Jiwa Malaikat & Iblis

Jiwa Malaikat & Iblis
Bab 13 - Harta Karun Wang Ji!


__ADS_3

"Aaarrkk!"


Suara jeritan seorang gadis memenuhi ruang bawah tanah yang gelap.


"Hey ****** cepat bicaralah! atau aku sudah akan benar-benar kehilangan kesabaran!" ucap Aiguo terhadap Jean yang sedang disekap diruang bawah tanah itu.


Tangan leher dan kedua kaki Jean dirantai dan terkadang dia dipukuli dengan senjata spiritual berkekuatan rendah.


"Uuhk... siksa saja aku sampai mati, tapi jangan harap kalian akan mendapat satu informasi pun dari ku mengenai kak Zee!" tegas Jean yang masih bersikeras tidak mau membicarakan apapun tentang Zee.


"Dasar gadis keras kepala! lihatlah! ini ada cambuk elemen petir baru milikku yang aku beli dari paviliun senjata sekte Matahari, aku berharap kamu bisa membuatku senang saat ini hahaha!" Aiguo kemudian bersiap mencambuk Jean dengan senjata itu, namun sebelum hal tersebut terjadi beberapa orang tetua dan murid dalam sekte Matahari memasuki ruangan tersebut.


"Sudah cukup!" ucap seorang senior murid yang diketahui bermarga Shi sambil mendekati Jean.


"Nona Xiang tolong minum air yang aku bawakan untukmu ini, aku tahu kamu sangat tersiksa disini, aku mohon bersabarlah sebisa mungkin aku akan meminta guru melepaskan mu." ucapnya pria bermarga Shi itu yang sedikit berbisik ke Jean. Namun Jean tetap menolak meminum minuman itu walau dirinya sedang kehausan.


Li Aiguo yang juga mendengar percakapan mereka berdua merasa sangat tidak senang, Aiguo mengetahui bahwa kakak seperguruannya itu menyimpan rasa suka kepada Jean, bahkan saat pertama kali ia dibawa ke sekte Matahari.


Tuk Tuk!


Rombongan lain bersama para tetua memasuki ruangan bawah tanah itu.


"Guan er, sudahkah kamu memberikan minum gadis itu?" tanya seorang wanita yang juga merupakan Tetua Sekte Matahari kepada Shi Guan yang dijawab anggukan olehnya.


Tetua itu mendekati Jean dan berkata lembut kepadanya. "Nak Qian kamu sudah hampir setengah tahun terkurung disini, Guan er selalu menjagamu, aku berharap kamu bisa bekerja sama dengan kami dan memberikan informasi tentang bocah Xiao itu." tanyanya yang hanya ditanggapi dengan tatapan mata sendu oleh Jean.


Tetua yang tidak mendapatkan jawaban hanya bisa menghela nafas dan kembali mundur ketempat, sambil sesekali melirik Shi Guan yang terlihat gelisah.


Tetua lain yaitu Li Xiang, Tetua sekaligus yang menangkap Jean dikota kayu maju ke arah Jean dengan pandangannya yang menajam.


Tetua itu mengeluarkan sebuah energi spiritual seperti lidah api dan mengarahkannya ke wajah Jean.


"Aaarrkk!"


Jean yang merasakan panas dikeningnya mulai merintih kesakitan, sedang Shi Guan dan gurunya juga mulai terlihat panik.


"Li Xiang! hentikan! jika kamu terus melakukan itu kamu bisa membunuhnya!" ucap guru Shi Guan sambil berteriak ke tetua kejam itu.


"Ahahaa, Lu Yi apa kamu pikir aku tidak tahu muridmu itu menyukai gadis kotor ini, tidak heran kamu selalu mencoba melindunginya." ucapnya sinis sambil menghentikan serangan apinya yang membuat kening Jean mendapatkan setitik luka bakar.


"Tetua Kong silahkan, anda bisa memulai ritualnya sekarang." ucap Li Xiang dan munculah seorang tetua berbadan tambun yang membawa tongkat berukir tengkorak diujungnya.


"Hmm... baiklah aku akan mencoba memulai menggunakan jurus segel pembongkar ingatan milikku kepadanya, tolong kalian sedikit memberikan ruang." ujarnya sambil mengeluarkan kertas bertuliskan tulisan kuno yang mengeluarkan Aura spiritual berwarna hitam dan melesat kearah Jean.

