
Zee yang mendengar interupsi dari Chi, bergegas kearah ruangan yang terdengar pergerakan langkah kaki tersebut.
"Apakah kamu melihatnya?"
Langkah kaki dan gumaman aneh dari seseorang yang sepertinya sudah mati itu, melangkah kearah gua tidak jauh dari tempat Zee bersembunyi.
"Ya, itulah mengapa kamu perlu meningkatkan kekuatan kesadaran mu segera,"
"Sebenarnya aku merasakan, Aura kekacauan yang cukup pekat di gua ini karena itulah aku terbangun. Dan makhluk yang kamu lihat itu adalah mayat hidup." ucap Chi kepada Zee yang masih belum percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Aku pikir Zombie itu hanya mitos, aku tidak menyangka makhluk seperti itu benar-benar ada." ucap Zee yang masih keheranan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Chi pun kemudian mengedarkan kekuatan kesadaran miliknya untuk merasakan energi yang mungkin saja memberikan mereka petunjuk.
"Huh."
"Dasar menyebalkan! bahkan kekuatan kesadaran milikku dibatasi ditempat ini, larangan dan segel pelindung terlalu banyak, aku rasa kamu harus mengikuti Mayat Hidup itu untuk menemukan petunjuk."
Zee yang cukup bingung dengan keadaan ini pun menyetujui saran dari Chi, mengingat dia juga harus menyelidiki tempat asing yang belum lama ia masuki.
Tuk Tuk!
Di sebuah aula diujung lorong, Zee melihat Zombie yang diikutinya tadi berhenti disebuah patung besar dengan wajah garangnya yang sambil memegang cambuk.
Disana Zee tidak hanya melihat Zombie yang ia ikuti tadi, melainkan juga ratusan Zombie lain yang juga sedang berdiri menatap kosong kearah patung itu.
Seketika Zee mengetahui itu adalah sebuah patung dewa, yang kemungkinan memiliki segel misterius yang membuat para zombie itu berkumpul didepannya.
"Rrrr raahh!"
Slash!
Dengan cepat Zee memenggal kepala mayat hidup yang tiba-tiba muncul dibelakangnya.
"Aish sialan mengagetkan saja!"
Dan ratusan Mayat Hidup lain yang melihat itu berjalan berduyun-duyun ke arah Zee.
Zee mulai waspada dan segera mengeluarkan pedang pemberian gerombolan tartar dan segera mengalirinya dengan aura spiritual.
"Hyaaath!"
Tebasan demi tebasan ia layangkan dan mengenai puluhan Zombie yang mengelilinginya. Zombie-zombie yang tertebas itu secara aneh menyatu kembali, terdapat seperti cacing-cacing berwarna hitam yang menyatukan tubuh mereka.
Zee yang mulai kewalahan karena musuhnya yang tidak bisa mati itu, memutuskan melompat menginjak kepala beberapa Zombie dan berlari ke arah lorong gua lain.
"Astaga! mereka benar-benar tidak bisa mati apakah kamu punya ide sekarang!?" tanya Zee yang hanya di berikan gelengan oleh Chi.
"Percuma aku belum bisa merasakan kelemahan mereka saat ini, segel yang cukup kuat melemahkan kekuatan ku." ucap Chi yang belum menemukan duduk permasalahannya.
***
Sementara itu ditempat lain didalam gua para kultivator tahap master yang tadinya saling membunuh, kini menghentikan pertempuran karena melihat kejadian diluar nalar didepan mereka.
Mayat-mayat anggota murid sekte yang mati, dengan cepat bangkit kembali karena ditubuhnya dimasuki cacing-cacing hitam misterius.
__ADS_1
"Keparat! apa-apaan ini!" ucap senior Gao yang sangat terkejut melihat murid-murid yang mati bangkit kembali.
"Grrrr raash!"
BAAANGG!!!
Aura spiritual banteng miliknya langsung melesat ke arah zombie-zombie didepannya. Namun sayang, serangan kuat level Master yang ia keluarkan malah dihisap oleh mayat hidup yang ia serang.
