
" akh segarnya... " usai ritual mandi yang di bantu oleh pelayan Chen dan Du.
"nyonya makan malam sudah siap" ujar pelyan Mei.
Su Ling melihat makanan tersusun rapi di meja tengah ruangan
" pelayan Mei, tolong bawa ke sini saja makanan nya ... aku masih sulit untuk berjalan" pinta Su Ling
" baik nyonya" jawab pelayan Mei
Pelayan Mei di bantu pelayan Du meletakan ulang makanan di meja kecil samping tempat tidur...
Baru saja sesuap makan , Su Ling memuntahkan makanannya...
" siapa yang memasak ini?" tanya Su Ling
" Koki kediaman Duke nyonya... Ini makanan khsus untuk orang yang melahirkan.. Nyonya di larang makan makanan pedas , panas maupun dingin. Sementara nyonya makan sayur dan daging ini" jawab pelayan Mei.
" bukan itu maksud ku... tapi makanan ini hambar tidak ada rasanya hanya asin saja ." ujar Su Ling.
" nyonya memang makanan bumbunya hanya pakai garam " jawab pelayan Mei.
" akh ya sudah lah... " Su Ling terpaksa makan meski hanya memakan dagingnya saja karena hanya daging saja yang rasanya lumayan enak
"aku rindu masakan bunda... Aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi... Kata pelayan Mei keluargaku ada di kerajaan barat. Aku harus menemui mereka.. Tapi bagaimana caranya? Jalan saja tadi susah apalagi berpergian jauh." pikir Su Ling , sambil terus mengunyah makanan nya.
Tak
Tak
Tak
Brak..
terdengar suara hentakan kaki dan pintu di buka paksa. Terlihat lelaki memakai baju jirah nya, keringat membasahi wajahnya. Nafasnya terengah engah melihat sekeliling dan netranya berhenti pada Su Ling yang melongo bingung berhenti mengunyah karena melihat lelaki tampan berdiri di ambang pintu.
"Su Ling.." ucap lelaki itu pelan dan menghampiri Su Ling. baru saja Su Ling akan menjawab ucapan lelaki itu... Lelaki itu mendekap tubuh Su Ling membuat mata Su Ling melotot karna kaget
"ukh ukh ukh" Su Ling yang tadi masih mengunyah keselek karena dapat pelukan dadakan dari pria yang tak ia kenali.
" ada apa dengan mu? Apa ada yang sakit? Cepat kau panggil tabib." tanya Lelaki itu khawatir. Ia berteriak memerintahkan pelayan disana yang hanya diam. lalu ia melepaskan pelukannya
__ADS_1
Para pelayan berhamburan keluar dari ruangan
"air... gluk gluk akh..." Su Ling langsung menghambar air di meja dan meminum .
Setelah tenggorokannya lega Su Ling diam memerhatikan lelaki di hadapannya. Wajanya tampan hidung mancung, alis tebal, mata birunya indah dan rahangnya tegas. Lama ia memerhatikan lelaki di hadapannya sampai ia tak menyadari jika lelaki itu memanggilnya berulang-ulang
" ada apa dengan mu Ling?. " tanya lelaki itu sambil menepuk halus pipi Su Ling. Barulah Su Ling sadar dari lamunannya.
"Siapa kau?" tanya Su Ling sambil melepaskan tangan lelaki yang masih menempel di pipinya?
" apa yang kau bicarakan... Kau tanya siapa aku. Apa otak mu bernasalah sampai tak mengenali suami mu ini?" ujar Jian Fei kesal bukannya sambutan bahagia ini malah pertanyaan konyol yang terlontar begitu saja dari Su Ling"
"kau suami ku? benarkah itu? Tapi kapan kita menikah? Apa kau menikahiku saat aku tak sadar? aku tak mengenalmu? Jujur aku bingung kenapa aku bisa ada di sini dan juga bisa melahirkan kedua bayi mungil itu.. yang ku ingat aku pergi ke pasar dan saat akan menyebrang penglihatanku mulai hilang dan tiba-tiba aku terbangun dengan kondisi seperti ini? Bisa kau jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya? Bagaiman bisa kita menikah sedangkan aku tak memiliki ingatan itu terlebih lagi dengan kelahiran kedua bayi itu" ucap Su Ling panjang lebar. Karena sungguh ia penasaran dengan keadaan dirinya saat ini.
Jian Fei terdiam cukup lama mendengarkan ucapan Su Ling
"kita tunggu tabib datang. Kita akan mengetahui kondisimu nanti" ucap Jian Fei.