__ADS_1


"Hyatt! ilmu penerobos pikiran!"


***


Sedangkan itu ditempatkan lainnya, Zee sedang berkutat bersama Chi, dan menebas para Zombie yang menghalangi jalan mereka.


"Mayat hidup mengerikan benar-benar sangat banyak!, aku tidak menyangka bisa ada ribuan kultivator yang mati dan tubuhnya diambil seperti ini!" ucap Zee yang sedang berlari sambil sesekali menebas Zombie didepannya.


"Tidak heran Gua ini terbentuk lebih dari 4000 tahun, bisa dibayangkan sudah berapa banyak makhluk yang mati didalamnya. Dan untungnya saja mereka berjalan lamban dan hanya setingkat warrior murid tahap awal." ucap Chi sambil melayang disamping Zee.


DUUUAARR!!!


Chi dan Zee merasakan Aura spiritual yang mengamuk yang berarah dari jalur lorong Gua didepan mereka dan segera bergegas menuju tempat itu.


Tak lama kemudian mereka berhasil masuk kesebuah ruangan Gua yang sangat besar, yang didalamnya terdapat sebuah bangunan paviliun kuno yang memiliki Aura spiritual kematian yang sangat kuat.


Mereka berdua bisa melihat ada banyak sekali kultivator Zombie tahap warrior junior murid awal yang sedang bertarung dengan beberapa kelompok orang tahap Warrior Master Beladiri.


Tanpa basa-basi Zee segera mengeluarkan senjata Cakram Emasnya dan melemparnya ke atas kerumunan Zombi kultivator itu.


Beberapa orang kultivator yang tadinya bertarung kini terhenti akibat ada senjata aneh yang melayang diatas mereka.


NGUUNGG!!!


Aarrkk!! KRAKK!!


Namun sebuah Aura esensi Roh kemudian merembes keluar dari patung Dewa Kekacauan yang berada di ruang Gua yang lain. Didepan patung itu ratusan Zombie Kultivator tiba-tiba mengeluarkan cacing penyerap Aura yang membuat tubuh inangnya menjadi hancur dan membusuk seketika, seluruhnya Aura iblis kematian terhisap kearah ruangan dimana Zee menggunakan senjata Cakram itu.


"Kurang ajar! siapa yang berani mengganggu rencana baikku!" esensi Roh tersebut kemudian perlahan melayang keluar dan mengarah keruangan tempat Zee berada.


Beberapa kultivator yang melihat senjata terbang itu dengan mudah menyerap Aura kematian dan cacing penelan Aura, lalu melihat kearah Zee yang terlihat dikejauhan.


SWUUNG!!


Setelah Cakram tersebut menyerap seluruh kekuatan iblis yang berbentuk cacing penelan Aura, melesatkan benda itu kearah Zee.


Para kultivator yang melihat dari kejauhan pun juga dengan segera mendekat kearahnya.


"Sungguh senjata pusaka yang begitu hebat!" ucap Senior Gao begitu sudah berada didekat Zee berdiri.


"Kultivator muda terimakasih telah menyelamatkan kami, jika kamu tidak segera datang dengan senjata itu mungkin kami sudah akan menjadi Zombie beberapa saat lagi." kata Yu Xuan sambil menangkupkan kedua telapak tangannya.


"Oh senior jangan terlalu formal, sebenarnya saya tadi tidak sengaja memasuki sebuah ruangan dan dikejar Zombie Sampai kemari dan karena sudah terdesak mau tidak mau aku menggunakan senjata itu." ucap Zee yang sebisa mungkin bersikap sopan dengan senior didepannya.

__ADS_1


Sedang Senior Gao yang memerhatikan Zee lalu merasakan Aura warrior milik Zee hanya berada ditahap awal tahap guru sedikit keheranan.


"Hei tunggu sebentar, bagaimana seorang warrior murid tahap awal seperti kamu bisa berada ditempat berbahaya seperti ini?" selidik Senior Gao pada Zee.


Zee yang juga bingung dengan pertanyaan Senior Gao pun menjawab dengan sekena-nya.


"Oh tadinya aku diajak gerombolan master tartar ketempat ini namun, saat diserang Zombie kamipun terpisah dan aku akhirnya terjebak dan tersesat di Gua ini." jawab Zee sedikit cemas, sedang Senior Gao masih terlihat cukup ragu.


