
Reza dan Febby keluar dari mobil setelah mereka sudah sampai di depan kediaman Alex. Febby melihat dengan kagum rumah yang sangat besar dan megah itu seperti istana.
Tetapi rasa kagum itu sesaat hilang mengetahui jika ada Kia di dalamnya, Febby tidak mengetahui ada hubungan apa kekasihnya itu dengan si pemilik rumah mewah ini sehingga Kia bisa berada di rumah ini.
Reza menggenggam tangan Febby dan meremasnya pelan, Febby dapat merasakan jika kekasihnya itu sedang gugup. Di luar saja nampak gagah sekali, tetapi di dalamnya ada gugup dan rasa takut pada anaknya sendiri. Sungguh luar biasa, Febby menemukan sesuatu yang akan ia ingat nantinya pada ayah dari anak yang ia kandung itu.
Febby mempererat dengan bentangan Reza seakan mengatakan bahwa ada dirinya dan siap menghadapi bersama. Feby akan terus berusaha membuat dia mau mau memaafkannya dan mau merestuinya demi anak yang iya kandung dan akan memperjuangkan bersama dengan Reza.
Reza tersenyum lalu dia menekan tombol bel rumah tersebut kemudian selang beberapa detik seorang pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan masuk kedatangan Reza dan Febby.
" Silahkan duduk dulu, Tuan Reza. Mungkin sebentar lagi Tuan Alex akan segera turun," ujar pelayan wanita itu ramah.
" Dimana Alex?" Tanyanya sambil melihat sekitar, dia sedang mencari keberadaan anaknya. Reza juga ingin minta penjelasan mengapa Kia bisa berada di rumah sahabatnya itu.
__ADS_1
" Tuan Alex sedang berada di kamar Non Kia, tuan lagi membujuk nya, anda di suruh menunggu sebentar sampai Non Kia mau menemui anda dan Nona," jelasnya, pelayan wanita itu adalah ketua dari semua pelayan, tentu dia dipercaya, sebab itulah mengapa dia mengetahui karena sudah diperintahkan oleh Alex sebelumnya.
Reza mendesah kemudian dia mengajak Feby untuk duduk bersama di sofa yang sangat empuk dia akan menunggu dengan sabar sampai putrinya itu keluar mau menemuinya. Dia mencoba untuk mempercayai Alex.
Dua pelayan pun datang dengan membawa minuman serta makanan ringan yang dihidangkan untuk tamu besar tuan mereka.
" Silakan dinikmati, kalau begitu saya permisi. Jika anda dan juga Nona menginginkan sesuatu panggil saja saya atau pelayan yang lainnya."
Feby tidak berkomentar apapun dia masih terkagum-kagum dengan isi rumah yang sangat besar dan mewah ini. Febi yakin sekali bahwa si pemilik rumah ini sangat kaya raya.
" Ini rumah siapa, Mas?" Tanyanya penasaran sekali.
" Oh iya aku belum kasih tahu kamu ya." Reza membeli surai panjang Feby. " Ini rumahnya Alex sahabat aku," lanjutnya.
__ADS_1
Febby manggut-manggut, patut saja Kia bisa berada di rumah ini. Rupanya si pemilik rumah mewah ini adalah sahabat dari kekasihnya.
Sementara itu, di dalam kamar yang sangat besar. Alex sedang berusaha untuk membujuk gadis yang sedang bersedih sambil memeluk lututnya di atas tempat tidur. Alex duduk di sampingnya sambil membelai lembut rambutnya itu.
" Bukannya kamu ingin tahu kebenaran semua dari mereka? Sekarang mereka ada di bawah, ayo kita pergi menemui mereka," bujuknya lembut.
" Kenapa harus sekarang sih, Om? Aku bener-bener lagi malas banget," keluhnya, sudah emosi dengan ayahnya ditambah lagi tamu datang bulan sedang mampir dalam minggu ini. Sungguh rasanya malas untuk ngapa-ngapain, dan bawaannya emosi aja.
" Biar semuanya cepat selesai, Om tidak tahan lihat kamu selalu murung seperti ini. Ayo kita turun menemui mereka, kamu juga nggak mau kan berlama-lama membenci ayah kamu sendiri dan juga sahabat kamu." Alex berusaha untuk terus membujuk iya agar mau menemui Reza dan juga Feby yang sudah berada di rumahnya..
Kia menatap malas Alex, kemudian dia berdecak sebal lalu beranjak dengan malas dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar dengan langkah berat.
Alex tersenyum penuh kemenangan lalu dia mengekor dari belakang. Akan ada pertunjukan menarik malam ini, Alex tak sabaran menantikan nya.
__ADS_1