Jiwa Malas Rainkarnasi

Jiwa Malas Rainkarnasi
ajakan bunda


__ADS_3

siang pun berlalu, Su Ling masih dengan sifat malasnya. tiduran di kamarnya sambil sesekali membaca buku novel, komic, dan cerpen lain nya. ia sudah melupakan adegan tadi pagi


"tok tok tok" bunyi pintu di ketuk dari luar


" Ling Ling... ini bunda.. boleh bunda masuk?" tanya bunda


"iya Bun... masuk aja, lagian ngk di kunci juga" jawab Su Ling masih dengan posisi rebahan.


"anak bunda lgi ngapain..? baca apa gitu? loh ko baca beginian mending baca buku kedokteran atau menejemen lain nya yang bermanfaat, " tanya bunda sambil melihat Su Ling yang rebahan sambil membaca sebuah novel.


"bunda, Ling Ling bosen makannya baca novel. lagian kan Ling Ling udah mahir klo bikin-bikin racun kaya kak Zaou apalagi soal bisnis seperti kak Long." jawab Ling Ling santai sambil membalik halaman buku terus menerus


"di bilangin ya... meski kamu memiliki kemampuan ingatan fotografi. tapi belum tentu kamu bisa melakukan seperti yang kakak kamu lakukan. cuma pemahaman saja tanpa tindakan itu belum dikatakan berhasil sayang!" bunda sering sekali menasihati anak bungsunya ini. tapi mau gimana lgi, sifatnya memang seperti ini.


" bunda, tanpa bergerak juga bisa berhasil ko... buktinya para haeker bisa dengan mudah mendapatkan hasil, pelukis juga sama, cuman gerakin tangan doank kan ", sanggah Su Ling

__ADS_1


" tapi heaker kan punya pemikiran lebih luas, apalagi soal pengkodean, melukis juga butuh talenta dan harus di asah biar menghasilkan sesuatu yang terbaik" jawab bunda sambil mengusap lembut rambut Su Ling


"bunda tau kan Ling Ling ngk bisa ngapa-ngapain? sekolah aja Ling Ling males, apalagi kerja kaya kak Zaou dan kak Long" jelas Su Ling


" bunda pengen kamu juga kaya kakak-kakak mu Ling...! tapi bunda juga ngk tega kalo kamu ke capean kamu akan drof" dalam hati sang bunda


"iya bunda ngk maksa ko" jawab bunda


tubuh Su Ling memang lemah, kecapean sedikit bisa pingsan bahkan sampai berhari-hari. ibunya saja sebagai dokter terkenal Thionghoa tidak menemukan penyakit apapun selain tulang belakang yang lemah.


" Ling, bunda boleh minta tolong ngk?" tanya bunda mengalihkan pembicaraan.


Su Ling mengangkat alisnya " memangnya bunda mau minta tolong apa ke Ling Ling?, bunda tau kan Ling Ling ngk bisa ngapa-ngapain" tanya Su Ling, merubah posisinya menjadi duduk


"bunda pengen belanja di pasar. temenin bunda ya!" pinta bunda

__ADS_1


" bunda ini udah siang... klo masih pagi iya aja Ling Ling temenin... ganti lah jangan ke pasar. " Su Ling menjawab cepat


" aih padahal bunda pengen tawar menawar sama pedagang pasar" keluh bunda


" ya udah Ling Ling temenin, tapi cuma satu jam aja ya... " akhirnya Si Ling mengiyakan kemauan bundanya.


"gitu donk anak bunda yang cantik, bunda tunggu di bawah ya... jangan lama-lama siap-siap nya ya" senyum merekah di wajah bunda nya.


setelah kepergian sang bunda, Su Ling langsung bersiap-siap, iya memakai baju panjang putih, celana jeans, memakai topi hitam, tas kecil hitam dan sepatu kets putih.


setelah semuanya siap Su Ling turun ke bawah, ya kamar Si Ling di lantai dua.


"ayo sayang kita brangkat" ajak bunda.


"iya bunda" jawab Su ling singkat.

__ADS_1


__ADS_2