
Su Ling di larikan ke rumah sakit. wajahnya pucat, dan darah yang di keluarkan nya terus menerus keluar. Zee lan menangis sambil berusaha menghentikan pendarahan yang abnormal ini..
" pak . Cepat pak.... Astaga kenapa bisa begini.. Ling bangun sayang. Jangan buat bunda takut, bangun bunda mohon sayang" ujar Zee Lan sambil terus mencoba membangun kan sang anak.
" sebentar lagi kita sampai nyonya ..." pak Situ Wei juga khawatir dengan keadaan anak majikannya.
saat sampai di parkiran rumah sakit , pak Situ Wei segera menggendong Su Ling sambil berlari ke koridor rumah sakit...
" cepat.. Cepat tolong anak saya" teriak Zee Lan ... Sambil mengikuti Situ Wei. Tak lama beberapa perawat dan dokter mengambil alih Su Ling di gendongan pak Situ Wei.
" Shi Rui ku mohon tolong anak ku... pendarahannya tak mau berhenti... aku sudah mencoba mengentikannya tapi tak bisa... Tolong selamatkan anak ku kumohon!" ujar Zee Lan pada sang dokter sekaligus temannya.
" Lan, kamu tenang dulu. Aku dan tim medis akan berusaha menyelamatkan anak mu, kamu tunggu di sini biar aku perika keadaan nya sekarang" jawab Shi Rui sambil berlalu meninggalkan Zee Lan dan pak Situ Wei di lorong rumah sakit.
" hiks..hiks.. Ling bunda mohon jangan buat bunda takut.." lirih Zee lan sambil terus melihat pintu UGD yang tertutup.
"nyonya. Saya akan menelpon Tuan dan Tuan Muda dulu" kata pak Situ Wei.
"hiks.. Hiks.." tak ada jawaban dari Zee Lan, karena pikirannya sedang kalut memikirkan keadaan putrinya
Sementara itu pak Situ Wei segera mengabari pada tuan nya..
Hampir satu jam Su Ling di periksa di UGD.
__ADS_1
tak lama suara hentakan kaki bersakutan seperti mengejar kereta yang ketinggalan.
Terlihat wajah khawatir dari ke tiga pria yang saat ini mendatangi wanita yang masih menangis di kursi tunggu...
mata Zee Lan membengkak karena terus menerus menangis.
" Sayang..!" panggil Su Xin sang suami.
"pah... Hiks.. Ling Ling pah...hiks.. Tadi tadi tiba-tiba Su ling pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah.. Bunda sudah mencoba menghentikan pendarahannya tapi tapi.... hiks hiks" tangisan Zee Lan pecah saat Su Xin tiba dan memeluknya..
"sudah... Kamu jangan menangis sayang.." ujar Su Xia
"Seandainya aku tak mengajak Ling ling ke pasar mungkin dia tidak akan drop lagi ... Aku membuat nya lelah menemani ku berbelanja .... Aku bunda yang bodoh hiks..."
"iya bunda ini bukan salah bunda... Bunda tenang dulu ya... Kami yakin ling ling akan baik-baik saja." sahut Su Long
berselang 10 menit dokter Shi Rui keluar dengan wajah lelah.
"Dokter bagaimana keadaan adik saya" ujar Su Long Dan Su Zaou bersama
"adik kalian sudah baik-baik saja , hanya saja belum bisa kalian temui" ujar dokter Shi Rui
"Tuan Su dan nyonya Su tolong ikut ke ruangan saya. " kata dokter Shi Rui
__ADS_1
" baik dokter... Ayo sayang..." jawab Su Xia sambil memapah sang istri yang masih sesegukan menangis.
Tiba di ruangan dang dokter, dokter Shi Rui mempersilahkan tamunya duduk
" Tuan Su dan nyonya Su, kondisi putri kalian mengalami ke abnormalan yang tak biasa pada manusia normal. Struktur tulang punggungnya lemah membuat sel darah putih menipis dan mengalami pendarahan hebat. Sel darah putih ini menipis mengakibatkan pendarahan susah di tangani dengan baik.
kondisi putri kalian sekarang sudah baik-baik saja . Hanya saja kondisisnya sedang koma" jelas dokter Shi Rui
" dokter Shi, saya mohon tolong berikan dia fasilitas yang terbaik. " ujar tuan Su Xin
"baik tuan Su. Saya akan berusaha semaksimal mungkin merawat anak anda" jawab dokter Shi Rui
" dokter apa bisa kita lakukan oprasi tulang belakang? " tanya Zee Lan
" struktur tulang Su Ling berbeda hanya bisa menerima donor tulang belakang agar struktur tulang kembali dengan normal seperti yang lain. dan hanya tulang belakang yang cocok saja yang bisa di jadikan donor. dan oprasipun harus di lakuka saat pasien melewati masa komanya. " ujar dojter Shi Rui
" dokter ambil tulang belakang saya dokter" kata Zee Lan
" nyonya Su, lebih baik mencari pendonor yang sudah sekarat , karena operasi ini jika di lalukan pada nyonya su bisa berakibat fatal. Seperti pembekuan syaraf , lumpuh bahkan paling parah yaitu meninggal. Mohon di pertimbangkan kembali. " jawab dokter Shi Rui
" baik lah dokter. lakukan yang terbaik agar anak saya bisa melewati koma nya. Kami akan mencari pendonor untuk putri kami" kata tuan Su Xia
" baik tuan saya mengerti."
__ADS_1