
" hai pemalas... bangun gih tuh di cari bunda" kata sang kakak, setelah masuk kedalam kamar Su ling.
"hmm" hanya deheman kecil yang su long dengar dari sang adik pemalas..
" ayolah.. jangan terus-terusan ke gini... kita semua mau makan Ling, nunggu kamu udah mati kelaparan kita..." keluh Su long sambil menggoyangkan badan adiknya yang masih nyaman dengan mimpinya.
" ya kalian saja yang makan, Ling Ling masih ngantuk ka" jawabnya sambil membelakangi sang kakak.
"ya sudah kakak cuman tinggal bilang ke bunda kalo anak tersayang nya ngk mau makan... " ucap si long sambil meninggalkan kamar Su Ling
" akh kakaaaaak....! ish ya padahal kan Ling Ling ngk bilang ngk mau makan..." Su Ling menggerutu sambil beranjak ke kamar mandi.
setelah merapikan rambut yang acak-acakan Su Ling cepat menghampiri keluarganya yang sudah mulai sarapab...
"loh kata Long, kamu ngk mau sarapan?? kenapa ke sini?? " tanya bunda sambil melihat Su Ling.
"akh bunda... kakak long yang salah menafsirkan... Ling Ling cuman bilang duluan aja, tapi kakak tuh yang ngelantur kemana-mana" wajah Su Ling jutek sambil mencebik sang kakak yang anteng dengan sarapannya
" lah bukannya emang kamu ngk mau sarapan ya? " tanya Su Long balik.
" ekh ngk ya kak... udah lah mana sarapan buat Ling Ling, ko ngk ada yang siapin sih.." sambil duduk di tempat yang biasanya ia duduki.
" ngk ada..." jawaban keluarga nya serempak kecuali bunda.... bunda hanya menggeleng melihat kelakukan suami dan anak nya.
__ADS_1
"bundaa.. "rengek Su Ling.
"ada ko tadi bunda udah siapin, tuh di dapur. tadinya mau di anterin ke kamar kamu... ya ngk jadi di deh... ngeliat kamu turun."
Su Ling tersenyum manis, sedangkan sang bunda mengambilkan sarapan untuk sang anak
"bunda memang yang terbaik... sayang bunda" sambil memeluk sang bunda...
"lah ngk sayang ayaah juga" gerutu ayah
" ngk sayang ayah.... ayah juga tadi ngk peduli ke Ling Ling, kakak juga sama.. dasar para lelaki ..." ujar Ling Ling sambil menyantap sarapan nya
"akh..." jerit Su Ling mendapat Jitakan mendadak di keningnya
" dikit dikit jitak, dikit dikit jitak.... sakit tau" bukannya menjawab Su Ling malah menggerutu mendapat jitakan dari sang kakak
" itu tanda kakak sayang ke kamu" ucap Su Zaou.
" Kan bisa peke peluk ke, cium ke ... ini malah kena jitak.. udah mah keras lagi jitakannya." keluh Su Ling
"udah ngk sakit kan?" tanya sang bunda sambil mengelus kening Su Ling
"udah ngk sih Bun" jawab Su Ling sambil tersenyum
__ADS_1
"dih giliran ke bunda, manja banget giliran ke kita aja ngegerutu Mulu" ujar Su Long
"wajar sih kan aku tuh sayangnya ke bunda..." jawab Su Ling
" kalian kerjaannya berantem terus... oh iya Ling..! setelah lulus nanti mau kuliah di mana?" tanya ayah sambil melihat Su ling
bukannya menjawab tapi Su ling memperlihatkan wajah cemberutnya.
"mm yah belum ke pikiran... nanti deh klo udah pelulusan Su Ling cari kampus yang su Ling mau" bukan tanpa alasan Su Ling bicara seperti itu. ya su ling sebenarnya tidak mau melanjutkan pendidikan nya di kampus manapun. tapi bunda dan ayah selalu mementingkan pendidikan. ini hanya alasan semata agar ayahnya tak mengekang Su Ling
" bila setelah pelulusan tiba, kamu tak mendapatkan kampus, ayah terpaksa mendaftarkan mu di kampus lulusan kakak mu itu. di lihat dari pengetahuan, kamu oke. cuman tinggal di asah biar giat saja.. bila perlu ambil jurusan kedokteran. kan kamu juga sudah sering melihat kakakmu ini pasti..." belum sempat ayah berbicara.
"brak..." Su Ling menggebrak meja .
" Ayah Su Ling ngk mau di atur, jadi biarkan Su Ling yang mencari" Su Ling marah tapi bingung mau marah bagai mana. di hadapannya adalah ayahnya, sebenarnya ia tau.. semua yang di lakukan ayah maupun bundanya itu demi masa depannya.. tapi tetap saja ia merasa tertekan
ayah hanya diam melihat kepergian sang anak.. Su long ingin mengejar tapi di tahan oleh ayahnya.
" biarkan Ling Ling sendiri dlu... ayah cuma ingin yang terbaik untuk nya.. tapi respon nya seperti ini... hais" kepalanya seperti berdenyut memikirkan anak bungsunya
"sudahlah yah... biarkan Ling Ling mencari sendiri klo belum dapat baru kita bahas lgi ya... jangan terlalu memaksa kehendak nya" bunda hanya bisa mengelus lengan ayah..
" yang kamu ucapkan benar..." ucap sang ayah
__ADS_1
Su Zaou dan Su Long hanya saling pandang dan menggelengkan kepala. ya mereka lebih tau pemikiran sang adik yang tak mau kuliah ...