Jiwa Malas Rainkarnasi

Jiwa Malas Rainkarnasi
Sebuah Nama


__ADS_3

Benar dugaan Su Ling. Tengah malam Su Ling , Jian Fei dan ketiga pelayannya disibukan dengan tangisan kedua bayi. pelayan Mei dan Chen membatu mengganti kedua popok sedangkan pelayan Du menyiapkan segala kebutihan ke dua bayi tuam mereka.


Masih menggema tangisan kedua bayi membuat Jian Fei pusing mendengarkan nya akhirnya ia keluar kamar mencari ketenangan..


Sementara Su Ling Menyiapkan bantal di kedua sisi pangkuannya. Untuk kedua bayi nya yang nanti menikmati asi Su ling.


Su Ling bergadang dengan pelayan nya. setelah mendapatkan asi kedua anak nya tak mau tidur malah berceloteh dan bergerak-gerak ingin bebas dari bedong yang melilit tubuh keduanya....


Akhirnya Su Ling bisa kembali tidur setelah keduanya tidur....


" akh... Ngantuknya... Begini rasanya begadang dan ngurus bayi ... Melelahkan... Ekh biasanya tubuhku akan ambruk jika terlalu kelelahan tapi saat ini hanya rasa kantuk saja yang ku rasa... Apa tubuhku sudah kembali sehat seperti manusia lain nya ya... Akh sudah lah yang penting aku tidur dulu.. " monolog Su Ling saat memikirkan tentang tubuhnya yang biasanya akan ambruk karna lemah tapi berbeda dengan yang ia rasakan sekarang...


....


Su Ling bangun dari tidurnya... Jendela sudah terbuka matahari menerobos masuk memberikan kehangatan. Hari sudah siang Su Ling tidak menyadari jika Semalam suaminya tidak kembali ke kamar nya..


" pelayan Du,, siapkan air hangat. Aku ingin berendam... " ujar Su Ling


" baik nyonya" pelayan Du yang menjaga di sana bergegas menyiapkan air untuk ritual mandi Su Ling.


Selang tak lama saat Su Ling telah selesai mandi dan berdandan di bantu oleh pelayan Chen . Jian Fei datang dengan jubah perangnya semalam saat Jian Fei, wajahnya sendu seperti banyak sekali yang ia pikirkan.


" kau kenapa? Ada apa dengan wajahmu itu.? " tanya Su Ling sambil melihat tampilan Jian Fei rapih seakan-akan pergi meninggalkannya lagi...


" Pasukan ku semalam di serang, mungkin pihak musuh tau aku kembali ke kediaman Duke kemarin, aku harus kembali secepatnya tapi hatiku seakan menolak untuk pergi" ucap Jian Fei Sambil melihat kedua bayinya yang tertidur lelap.

__ADS_1


" kau pergilah, mereka lebih membutuhkan mu. Aku dan anak- anak akan baik-baik saja di sini... " jawab Su Ling.


"Tapi setidaknya sebelum kau pergi, berikan sebuah nama untuk anak-anak ku..." lanjut Su Ling.


" ya kau benar.. Mereka belum mempunyai nama... Bagaimana jiks Jian Rao untuk si tampan dan Jian Rui untuk si cantik. " jawab Jian Fei


" Jian Rao dan Jian Rui... Nama yang bagus..." tanggap Su Ling...


" sepertinya aku akan lama tinggal di perbatasan... Mungkin satu tahun atau lebih... Apa tak masalah??? " tanya Jian Fei melihat Su Ling terdiam mendengar ucapan Jian.


" tak masalah... " jawab Su Ling siangkat...


"..."


"..."


" apa Su Ling marah, kenapa dia diam begitu... Dan yang di katakan Su ling benar, mereka yang ada di perbatasan membutuhkan ku... Tapi akan lama aku kembali... Anak-anak ku baru saja lahir dan aku harus meninggalkan mereka .... Ayah macam apa aku... semoga mereka akan baik-baik saja saat ku tinggal... " pikir Jian Fei


kesunyian yang terasa di kamar itu... Kedua insan yang berdiri satu sama lain terdiam dengan pemikiran mereka masing masing.


" tiap bulan akan aku kirimkan surat.. Jika keadaan perbatasan sudah membaik aku akan segera kembali" ucap jian Fei..


"hmmm " Su Ling hanya menanggukan kepalanya tanda mengerti....


" kapan kau akan pergi?" tanya Su Ling

__ADS_1


"..." Jian Fei tak menjawab pertanyaan Su Ling. Ia kembali melihat kedua anaknya dan mencium kening kedua bayi yang masih lelap dalam tidurnya... Setelah itu Jian Fei memeluk Su Ling, Su Ling awalnya hanya diam mendapatkan pelukan hangat dari Jian Fei tapi setelah itu ia membalas pelukannya...


" saat ini... Aku titip ke dua anak-anak ku... Aku akan pergi sekarang.. Ini untuk kedua anak ku dan ini untuk mu" ucap Jian Fei sambil memberikan satu kotak besar untuk Jian Rao dan Jian Rui dan satu kotak lagi berukuran sedang untuk Su Ling.


Su Ling langsung membuka kotak untuk nya di hadapan Jian Fei.


Didalamnya ada kalung dengan bandulan yang indah berwarna warni. Batu Jade langka menjadi bandulan indah kalung itu..


Jian Fei mengambil kalung itu dan memakaikan nya pada Su Ling ...


" kau cantik ling" ucapnya


" terima kasih" jawab Su Ling tersenyum malu saat di bilang cantik oleh suaminya sendiri.


Tok


Tok


Tok


" tuan Duke kudanya sudah siap." ucap penjaga, keduanya kaget mendengar ucapan penjaga di luar


" baiklah aku pergi.." ia kembali mencium kening Su Ling dan berlalu pergi dengan penjaganya.


Su Ling hanya diam memerhatikan punggung kekar itu menjauh sampai tak terlihat kembali .

__ADS_1


" semoga kau baik-baik saja di sana" gumam Su Ling


__ADS_2