
Setelah mengantar Febby sampai ke gerbang dan memastikan jika kekasih kecilnya itu sudah masuk kedalam mobil barulah dia masuk untuk melakukan tugasnya dengan cepat.
Namun sebelum memasuki ruangan Reza merogoh kantong celananya dulu dan mengeluarkan handphone. Dia menelepon seseorang.
" Hallo, Alex. Tolong cari tahu dimana anakku tinggal sekarang!" Titah Reza saat panggilan telponnya sudah tersambung.
" Datang saja ke rumahku, dia tinggal di rumahku," jawabnya langsung to the point. " Aku tidak tahu permasalahan kalian, tolong cepat selesaikanlah karena aku tidak tahan melihatnya terus saja bersedih," lanjutnya.
Resep mengharuskan pentingnya tanpa terkejut mendengar anaknya ternyata tinggal di kediaman Alex sahabatnya. Nama sesaat dia bersyukur setidaknya anaknya itu tidak tinggal dengan laki-laki yang tidak ia kenal.
__ADS_1
" Oke, malam ini kami akan ke rumah mu. Dan pastikan Kia tidak pergi sebelum kami kesana." Setelah mengatakan itu Reza langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Alex lagi. Tentu saja laki-laki di seberang sana sangat kesal padanya.
Reza menarik nafasnya dalam-dalam kemudian ia hembuskan perlahan dan mulai memasuki ruangannya untuk melanjutkan tugasnya sebagai seorang dokter yang melayani pasien. Reza bekerja sangat profesional sekali Dia tidak menggabungkan urusan pribadi dan urusan pekerjaan sehingga saat melayani pasien yang sedang berobat tidak terganggu sama sekali dalam permasalahannya.
Beberapa jam kemudian, Reza setelah selesai bekerja dia langsung menjemput Febby di kos-kosannya. Resep berniat membawa Febi ke rumah Alex dan bertemu dengan dia. Tentu dia sudah siap untuk memberitahu semuanya kepada anaknya itu agar tidak ada lagi kesalahpahaman.
" Tapi aku takut, Mas," kata Feby saat ini mereka sudah berada di dalam mobil yang sedang menuju ke arah rumah Alex.
Spontan Febi langsung melotot ke arahnya kemudian dia menggeleng. " Nggak mau! Kalau dia tidak merestui kita aku nggak mau menikah sama kamu karena aku tidak mau di Antara kalian ada permusuhan," tolaknya cepat.
__ADS_1
Tentu saja Feby menolak lebih baik dia mengalah daripada harus memisahkan antara ayah dan anak itu dia tidak ingin egois bukan. Karena jika dia tetap egois dan menikah dengan Reza sementara tidak mendapatkan Restu dan maaf dari sahabatnya, lalu untuk apa? Tapi tidak ingin kehilangan sahabatnya yang sangat amat ya sayangi melebihi anak kandungnya sendiri bukan semata-mata Kia adalah anak dari kekasihnya, melainkan dari persahabatan mereka yang benar-benar murni dan tulus.
" Mau tidak mau kita harus tetap menikah baby! Kamu nggak makan bayi dalam kandungan kamu lahir tanpa seorang ayah? Dan aku juga tidak mau berpisah dengan anak aku," sentaknya emosi mendengar penolakan Febby.
" Pantas bagaimana dengan, Kia?" Febby memikirkan perasaan sahabatnya. Saat ini air matanya sudah mengalir deras di pipi.
" Dia sudah besar, suatu saat dia pasti bakalan mengerti dan aku yakin mendengarkan penjelasan kita dan bayi yang ada dalam kandungan kamu dia bakalan harus jadi kita." Reza sangat yakin sekali.
Febi memilih bungkam dan membuang pandangannya keluar jendela. Dia menangis dalam diamnya mencoba untuk mengambil sisi positif dan menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Febby juga sejujurnya tidak mau berpisah dengan kekasihnya maupun sahabatnya dalam hatinya sangat berharap sekali Jika ia dapat menjadi bagian dalam keluarga sahabatnya itu.