
" ini yg sakit timah " aku memnunjuk hati ku " kamu sakit hati?? " raut wajah fatimah yg seperti tidak percaya dengan perkaran ku tadi " masa iya han" aku menganggu " kok bisa?? " farimah melihat ku dengan seriyus " ya bisa lah "
" ya udah jagan nangis lagi " fatimah langsung memeluk ku. tiba tiba suster memanggil aku dan fatimah
" dokter...dokter... " sahut suster tersebut " ada apa sus?? " sahut fatimah " itu dok ada darurat pasien bernama arka andiputra dia " tampa pikir panjang aku langsung berlari.
samapi di depan pintu aku melihat arka berdiri di tengah keramayan sekalian memagang gitar. aku melihat di belakang arka ada ayah. bang rafi. imam. mas rizki waktu aku menoleh ke belakang. aku melihat bunda. kk anna. fatimah. aisyah. zahra. siska dan amel
" tapi kata sister tadi?? " aku mulai nggak ngerti " nggak ada kepntingan kan ya udah saya permisi dulu " waktu balik bada arka bernyanyi mengguna kan gitar nya
" tuhan..
hanya satu pinta ku pada mu.
tolong jaga dia saat aku jahu dari sisi nya..
ku butuh kan orang yg tulus pada mu pada mu.
tapi ku tinggal kan diri nya saat ku berjumpa "
aku berbalik pada aku meihat arka yg bernyanyi prnuh dengan air mata dan penyesalan juga nyanyi nya belum selesai baru setengah perjalanan nya. aku mengambil gita yg ada di tanggan fatimah dan aku mengadap ke arah arka
" jika dia bisa membuat mu bahagai..
walau hati ku yg terluka aku rela...
aku kanmencoba tuk lupa kan kisah kita
meski kini ku kecewa... ku terima... "
__ADS_1
aku langsung balik badan untuk meminggal kan. tapi arka tidak berhenti di situ aja dia masih melanjut kan nya dengan tarik nafas masih memberani kan diri nya untuk bernanyi
" mungkin suatu saat nanti..
kau temu kan bahagi meskitak persama ku..
bila..
kau tak kembali... kenang lah aku sepanjang hidup mu.. "
aku nggak tega lihat air mata menetes bigitu saja " anda kapten tentara kan masa kapaten tentar nangis kalau kamu bisa di medan temput kenapa ngak di sini cuman ngengincara satu wanita nggak bisa " sahut ku sebnar nya aku ngak mau bicara seperti itu tapi gimana lagi aku tidak mau lihat dia bersedih gara gara aku " semua itu bisa menangis han terutama aku yg menyia nyia kan wanita yg sebaik kamu. wanita sesoleha kamu aku nggak mau han " aku dan yg lain terdiam mendengar perkatan arka tadi. tapi lebuh terkejut nya lagi arka arka sudah menyerah begitu aja
" pergi saja ngekau perhi dari ku..
biar ku bunuh perasaan untuk mu..
meski berapat melangkah..
arka membali kam badan untuk pergi dari keramayan " kalau aku tau perinsip kapten tentara itu idak pernah menyerah sampai darah pengabisan. tapi kok bari ini udah nyerah sih " sahut ku dengan keberanian yg ku punyak sekarang. arka memoleh kebelakang dan melihat ku. waktu dia ingin berjalan aku memmbalas nyanyi nya tadi..
" beri kisah kita sedikit waktu semseta mengrim diri mu untuk ku kita adalah rasa yg tepat di waktu yg salah "
arka yg mendengar nya kaget banget merasa nggak percaya begitu saja sama kejadian tadi " hana.. " arka memabalas lagu ku tadi
" jadi.. lah pasangan hidup ku
jadi lah ibu dari anak anak ku
membuka mata dan tertidur di samping ku...
__ADS_1
aku tak main main..
seperti peria lain..
satu yg ku mau
ku ingin melamat diri mu... "
aku agak malu mendengar nya dan yg lain pada bersorak memdengar seluruh benak dia hati nya arka dan aku.
seketika aku dan arka menganggu mengasih aba aba aku mulai main kan gitar ku sama dengan arka kami tidak sengaja menyanyi
" cinta kita memang tak semudah di bayang kan..
dulu kita sering menyakiti dan hampir memyerah..
tapi kini mita ada, tuk saling menyempurna kan..
bedo'a untuk bisa hidup dan menua..
bersama mu... "
semua bertemuk tangan mendengar kan nya dan arka dengan berani kan diri
" SAYA ARKA ADIPUTRA AKAN MENGKITBAH ANDA HANA SANJAYA APA ANDA MENERIMA TA'ARUF SAYA INI "
aku tak bisa bicara lagi aku melihat ke arah bunda, kak annak dan sahabat sahabat ku dan aku menjawab
" Bismillahirohmanirohim saya menjawab "
__ADS_1
BERSAMBUNG