"Tapi Ak-


Sebelum menyelesaikan perkataannya, larangan yang menyegel istana Wang Ji dihadapan mereka pun runtuh, dan membuat pintu istana kuno itupun terbuka.


"Hahaha, hari ini memang adalah hari keberuntungan kita ayo kita segera masuk ke istana Agung Wang Ji!" ucap tetua Gao yang juga diikuti oleh murid-murid kultivator lainnya.


"Pendekar muda ayo kita juga segera bergegas masuk ke istana Wang Ji yang Agung, jangan sampai senior tamak itu mengambil seluruh barang bagus didalamnya!" ucap Yu Xuan dan Zee juga bergegas mengikutinya dari belakang.


Istana Agung Wang Ji memiliki empat lantai dibawah atap paviliun kuno yang besar dan megah. Bisa dibilang kerusakan didalam istana ini tidaklah parah seperti bagian lain dari benteng Istana Relik Kuno, mengingat bangunan ini adalah bagian tersuci yang memiliki segel larangan yang begitu kuat yang melindunginya.


"Tempat ini benar-benar sangat menakjubkan, aku tidak bisa membayangkan betapa megahnya saat masih dalam keadaan jayanya" gumam Zee yang lirih sambil melihat-lihat bagian dalam istana itu.


''Kamu harus kurangi sikap memalukanmu itu, dan belajar menilai barang yang bagus" ucap Chi yang melayang keluar dan duduk atas sebuah meja kuno didekat Zee.


Zee kemudian panik karena melihat Chi keluar dari lautan Spiritual Pedang Hitam dan dengan santainya menampakan diri ditempat yang memiliki banyak orang. Setelah beberapa waktu mengobrol dengan Chi, Zee baru menyadari bahwa Pedang Hitam berfungsi juga sebagai lautan Spiritual sementara dan yang membuat Chi bisa tinggal dengan nyaman disana.


"Apa yang kamu lakukan disitu?! bagaimana jika yang lain melihat!" kata Zee panik namun hanya dibalas tatapan mata jengah dari Chi.


"Kamu ini bodoh ya?, aku ini adalah esensi Roh warrior level Roh tahap akhir. Hanya para Warrior tahap menengah dan para orang suci saja yang bisa melihat ku, kecuali mereka punya jurus kesadaran yang sama denganmu." ucap Chi sambil melayang keruangan yang lain.


"Para kultivator bodoh! itu hanya fokus mengambil harta tidak berguna dibagian bawah, tapi mereka tidak mengetahui harta Karun sebenarnya adalah benda ini." Chi menggunakan Aura Spiritualnya untuk membuka segel disebuah lukisan pintu sederhana yang berada di lantai 2 tempat itu.


"Astaga!! lukisan pintu itu benar-benar terbuka!" Zee dengan cepat mengikuti Chi masuk ke dalam segel itu.


Dan mata Zee dibuat takjub dengan harta karun yang akan membuat kultivator manapun sesak nafas begitu melihatnya, karena didepannya sekarang Zee seperti berada diruangan lain yang cukup luas, dengan tumpukan berbagai jenis tanaman obat kuno serta ratusan ribu koin emas dan artefak lainnya seperti terawetkan dengan baik didalam ruangan tersebut.


Namun Zee harus segera menghentikan kekagumannya itu dan buru-buru keluar, sebelum langkah kaki kultivator lainnya semakin dekat.


Segera ia keluar dan memasukkan lukisan sederhana tersebut kedalam cincin ruang dan waktu miliknya.


"Teman kultivator muda, aku sudah mengelilingi tempat ini dan tidak menemukan harta yang bagus, kenapa kamu masih disini?" tanya Senior Gao yang melihat Zee seperti dari tadi tidak mengambil artefak apapun.


"Oh benar Senior Gao, aku sebenarnya mencari beberapa senjata namun tidak menemukan yang terlihat bagus." ucap Zee yang memang agak canggung saat berbicara dengan senior itu.


Tap Tap!

__ADS_1


Brakk!!


Adik kultivator, Senior Gao kita sedikit mendapatkan masalah mari cepat keluar!" ucap Yu Xuan sedikit tergesa menghampiri Senior Gao dan Zee.


__ADS_2