
Su Ling dan bunda nya Zee Lan, di antar oleh supir pribadi bunda nya Situ Wei. Sesampainya di pasar yang cukup ramai dikunjungi banyak orang.
Su Ling dan Zee Lan keluar dari mobil dan langsung beranjak ke pedagang ikan- ikan segar.
" mbak ini ikan nila nya brapa sekilo?" tanya Zee Lan sambil melihat-lihat ikan yang ada di kolam ikan.
" ini ikan nila sekilonya 35 ribu Bu." jawab sang penjual
" 25 rbu aja Bu.. Soalnya saya mau beli banyak" tawar Zee Lan.
" yah ngk bisa bu, ngk untung ke saya nya Bu.. 32 ribu Bu klo ibu mau.."
"mmm 30 rbu aja, saya mau beli 5 kilo gimna?" tawar bunda lagi..
" ya sudah Bu. saya kasih 30 rbu tapi jangan bilang ke yang lain ya Bu... rugi saya nanti" ujar penjual..
"iya tenang aja Bu. tapi yang gede-gede ya soalnya buat di panggang enak kayanya.." jawab Zee Lan.
" ikan nila emang paling enak itu di panggang Bu" sahut sang penjual sambil mengambil ikan nila di kolam ikan
__ADS_1
Su Ling hanya melihat interaksi antara ibunda nya dengan sang penjual. setelah ikannya di bungkus Situ Wei membawanya ke mobil meninggalkan Si Ling dan Zee Lan di tengah keramaian pasar.
kembali Zee Lan tawar menawar pada penjual sayur, daging dan rempah-rempah untuk stok mingguan di rumah..
Situ Wei yang membawa semua barang belanjaan Zee Lan
"Ling Ling malam nanti mau makan apa ?" tanya Zee Lan
" makan apa aja yang penting bunda yang masak" jawab Su Ling sambil melihat ke kiri-kanan.
" bun Su Ling laper... cari makan yuk." ucap Su Ling sambil mengelus perutnya yang rata.
" mau donk Bun... di sebrang sana ada yang jual bakso.." jawab Su Ling sambil menunjuk kedai bakso.
" iya, bunda mau telpon pak Situ Wei dulu ya, biar ngebakso bareng-bareng.. kamu tunggu bunda bentar " kemudian Zee Lan menelepon pak Situ Wei
Su ling berdiri lama menunggu bundanya yang menelpon tak kunjung di angkat-angkat. akhirnya tanpa di susul pak Situ Wei datang
" aih pak Wei dari mana aja? dari tadi saya telpon ngk di angkat-angkat" omel Zee Lan
__ADS_1
" aduh nyonya, hp saya di taroh di mobil, lupa di ambil tadi" jawab Situ Wei sambil menggaruk telinga belakang nya.
" ya udah bun. ayo kita makan." ajak Su Ling
" iya sayang.. ayo pak Wei kita ngebakso di kedai sana" jawab Zee Lan
" baik nyonya" sahut Situ Wei.
baru beberapa langkah Su Ling merasakan pusing yang amat menyakitkan, tanpa di sadari darah mengalir dari hidungnya.
Zee Lan Dan Situ Wei berjalan di belakang Su Ling ikut berhenti saat Su Ling mendadak berhenti
" Ling ko berhenti? " tanya Zee Lan heran sambil melihat sang anak. tak lama Su Ling Tak sadarkan diri.
darah segar membanjiri baju putihnya, Zee Lan kaget melihat keadaan putrinya. ia segera memberikan pengobatan pertama untuk Su Ling tapi darah yang di keluarkan oleh nya malah bertambah banyak
"astaga Ling Ling,.. !!! pak cepat kita bawa Ling Ling ke rumah sakit... " ujar Zee Lan dengan ke panikan nya.
pak Situ Wei langsung menggendong Su Ling dan lari ke parkiran. untung tempat parkiran nya sepi jadi mempermudah Situ Wei membawa ke luar dari pasar.
__ADS_1
"sayang hei.. lihat bunda... bertahan ya... bunda mohon.." sepanjang jalan suara Isak tangis Zee Lan terdengar.