku hanya memalingkan wajahku ke arah lain. lalu theo melajukan motornya dan kami meninggalkan gevan sendiri disana yang masih diam.


๐Ÿ


"Sabit"


"Iya?"


"gak jadi nanya deh" kata theo membuatku sebal.


"ihh! aneh"


"em.. ngomong-ngomong Rumahmu yang mana?" tanya Theo karena kami sudah masuk ke komplek tempat tinggalku.


"Lurus aja dari sini terus belok sedikit, Rumah Coksu pagar item itu ya!" jelasku


"okeh.. " Theo mengikuri arahanku. dan tibalah kami sampai di rumahku,


"Makasih ya theo.." ucapku


"Sama-sama" jawabnya "oh ya, Kok rumahmu sepi?"


"ada ibu sama nenekku di dalem"


"Pur sama ayahmu? " tanya nya.


"ya sebenernya ini bukan rumahku, tepatnya sih ini rumah nenekku. Pur sama ayah lagi d rumahku. sedangkan aku sama ibu nginep dulu di tempat nenek untuk sementara ini" jelasku.


"ohh.. gitu ya.." theo mengangguk paham, sebenarnya banyak yang ingin ia tanyakan kepada sabit, hanya saja theo takut jika hal yang akan dia tanyakan menyangkut privasi nya sabit dan malah akan membuatnya merasa terganggu.


"Ehmm.. besok mau pergi sekolah bareng? kalau mau nanti kujemput?" tawar theo.


"eh.. gausah gapapa, nanti kamu repot lagi.."


"gapapa kok, lagian rumahku gak jauh dari sini" Theo sebenarnya berbohong, ia hanya tidak mau sabit ikut dengan gevan apalagi yang Theo lihat tadi Sabit sangat risih dengan Gevan. untung saja dia cepat datang,


"Sekali lagi Makasih banyak ya Theo, Ada ibuku yang nganter ke Sekolah setiap hari" jelas Sabit ke Theo sambil membuatnya mengerti.


"Ya aku cuman takut gevan ke kamu---ups!" tanpa sadar Theo keceplosan dan Sabit langsung paham, bahwa Theo mungkin tau situasi yang terjadi tadi diantara dia dan gevan.


"Hahaha" Sabit tertawa sebentar lalu menepuk-nepun Bahu Theo "Btw, yang tadi makasih juga yak.. kamu dah nyelametin aku dari gevan, Tenang aja kok Gevan gak bakal berani macem-macem sama aku"


"Hmm... oke deh, tapi kalo setiap pulang sekolah mau gak bareng sama aku? " tawat theo sekali lagi dan Sabit hanya menghela nafas lalu tersenyum.


" Oke deh.."


"Sip... makasih" Theo pun tersenyum lega


"Aku yang harusnya Makasih lho hahaha" Tawa Sabit sekali lagi dan Theo pun ikut tertawa.


"Kalau gitu aku pulang dulu ya"


"iya hati hati di jalan". Theo mengangguk lalu melajukan motornya pergi.


๐Ÿ


"Assalamualaikum Sabit pulang buk, Nek"


ucap sabit sambil menghampiri nenek dan ibunya lalu mengecup punggung tangan mereka berdua.


"Waalaikumsalam"


"Ekhem! keanya sabit dah bawa menantu ya nak" kata nenek sambil menyahuti ibuku.


"iya nih ma, ganyangkan sabit udah besar sekarang" sahut ibuku


"hah? menantu?" tanyaku bingung.

__ADS_1


"lain kali kenalin ama nenek dan ibuk. udah di anterin malah gak nawarin masuk ke rumah dulu" Kata nenekku sambil geleng kepala.


"Ohh!!.. Maksudnya yang tadi nganterin sabit ya? Kok nenek sama ibuk tau? kalian ngintip nih yeee" tatapku curiga.


"iya dong, kami kan juga mau tau Sabit pulang sama siapa tadi"


"Itu Temen Sabit yang baru nek, buk, dia murid baru pindahan. cuman temen kok bukan pacar" jawabku sambil menyilangkan kedua tangan.


"iya tapi lain kali, baiknya ajak mampir dulu" Kata ibuku


"hehehe.. iya sih lupa soalnya" jawabku


"Kamu mah hobinya lupa mulu, dan sana mandi dulu.. baunya sampe sini lho" ejek Nenek.


"ihh nenek.. ehm, yodah deh aku naik dulu ya"


๐Ÿ


Selepas Mandi dan berganti pakaian tidur aku membaringkan tubuhku di atas ranjang, lalu membaca isi grup chat di ponsel.


kulihat Admin grup yaitu Ralyn memasukkan Nomor tak dikenal ke dalam grup.


โ™ก


โ—ฃ4G 20:58


โฌ…๏ธ THE BEST ACCOUNTING ONEE ๐Ÿ“ž+ :


ketuk disini untuk info grup



\+**628xxxxxxxxx telah ditambahkan**



๐Ÿ‘ธ**Princess Ralyn**: Selamat datang Pangerankuh ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜



๐Ÿฐ**Febyyta**: sape tuh?