Yu Xuan dan senior Gao saling berpandangan sambil keheranan melihat apa yang terjadi. Bahkan Zombie yang tercabik dengan menjijikkannya kembali menyatu.
"Senior Gao! aku pikir kita harus kesampingkan dendam lama dan bersatu mengalahkan para mayat hidup ini!" ucap Yu Xuan yang hanya dijawab dengusan oleh, senior Gao.
Pada akhirnya mereka berdua dan kelompoknya harus bekerjasama untuk mengalahkan ratusan Mayat hidup yang mulai bermunculan itu
Xiao Ze, berhasil berlari menghindari kejaran Zombie yang memang bergerak lambat, dan kemudian masuk kesebuah ruang yang memiliki kolam air dan paviliun kuno kecil yang aneh didepannya.
"Hawa disini benar-benar sangat membuat sesak, aku sungguh belum pernah pergi ketempat dengan hawa spiritual seperti ini." ucap Zee sambil melihat dan merasakan aura disekelilingnya.
"Gua ini disegel dengan kekuatan kultivator suci, dan banyak segel larangan tak terlihat didalamnya tempat ini benar-benar misterius."
Zee sedikit melangkah ke arah paviliun kecil itu dan melihat sebuah lentera yang masih menyala dengan apinya yang berwarna keunguan.
"Mundur!"
SWUUNG!!
Zee mendapat tekanan aura yang sangat kuat sampai ia terpental belasan meter kebelakang. Kaca lentera kecil itu kemudian terpecah dan keluarlah api berwarna ungu yang membentuk sesosok makhluk berwujud kura-kura, lengkap dengan duri-duri di cangkangnya
"Huh!"
"Kura-kura api? apakah dia sangat kuat!" tanya Zee yang dibalas anggukan oleh Chi.
"Benar, energi rohnya memang hanya potongan kecil saja, namun kekuatannya bisa disandingkan dengan kekuatan roh internal milikku sekarang!" jelas Chi.
SWUUNG!!
"Pantas saja kamu begitu kesulitan meneliti tempat ini, ternyata dia memang sangat kuat!" ucap Zee sambil menahan Aura dengan seluruh kekuatannya.
GROOAAARR!!
"Aku merasakan hawa gelap dan kemalangan milik monster hydra muda!, siapa kau dan apa maumu datang kemari!" tanya esensi roh itu kepada Zee yang masih berusaha tetap tersadar.
"Kura-kura tengik! jangan pikir hanya kamu yang mampu menekan seseorang!"
NGUUNGG!!
Chi bertranformasi dari wujudnya yang ular kecil dan berubah menjadi Hewan Buas Hydra yang ganas.
***
Tekanan dari esensi dua roh hewan buas kuno membuat Zee nyaris tidak sadarkan diri. Melihat itu, Chi mengeluarkan 2 kali lipat energi Spiritualnya mengarahkan tekanan ke sang kura-kura api yang hanya potongan esensi Roh itu, hingga terpojok dan mengecil masuk kembali ke lentera kuno.
Chi pun kembali ke bentuk ular hitam kecil dan mengalungi leher Zee.
"Hosh... Hosh!"
Zee menormalkan kembali kesadaran jiwanya dengan mengalirkan energi spiritual sambil memukulkan jari nya ke arah dada.
__ADS_1
"Manusia kecil! katakan padaku kenapa kamu bisa bersama dengan mahkluk ular Hydra itu?" tanya roh kura-kura didalam paviliun.
Zee berdiri dan menatap esensi Roh kura-kura. " Aku tidak sengaja bertemu dengan Pedang Chi disebuah hutan, dan dia menyelamatkan hidupku beberapa kali."
***
"Apakah kamu tidak takut jika hewan roh itu menelan jiwamu dan mengambil alih tubuhmu?" tanya roh kura-kura itu kembali yang membuat Zee sedikit bingung untuk menjawabnya. Chi yang merasa kesal karena disindir oleh kura-kura manjadi emosi.
"Sudah Cukup!!"
"Sebenarnya apa yang kamu mau dasar kura-kura tua?!" bentak Chi karena melihat kura-kura menanyakan hal yang tidak penting.
"Hahahaha!"
