
Tekanan Aura dari Zee membuat ketiga senior Master didepannya, terpental hingga belasan meter jauhnya.
Namun anehnya, Aura hitam tersebut membuat satu persatu luka di tubuhnya Zee beregenerasi kembali dengan sangat cepat. Pusaka Pedang Hitam yang menyatu dengan tubuh Zee, mengeluarkan setetes esensi darah Hewan Buas Kuno... dan segera meresap ke tubuh dan tulang-tulangnya, menyatu dan menjadikan tubuh Zee seakan dibentuk ulang kembali.
Lengan dan dada Zee membusung dan tubuhnya terlihat begitu berisi, mungkin untuk teman lama yang mengenalnya dan melihatnya akan sedikit terkejut karena perubahannya yang signifikan ini .
Sorot mata Zee, menatap tajam ke arah ketiga senior itu dengan iris hitamnya yang begitu mengintimidasi. Tatapan mata tersebut membuat siapapun yang melihatnya menjadi pusing dan seolah jiwa dan pikiran mereka tercabik-cabik. Untung saja ketiga senior Master masih memiliki cukup banyak energi spiritual untuk menahan serangan jiwa tersebut.
*WUUUNG!!!*
Tekanan level Aura yang belum pernah dirasakan oleh ketiga senior Master itu. Membuat mereka tidak mampu menahan tubuh mereka lagi, hingga kemudian dipaksa berlutut dengan nyaris tersungkur di tanah.
"Tu_tuan muda Xiao mohon berhenti!, kami datang dengan niat yang damai!" ucap salah satu senior laki-laki yang memiliki tubuh sedikit berisi itu kepada Zee... yang seperti kehilangan kesadarannya.
Zee hanya melirik ke arah mereka sekilas yang sudah terlihat tidak berdaya. Dan di saat itu Zee benar-benar terlihat lebih mirip seperti seorang monster yang memiliki tubuh pria muda.
"Tuan Xiao Ze!, kami adalah ketiga bayangan milik saudara dari ibumu, dan kami kemari karena ditugaskan untuk melindungi anda...
"Mohon belas kasihan!"
Setelah sebagian kesadaran jiwa Zee memulih, ia dengan samar mulai bisa mendengar dan memahami keinginan tiga senior tersebut. Dan sekuat tenaga ia segera menghentikan kekuatan yang menghancurkan yang keluar dari tubuhnya itu.
"Arrkk!"
"Kenapa aku ini!"
"Hen_ hentikan!"
*SWOOSH!*
Kekuatan aura yang berada disekitar tubuh Zee, perlahan mulai memudar namun dari efek pelepasan Aura tersebut tubuh Zee sulit di kontrol dan akhirnya ia pun terjatuh.
BUK!
Kegelapan menyelimuti Zee, ia merasa sedang berada di sebuah ruangan hitam besar dan luas yang terlihat seperti tidak ada ujungnya.
"Apakah aku telah mati?"
"Dan inikah Neraka?"
Zee yang masih bingung dan menerka-nerka dimana dia berada sekarang, kemudian merasakan Aura yang sangat mengintimidasi dari belakangnya.
Zee sadar bahwa aura yang keluar dan melindungi dirinya tadi, tidak jauh berbeda dari yang sekarang ia sedang rasakan.
Jika ini adalah Neraka!, maka aku adalah iblis yang menelan jiwamu...
"Huh"
"Siapa?!"
Zee yang terkejut mendengar suara yang sepertinya tidak asing di telinganya itu, kemudian berbalik dan melihat apa yang ada dibelakangnya saat ini.
Dan ketika dia melihat apa yang tadi mengajaknya bicara. Matanya sedikit terbelalak dan bahkan saking terkejutnya, ia pun kehilangan keseimbangan sampai terjungkal kebelakang.
Dihadapan Zee sekarang, dirinya melihat seekor makhluk yang sangat besar dan mengerikan, dengan tatapan buasnya serta Aura kematian yang dikeluarkannya sangatlah mengintimidasi.
__ADS_1
Makhluk itu terlihat seperti ular raksasa, memiliki sisik berwarna hitam kemerahan dan dua lengan cakar yang bisa difungsikan sebagai sayap. Kepalanya seperti Naga Bumi dengan sedikit bulu merah dibagian dagu dan leher. Tiga tanduknya mencuat ditengah dan dua sisi di samping kepala makhluk monster tersebut.
Hewan buas atau monster itu kemudian menjulurkan lehernya mendekat ke arah Zee sambil menatapnya dengan tajam.
Apakah kamu takut padaku?
ucapnya pada Zee yang bahkan belum terbangun dari keterkejutannya tadi.
"K- kau bisa berbicara lewat telepati?"
Tentu saja aku bisa... bahkan berbicara dengan telepati adalah salah satu keahlian ku. jawab makhluk buas itu tanpa mengalihkan pandangannya.