Tak lama sang tabib datang. Dan Jian menyuruhnya memeriksa keadaan Su Ling
" keadaan nya baik-baik saja tuan Duke, "
" maaf tuan memang keadaan Dukeness baik-baik saja, hanya mungkin Dukeness kehilangan sebagian ingatan beberapa tahun yang lalu. Biasanya keadaan ini terpicu saat syaraf otak nya berhenti, ada benturan ataupun karna syok berat." ucap tabib sambil menunduk
" sembuhkan ingatan istriku.. Jika tidak kau akan tau akibatnya" ucap Jian Fei
suara bising membuat kedua bayi itu menangis. Su Ling langsung melotot ke arah Jian Fei.
" lihat .. Anak-anakku menangis karna suaramu itu, pergi kau! " Su ling menghampiri kedua bayinya dan memangku salah satu anaknya ..
" Ling maaf kan ku.... Aku tak sengaja tadi.. " jawab Jian Fei sambil menghampiri keranjang bayi dan memangku bayinya yang satu lagi.
" hmmm.... " jawab Su Ling
" cup cup berhenti nangis ya..." Su Ling mencoba menimang-nimang bayi nya tapi tak kunjung berhenti menangis... Bayi di pangkuan jian juga ikut-ikutan menangis seakan mereka merasakan hal yang sama.
" aduh gimna ini..." ucap Su Ling frustasi mendengar tangisan ke dua bayinya itu.
" nyonya mungkin mereka lapar" ucap pelayan chen.
" akh kau benar pelayan chen.. Bantu aku menyusun bantalnya seperti tadi. " ujar Su Ling sambil berjalan pelan ke arah ranjangnya lalu mulai bersandar di bantu oleh ke tiga pelayan nya yang setia.
__ADS_1
Sedangkan Jian fei terus menimbang nimbang bayi nya sambil menghampiri Su Ling yang sudah bersandar di ranjangnya. Tak lama Su Ling melihat sekeliling di dalak kamarnya masih banyak orang
" kalian semua keluar dari kamarku" perintah Su Ling menatap semua orang dengan tajam.
" baik nyonya..." ucap Mereka serentak. Tak lama hanya terdengar tangisan bayi saja..
Su Ling segera membuka baju depan dan menyusui anak di pangkuan nya ...
" baringkan anak ku di sini." perintah Su Ling pada Jian Fei, ia menurutinya dan menaruh bayi di pangkuan Su ling di sebelahnya bayi yang satunya.
kedua bayi itu menikmati asi Su Ling. Jian Fei memerhatikan kedua anak beserta istrinya. Ada rasa tak enak melihat kedua anak nya menikmati bukit sang istri yang menggoda iman nya.
" kenapa liat- liat... Hah" tanya Su Ling... Entah mengapa Su Ling tak merasa risih dengan kehadirian Jian yang statusnya kini suami nya itu.
" aku juga mau...! "Jawabnya cepat.
" mau apa? " tanya Su Ling bingung.
"...."
Su Ling melihat tatapan Jian Fei mengarah ke dua gundukan nya...
" dasar mesuuum .... Tak akan ku berikan. ini jatah anak-anak ku... Aku tak mau melayanimu... kau harus puasa 3 bulan, bukan nya harusnya kau ada di perbatasan ... Kenapa pulang hah... Aku tak menyambutmu di sini" ujar Su Ling sambil mengelus ke dua bayinya.
"..." cukup lama Jian Fei diam
" ada kedua anak -anak ku yang menyambut ku datang" jawabnya setelah terdiam cukup lama
"huh" hanya hembusan nafas jawaban Su Ling.
Tak lama kedua bayi mereka kembali tidur. Jian Fei menaruh kembali ke dua bayinya ke ranjang bayi... Sedangkan Su Ling langsung rubah posisi menjadi berbaring.
"aku ingin tidur... Jangan mengganggu ku... Aku yakin tengah malam nanti anak-anak ku akan kembali bangun. jadi kau juga harus tetap membantuku mengurus mereka nanti" ucap Su Ling merapihkan bantal di samping.
Jian Fei segera membersihkan dirinya di kamar mandi setelah menyuruh pelayan menyiapkan air untuk nya.
Su Ling memunggungi Jian Fei. Jian Fei hanya menghela nafas melihat sikap Su Ling yang berbeda jauh dengan yang sebelum nya.
" sikapmu berubah Ling... Dimana mata penuh cintamu itu.. tutur kata mu yang biasanya lembut ini berbanding terbalik. karena kehilangan ingatan kau bersikap seperti itu padaku... Aku akan membuat mu menerimaku kembali dan jatuh cinta lagi padaku... " gumam Jian dalam hati sambil melihat punggung istrinya
Setelah selesai mandi Jian fei menghampiri Su ling yang masih memunggunginya. Terdengar dengkuran halus di samping Jian Fei dan ia lamsung memeluk Su Ling dari belakang... Menghirup wangi tubuh nya yang selalu menenangkan pikiran kalutnya. Tak lama Ia pun ikut tidur
__ADS_1