Jadi Sugar Baby Duda Lapok

Jadi Sugar Baby Duda Lapok
Perubahan sikap Kia


__ADS_3

Sejak maalam itu Reza menjadi uring-uringan, dia sangat gelisah mengingat sang anak sudah mengetahui rahasianya. Reza masih bertanya-tanya dal hatinya bagaimana Kia bisa tahu tentang hubungannya dengan Febby ya walaupun Kia tidak menyebutkan nama Febby. Akan tetapi pertanyaan itu membuat Reza tidak bisa fokus bekerja. 


Ditambah lagi sekarang ini kekasih kecilnya itu tidak bisa di hubungi, dan dia juga tidak menemukan Kia dirumahnya sejak pagi. Semakin dalam saja perasaan gelisah nya itu. Reza baru kali ini melihat kemarahan putrinya, Reza akui jika dirinya mamang salah, salah karena menyembunyikan fakta jika dia sudah memiliki kekasih baru. Menyembuhkan fakta jika kekasihnya itu adalah sahabat anaknya sendiri. Dan menyembuhkan fakta jika dirinya memang lupa akan hari kematian mendiang istrinya. 


Sungguh sebenarnya Reza tidak melupakan kenangan indah saat bersama Rani dulu. Di dalam hatinya masih tersimpan dalam perasaanya pada wanita yang sudah cukup lama hadir dalam hidupnya. Dan Reza sendiri tidak bisa membohongi jika hatinya kini kembali jatuh cinta lagi pada wanita lain, Reza tidak ingin terburu-buru memberitahukan semuanya ini pada Kia. Maksud Reza dia ingin perlahan Kia mau menerima wanita lain dalam keluarga, dan menjadi ibu sambungnya apalagi wanita itu adalah sahabat anaknya sendiri, Reza berpikir ingin keduanya menjadi lebih dekat lagi selain sahabat sehingga keduanya tidak bisa terpisahkan barulah dia memberitahukan hubungannya dengan Febby.


Akan tetapi semuanya sudah ter, Kia sudah mengetahuinya lebih dulu sebelum mendengar dulu akan penjelasannya. Reza takut hubungannya dengan Febby tidak di restui oleh anaknya itu mengingat kebodohan penting yang dia lupakan.


Sementara itu, Kia tidak ingin kembali pulang kerumahnya. Dia masih kecewa dengan Reza sehingga Kia langsung saja meminta Alex untuk mengantar dirinya ke kampus. Sesampainya di kampus saat berjalan lesu di koridor kampus namanya di panggil seseorang.

__ADS_1


" Kia … aku sangat merindukanmu." 


Seseorang perempuan tiba-tiba menghampirinya dan langsung memeluknya erat. 


" oh, kamu sudah kembali kuliah," kata Kia datar. Perempuan itu agak heran melihat sikap sahabatnya yang berbeda.


" Iya, maaf ya aku gak menghubungi kamu tentang kepulangan ku, soalnya aku dah capek banget seharian tidur aja jadi gak ingat deh," kata perempuan itu yang tak lain tk bukan adalah Febby.


Febby kembali tertegun, namun dia tidak berpikir macam-macam karena dia tahu pasti sahabatnya itu tengah merajuk padanya karena tidak menghubungi kemaren saat dia kembali ke Jakarta. Tentu saja Febby berbohong mengenai tidur seharian, nyatanya dirinya sedang bersama dengan ayah dari sahabatnya itu dan tidak mungkin kan dia berkata demikian.

__ADS_1


" Oh iya, aku bawain kamu oleh-oleh loh." Febby menyerahkan peperbag nya pada Kia.


" Oleh-oleh ya, kok sempat-sempatnya sih memikirkan oleh-oleh disaat lagi berduka?" Cibir Kia sinis tanpa mengambil oleh-oleh yang di berikan Febby tersebut.


" Dan juha ini?" Kia menunjuk tas Febby yang bermerek.


" Tas mahal masih sanggup beli? Dari mana dapat duit, kan gak kerja? Di tambah lagi keuangan keluarga di kampung kamu kan gak cukup buat beli tas semahal ini!" Kata Kia sangat pedas hingga menusuk hati Febby. 


Febby baru pertama kalinya melihat Kia yang seperti ini, apa sebenarnya yang terjadi selama dirinya tidak ada. Perubahan sikap sahabatnya itu sungguh mengejutkan dirinya apalagi menyinggung tentang tas yang bermerek. 

__ADS_1


Memang benar jika dirinya tidak akan mampu membeli tas mahal tersebut, ini adalah hadiah pemberian Reza tentunya. Akan tetapi mengapa Kia baru menyinggung soal ini sekarang padahal sebelumnya dia juga memakai tas bermerek lainnya bahkan baju hingga sepatu. 


__ADS_2