Dari perkataan makhluk itupun ,Zee akhirnya mengetahui bahwasanya, suara aneh yang selalu memandu Zee saat terdesak dalam bahaya adalah suara dari monster ini.
"Jika begitu kamu bukanlah musuhku saat ini."
"Lalu sebenarnya apa yang kamu mau dariku?, aku yakin kamu membantuku bukan karena kebetulan bukan?"
Hewan monster itu memandang Zee sekilas dan kemudian menutup matanya sejenak, tak lama kemudian tubuhnya pun dengan cepat menyusut dan berubah menjadi sesosok wanita muda yang sangat cantik.
Seorang wanita muda, bertubuh ramping dengan rambut hitam panjang dan sedikit kemerahan di ujung serta memakai pakaian serba hitam dengan gaya yang cukup berani. Perlahan mendekati Zee yang masih saja terduduk sambil terbengong itu.
Wanita itu berdiri tepat dihadapan Zee yang masih bengong dan segera memperkenalkan dirinya.
"Namaku adalah Chi dan aku adalah esensi roh dari pedang yang kamu temukan di gua sempit beberapa bulan lalu." ucapnya sambil memandangi Zee dengan teliti.
"Ja- jadi kamu adalah suara yang memandu aku selama ini?!, tapi kenapa kamu mau menyelamatkan aku yang adalah orang lemah ini?,"
"Dengan kekuatan mu itu, aku yakin kamu bisa pergi tanpa harus memerlukan bantuan ku, katakan sebenarnya apa yang kamu inginkan?" cecar Zee pada wanita muda didepannya.
Chi yang ditanya seperti itu hanya menatap Zee sekilas dan kemudian menghembuskan nafas.
Dan Zee yang mendengar dia dibilang bodoh, hanya bisa diam sambil pelipisnya berkedut karena menahan emosi.
"Huh"
"Ketika tubuhku hancur saat peperangan besar di era lama. Seorang warrior tingkat Suci mengambil sebagian esensi roh dan darahku, meleburnya dengan besi langit misterius dan menjadikanku sebuah pedang,"
"Namun karena aku sangat lemah saat itu dan mustahil bagiku untuk membangkitkan kesadaran. Tetua Bijak itu membuatkan segel darah misterius, dan menyegel esensi roh dan darahku bersamaan dengan esensi darah miliknya."
"Dengan keterampilan segel hebat itu kesadaran ku pun pulih kembali. Hanya saja bisa dibilang jurus segel ini membuat ku menjadi seperti parasit. Dan suatu ketika tuan yang aku jadikan inang telah wafat maka esensi darahnya akan terputus. Dan diriku akan kembali kehilangan kesadaran," tutur Chi dengan jujur.
Sedang Zee mulai mengerti dengan apa yang terjadi, dirinya masih ingat ketika didalam gua jari Zee memang tidak sengaja tergores dan darahnya menetes ke pedang hitam berukir itu. berarti kala itu secara tidak langsung Zee telah menjadi inang baru bagi Chi.
"Aku mengerti..."
"Namun kenapa kamu baru muncul ketika aku dalam keadaan seperti tadi, kenapa tidak dari awal kamu membantuku?" tanya kembali Zee sambil memastikan perkataan wanita ular didepannya tidak sedang berbohong.
"Esensi energi milikku adalah kegelapan dan kemalangan, kamu baru bisa merangsang kekuatanku saat dalam keadaan putus asa seperti yang terjadi barusan, dan setelah kamu bisa membangkitkan esensi kekuatanku maka kamu harus berlatih sedikit demi sedikit agar bisa mengontrolnya." ucapnya lagi.
"Pertemuan kita bukanlah kebetulan dan perjalananmu masih sangat panjang, dan selama itu aku akan membimbing kamu agar menjadi lebih kuat!"
"Dan ngomong-ngomong ketiga manusia lemah itu masih menjagamu dari tadi."
****
__ADS_1
Dan setelah mengatakan itu Chi dan ruang hitamnya mulai memudar, kesadaran Zee kembali dan perlahan-lahan ia membuka matanya.
Sesaat setelah membuka mata, dirinya bisa melihat sebuah api unggun yang lumayan besar dan dua orang senior sedang berbincang-bincang sambil memanggang sesuatu.
"Oh..Nak kamu sudah bangun?"
Mendengar suara lembut keibuan itu. Zee langsung tersadar bahwa sekarang dia sedang tertidur dipangkuan senior wanita yang tadi membunuh bandit dengan sangat kejam.
Mengingat akan hal itu. Zee dengan reflek menghindar agak menjauh, dia juga terkejut saat menyadari tubuhnya sedikit berubah, dan terasa sangat berbeda dari yang sebelumnya.
"Hey... hey! Nak, santailah sedikit tidak akan ada yang menyakitimu disini," ucap seorang senior berbadan sedikit kurus sambil melempar potongan daging bakar ke arah Zee.