๐Ÿ‘ธ**Princess Ralyn**: Ya pangerankuh lah



๐Ÿบ **Purnama** : Itu Si Theo Goblok



๐Ÿ”ฅ**Gevan** : O.. Si Brengsek ternyata!




๐Ÿบ**Purnama** : Gua ga lagi Naek motor betewe '-'



๐Ÿฐ**Febyyta** : Ih! ngeselin kampret!



๐ŸŽฎ**My life Like a Game** : Udah udah jangan berteman ๐Ÿ˜Š



๐Ÿฐ**Febyyta** : @๐ŸŽฎMy Life like a Game lu sape dah? :v



๐Ÿบ**Purnama** : Itu Angga Goblok



๐Ÿฐ**Febyyta** : Ga nanya lu btw



ย 



Isi grup hanya berupa obrolan Tidak penting anak anak kelas.



"Ehmm.. si theo ya" gumamku. Aku pun mengklik Nomor Theo dan melihat Foto profil nya. "ternyata Gambar Kucing" Aku tersenyum tipis. lalu keluar dari aplikasi chat.



Namun tak lama kemudian,



sfx: ***Bitta yaa***!! ***Massagee !! Tringg***



kulihat dari notifikasi ponsel, ada nomor tak dikenal yang mengirim pesan kepadaku.



### โ™ก

__ADS_1



โ—ฃ4G 20:59



โฌ…๏ธ ๐Ÿ“ž\+:



\+**628xxxxxxxxx** :



Permisi?


Ini Nomor Sabit kan?


Ini Theo, Sabit tolong simpan nomorku ya :)



"Ahh... ternyata Theo!" anggukku sembari membalas pesan Theo di chat.


โ™ก


โ—ฃ4G 21:00


...โฌ…๏ธ ๐Ÿ“ž+...


Sabit : ๐Ÿ˜„Oke! dah kusimpan!


Theo: ๐Ÿ˜…makasih


Sabit : Kamu dapet nomorku dari siapa?


Theo : Aku liat di dalam grup


Sabit : Oalah


Theo : kamu tadi ga muncul soalnya


Sabit : Hehehe iya sih aku jarang nimbrung๐Ÿ˜…


Theo : ๐Ÿคฃhahaha mungkin kalo jadi kamu aku juga males muncul banyak omong kosong aja di sana


Sabit : ih bener banget ๐Ÿ˜‚


Theo : Besok pulang bareng kan?


Sabit : Iya theo.. ๐Ÿ˜†


Theo : Oke deh. sampai ketemu besok di sekolah sabit! โœ‹


Sabit : Sampai ketemu juga :D


Theo : Good night


Sabit : Night too.


Theo : Have a nice dream


Sabit : Thanks :) kamu juga!


Theo : ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘Œ


ย 


Setelah saling membalas chat dengan theo, aku pun meletakkan ponselku di atas meja. Tak lama kemudian Ibu ku datang menghampiriku.


"Kok senyam senyum.. ada apa nih?" tanya nya sambil menggodaku.


"Nggak ada apa apa kok.. hehehe"


"ih... abis chattan sama yang nganter kamu tadi ya?" tebak ibu mencurigaiku. Aku pun kaget


"Kok.. ibu bisa tau? "


"Nah kan bener.. padahal ibu cuman asal tebak lho.. hihihi" kini ia menertawakanku karena wajahku kini sudah berubah warnah menjadi merah padam.


"Nggak ah.. bukan!" bantahku.


"udah.. mau bohong mah dari tadi ini udah ketuaan eh! ketauan maksudnya hahaha" ibu tak berhenti meledekku. dan aku hanya membalasnya dengan helaan nafas.


"ya gapapa sih.. tapi nanti kenalin ya!"


"ih ibuk.. dah dibilangin itu cuman temen! seriuss!!! deh suerr" kataku dengan mengangkat 2 jari telunjuk dan tengah Aku masih meyakinkan ibu agar tidak berpikiran macam macam .


"Iya suer tekewerr kewerr hahaha" Ejek ibu lagi.


"Ihhh ibuuuk!!! " rengek ku kesal dan malah membuat ibuku tambah tertawa .


"iya iya ibuk percayaa deh!" jawab ibu sambil menyeka air yang keluar dari sudut mata kanannya karena tertawa berlebihan. Aku hanya memberikan tatapan sinis kepada ibuku.


"Kamu belom makan kan?" tanya ibu ku yang kini sudah kembali normal.


"Belom"


"yodah ayok kita makan malem dulu" ajak ibu.


"okeh! ayok.. " sahutku semangat.


"Gara gara ke asikkan chattan ama ayang beb jadi lupa makan sabit! hahahaha" ejek ibu dan langsung ngacir meninggalkan ku.


"Ah! Ibuuuk!!! " teriakku kesal.


"Cepet! Ibu sama nenek tunggu!" Teriak ibu balik.

__ADS_1


Aku menghela nafas sekali lagi sambil menepuk nepuk jidatku.


__ADS_2