
Pagi itu, saat boy hendak siap-siap untuk ke kantor
"boy, hari ini Lo dinas apa" Tanya Nadia, sepupu nya
"Hari ini gue dinas pagi, kenapa nad?" Sahut boy pada Nadia
"hari ini gue ada praktek boy, gue boleh minta tolong gak? anterin amplop ini ke rumah nya Melati" ucap Nadia kembali
"Melati siapa? " Tanya boy yang sambil menyisir rambut nya
"Itu loh, Anak yang kedua orang tua nya yang dulu tidak sengaja bokap gue tabrak sampai meninggal, oh iya boy, Anak nya cantik lho, mirip sama mantan tunangan Lo dulu, almarhum Dewi" Jawab Nadia
"Serius Lo?" Tanya boy dengan penuh penasaran
"Iya ih!....nanti Lo anterin ya" ucap Nadia sambil menyodorkan boy sebuah kertas yang bertuliskan alamat rumah Melati
Lalu sore hari nya, karena boy penasaran ia pun segera berangkat mencari alamat rumah Melati
Setelah ia memperkenalkan diri pada paman Melati dan berbincang namun ia belum melihat sosok Melati
"Maaf Paman, Melati nya kemana ya? ko sedari tadi saya tidak melihat nya?" Tanya boy pada Paman
"Melati di kos nya Nak boy, tadi sih bilang ke saya mau ke rumah tapi sampai sore ini belum datang juga, biasalah anak muda mungkin dia pergi jalan-jalan dengan teman nya" Jawab paman
"Kos? Melati kos dimana?" tanya boy penasaran
"Iya, Melati kos di sekitar tempat kerja nya agar lebih dekat" Sahut paman
Pada saat itu, boy sangat berharap dapat bertemu dengan Melati, setelah lama berbincang
__ADS_1
Melati pun tak kunjung datang, "Kalo begitu saya pamit ya paman" Ucap boy
kemudian terdengar ucapan salam dari luar "Assalamualaikum" Ucap salam melati sambil menghampiri paman nya yang sedang duduk di ruang tamu bersama boy, kemudian ia mencium tangan paman nya tanpa menoleh pada boy
Boy tercengang melihat kecantikan wajah Melati, karena apa yang di ucapkan Naya ternyata benar bahwa ada kemiripan antara Melati dengan Dewi
setelah boy bicara pada paman untuk meminta berkenalan dengan boy, Melati yang saat itu masih tersipu malu dan tidak berani menatap pada wajah boy
Yang membuat boy semakin penasaran ingin mendapatkan hati dan cinta Melati
"Kami dari mana?" Tanya boy pada Melati
"Tadi dari kos Mas, kebetulan hari ini libur jadi pulang" Jawab Melati yang masih menundukkan kepala nya karena malu
Lalu setelah mereka bertukar no ponsel, boy pun pamit pergi karena masih ada perkejaan nya yang harus di selesai kan
Di sepanjang jalan, Boy tidak berhenti memikirkan Melati....
Keesokan hari nya, Boy mengirim pesan pada Melati. "Dimana say...."
"Di tempat kerja Mas" jawab pesan Melati
"Nanti malam aku kerumah paman ya kamu tunggu aku di rumah ya say" balas boy dengan penuh semangat
Saat itu kedua nya sedang di mabuk asmara, tanpa Melati ketahui bahwa boy sudah memiliki istri
Malam nya, boy pun datang menemui Melati. pertemuan kedua Melati masih sangat terlihat malu-malu
Kemudian boy meminta ijin pada paman untuk mengajak Melati makan malam di luar, setelah paman mengijinkan
__ADS_1
"Tapi naik motor ga apa-apa kan say" Tanya boy pada Melati
"Kalau dekat, jalan kaki juga boleh mas...jangan jauh-jauh ya" jawab polos Melati
Boy hanya tersenyum melihat kepolosan Melati dan membuat nya semakin jatuh hati
Saat di motor, boy bertanya pada Melati
"Say, kamu jalan sama aku ada yang marah gak?" Tanya boy yang penasaran dengan jawaban Melati
"Ndak ada ko mas, aku Ndak punya pacar" Sahut melati dari belakang
"Yes....! Alhamdulillah, kalo gitu aku saja ya yang jadi pacar mu" Rayu boy pada Melati, Dan Melati hanya tersenyum malu
Sesampainya di tempat makan, dan setelah memesan makanan...Boy selalu memperhatikan wajah Melati
"Kenapa sih mas, Kok dari tadi liatin aku gitu terus" Tanya melati yang kedua pipinya mulai memerah rona karena malu
"Ga apa-apa, Kamu cantik say" sahut boy yang membuat melati semakin malu dan menundukkan kepala nya
Setelah mereka sedang menyantap makanan nya, Boy bercerita pada Melati tentang kecelakaan dulu yang menimpa kedua orang tua Melati
"Say, dulu pakde ku sampai merasa bersalah lho atas kejadian itu, dan beliau merasa terharu karena paman mu tidak menuntut beliau yang macam-macam, Alasan nya apa dulu say. kenapa paman tidak menuntut pakde ku" Tanya boy pada Melati
"Kenapa tidak di tuntut? karena semua itu musibah Mas, dan musibah juga tidak ada yang tau kapan akan terjadi, jadi kami sudah ikhlas...bila kami menuntut beliau pun, tidak dapat mengembalikan kedua orang tua ku kan? Namun apabila ada tuntutan yang dapat mengembalikan mereka, pasti sudah aku tuntut sejak dulu!" Jawab melati sambil menitikkan air mata nya karena ia jadi teringat dengan kedua orang tua nya
Kemudian, boy mengeluarkan sapu tangan nya dan menghapus kan air mata melati di pipi nya
"Maaf ya say, gara-gara pertanyaan ku tadi jadi buat kamu sedih lagi" ucap boy
__ADS_1
"Iya ga apa-apa Mas" Sahut melati dengan nada yang masih lirih
Setelah boy mendengar alasan Melati, hati nya semakin jatuh hati pada nya...Boy sangat terharu dengan jawaban Melati yang begitu ikhlas dan tulus menerima garisan takdir yg Allah tentukan untuk nya