"Bayangan Cakar menjagamu sedari tadi, bahkan menjahit bajumu yang robek sampai hampir semalam." tambah senior Master lainnya.
Senior wanita yang tadi memangku Zee mendekat, dan memberikan baju Lee yang baru selesai dia jahit karena robek saat bertarung beberapa jam yang lalu.
"Ini pakailah!... jangan takut kami tidak menggigit kok." ucapnya sambil tersenyum.
Lee yang yang salah sangka terhadap mereka pun merasa tidak enak hati, dan akhirnya meminta maaf kepada ketiga senior Master itu. Dan dengan begitu sedikit demi sedikit suana canggung dan tegang seperti tadi pun perlahan menghilang.
"Emm, ngomong-ngomong kami belum sempat memperkenalkan diri tadi...
"Kami bertiga dikenal sebagai Tiga Bayangan Misterius. Aku biasa dipanggil si Pemukul, yang agak kurus itu si jari Pedang, sedang wanita yang menjagamu itu dipanggil si Cakar Hantu."
Kami bertiga adalah pengawal pribadi pangeran Hisha dari negeri Naga di sebelah laut timur, dan kami diutus kesini untuk menjagamu." ujar senior tersebut kepada Zee yang sedikit bingung, tapi sedikit mulai mengerti karena tadi mereka juga menyinggung tentang ibunya.
"Aku tahu Ibuku berasal dari negara luar, tapi tidak pernah menyangka jika dia adalah putri kaisar negeri Naga." kekeh Zee sambil tertunduk.
"Ibumu bukan hanya putri negeri Naga namun juga panglima perang terkuat dimasanya. Namun kecintaannya kepada Marquis kota pedang dari kekaisaran benua timur, membuat ibumu dibuang dan dianggap musuh negara oleh kakekmu, bahkan inti dari akar spiritualnya juga dihancurkan!." lanjut senior wanita terhadap Zee.
"Apa! bagaimana mungkin itu terjadi senior?, bagaimana kakek tega melakukan hal itu kepada ibu!." geram Zee yang mendengar penuturan senior wanita itu. sedang kedua senior lainnya saling berpandangan dan kemudian saling menggelengkan kepala.
"Hah....."
"Hubungan antara kekaisaran Laut Timur dan Negeri Naga sangat buruk sejak berabad-abad, walaupun diluar kelihatan baik-baik saja dan saling berbisnis. Tapi sebenarnya mereka melakukan berbagai upaya untuk menjatuhkan satu sama lain tanpa harus membuat perang secara terbuka."
"Xiao Ze kamu masih sangat muda. Suatu saat sambil berjalannya waktu, kamu juga akan mengerti dan memahami segala permasalahan yang terjadi didunia ini." lanjut senior tersebut dan mencoba memahami apa yang Zee rasakan sekarang.
....
Percakapan mereka berempat berlangsung hampir semalam itu. Ke-tiga senior itu mengungkapkan keinginan pamannya Zee, yaitu pangeran Hisha yang sebenarnya ingin dirinya untuk kembali ke Negeri Naga, namun untuk sementara Zee menolak semuanya itu.
Zee masih harus menyelesaikan misi yang diterimanya, dan menjadi lebih kuat sebelum kembali ke negeri Ibunya itu. Mengingat saat kembali ia kemungkinan akan masuk dalam suasana politik keluarga, dan Zee tau urusan menyangkut politik sangatlah kejam!.
Walaupun senior Cakar yang memiliki sifat keibuan tidak setuju, namun ia dan senior lainnya juga mengerti dan memahami. Masuk ke dunia keluarga kekaisaran memang memiliki resiko yang tinggi.
Dan pagi hari setelah percakapan itu. Zee memutuskan untuk memilih jalannya sendiri saat ini, untuk bisa terus menambah pengalaman dan bertambah kuat. Ketiga senior juga menghargai pilihan Zee namun mereka juga tidak Setega itu meninggalkan Zee tanpa perbekalan.
Sebuah cincin berisi berbagai sumber daya yang cukup untuk Zee tumbuh dalam beberapa tahun, dan juga liontin berisikan array teleportasi diberikan kepada Zee.
"Ingat gunakan segel array teleportasi ini saat dalam keadaan terpaksa saja, mengingat senjata ini sudah langka." ucap senior Jari Pedang kepada Zee.
"Baik senior!, Zee akan terus mengingatnya!."
Dan setelah percakapan dan sebuah pelukan dari senior Cakar. Pagi itupun mereka benar-benar berpisah.
__ADS_1
Zee melanjutkan kembali mencari Gua Relik Kuno, dengan memilih melewati Gurun Misterius didepan karena pikirnya tempat berbahaya akan semakin sedikit orang yang melewatinya.
Sedang Ketiga senior itu kembali ke Negeri Naga untuk melapor kepada pangeran Hisha.