"Ular kotor! apa kamu pikir hanya kamu yang mau melayang bebas di dunia ini?..."
"Diriku sudah terjebak didalam tempat ini selama lebih dari empat puluh ribu tahun. Aku rasa diriku memerlukan liburan." sambil menatap Zee kura-kura itu kembali berkata.
"Hei bocah manusia, bagaimana jika kita melakukan pertukaran?"
Zee sedikit mengeryit dengan permintaan itu, namun setelah melihat Chi dan ia terlihat setuju Zee pun kemudian mendekat ke arah lentera api tersebut.
"Tuan kura-kura memang apa yang ingin anda tukar dari diriku?, aku rasa tidak ada benda didunia ini yang berharga kecuali Pedang Hitam dalam tubuhku."
Api lentera itu melayang dan berubah menjadi sesosok pria tua dengan pakaian serba ungu.
"Tentu saja kamu memiliki benda yang aku butuhkan, aku merasakan adanya kekuatan cakram penyegel iblis di dalam cincin ruangmu itu."
"Dahulu tubuh asliku bertempur dengan seorang pertapa warrior tahap suci yang hebat! setelah memojokkan diriku didasar bumi, roh larangan pun muncul dan berhasil memukulnya mundur dan memisahkan dirinya dengan iblis hati yang selama ini memengaruhi pikirannya." jelas roh kura-kura api itu.
"Setelah dirinya tersadar iblis yang bersemayam itu berubah menjadi ribuan cacing roh penghisap vitalitas yang sangat berbahaya, beruntung pria itu cukup bijak, dia dan murid-muridnya membuat benteng dan selama sisa hidupnya dia gunakan untuk menyegel tempat ini..."
"Aku akan menukar Api Abadi milikku asalkan kamu mau menggunakan Cakram itu di depan Paviliun Pemujaan Wang Ji." ucap roh kura-kura dengan sungguh-sungguh.
Zee menatap kearah Chi meminta persetujuan dan pendapatnya. 'Api abadi bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit dan racun, itu adalah barang yang sangat bagus jika kamu nanti mau belajar menjadi seorang peracik.' ucap Chi dalam pikiran Zee.
Zee menatap tetua kura-kura itu dan setuju dengan penawarannya. Api abadi tersebut kemudian melayang kearah Zee dan menyatu dengan aura jiwanya.
Saat penyatuan tersebut, Zee mendapatkan penglihatan terakhir dari sang kura-kura api, melihat Wang Ji yang hampir sekarat menahan segel kutukan selama ratusan tahun, hatinya pun tersentuh dan memberikan esensi roh Api Abadi kepadanya.
Mereka juga menggunakan segel darah membuat ikatan saudara.
Namun suatu ketika seorang warrior tahap suci lain yang beraliran gelap, memasuki istana relik kuno dan membuat kekacauan membuat roh iblis merasuk ke jiwanya, membunuh kura-kura api dan melukai Wang Ji dengan parah. Beruntung Wang Ji, masih memiliki kekuatan mengalahkan dan menyegel roh petarung di patung batu Dewa Kekacauan.
Karena dirinya juga sudah sekarat, Wang Ji mengambil sisa-sisa esensi roh kura-kura api dan menyatukannya dengan Api Abadi miliknya.
***
"Jika kamu berbohong kamu akan terbakar oleh segel Api Abadi yang aku tanamkan ditubuhmu, maka dari itu, jadilah pria sejati dan tepatilah janji." dan segera esensi roh kura-kura api perlahan mulai menghilang dari pandangan Zee.
Zee yang melihat tetua itu rela melepas esensi rohnya kepadanya sebenarnya sedikit heran dan sebelum roh itu benar-benar hilang ia bertanya kepadanya.
"Tetua! apakah kau benar-benar percaya kepada ku?"
Esensi Roh yang hampir menghilang itu sedikit tersenyum. "Jika makhluk buas Hydra bisa mempercayai mu, maka tidak ada yang perlu aku ragukan." jelas kura-kura api itu sambil melihat keduanya.
'Aku akan segera menyusul mu teman lama' dan esensi Roh Kura-kura api itupun benar-benar menghilang.
__ADS_1