Jodoh Ku Kanpten Tentara

Jodoh Ku Kanpten Tentara
di hukum


__ADS_3

hari ini..


hari pertama aku sebagai dokter aku sudah mendapat kan kartu nama jas dokter dan ruangan peribadi..


DUA BULAN PUN BERLALU

__ADS_1


hari ini bunda yuli dan om gilang datang ke rumah " assammualaikum " untung aja kk anna ada di rumah tapi tidak dengan aku hari ini di rumah sakit tapi setiap makan siang aku dan abg rafi selalu makan siang di rumah " waalaikumsalam " kak anna pun membuka pintu "ah.. ternyata tante sama om " kak anna mepersilakan masuk " jangan panggil tante dan om nanti kan kita akan jadi keluarga jadi kau juga putri kami jadi panggil kami bunda dan ayah" kak anna tersenyum mendengar tersebut " baik lah bunda " tiba tiba azkia keluar dari " umi.." azkia baru bangun tidur " eh anak umi udah bangun" bangun langsung memeluk kak anna " umi itu siapa " azkia menunjuk bunda yuli dam ayah gilang " oh iya mereka itu nenek dan kakek kia " kia langsung tersenyum " apa benar umi ??"


" iya ini kia" kia langsung loncat loncat ke senangan " yeyeye kia ada nenek dan kakek " tiba mas rizki, aku dan abg rafi pulang tapi aku dan abg rafi sedang kenak hukuman dari mas rizik karena tadi mas rizki menunggu kami tapi kami tidak tepat waktu karena tadi banyak pasien


" eh udah pada pulang ya " kak anna melihat aku dan abg rafi memegang Alquran" kok pada murung anak bunda " aku tidak sadar kalau ada bunda yuli dan ayah gilang "eh ada bunda sama ayah" aku langsung mencium tangan pada bunda tapi tidak bisa dengan ayah karena aku sudah mengambil wudhu untuk memegang Alquran " siang bunda ayah " abg rafi mengeluar kan senyum manis pada ayah dan bunda " anak ayah kenapa kok murung " mas riziki tiba tiba adatang " mereka sedang di hukum yah " bunda yg mendengar nya terasa heran

__ADS_1


" iya bun mereka tidak tepat waktu " aku melihat mata mas rizki sangat tajam pada kami berdua " tadi rizki jemput mereka untuk makan siang anna dan bunda tau kan kalau mereka berdua kalau sibuk dengan tugas masing masing pasti mereka nggak nggak ingat makan terus aku menjemput mereka berdua untuk makan siang. udah setengah jam iki di ruangan rafi tapi belum ada juga yg datang jadi pas mereka datang iki kasih hukuman deh " sedang kan bunda dan kak anna cuman bisa menggeleng kepala sedang kan ayah cuman bisa tertawa kecil " emang abi kasih hukam apa ?? " mungkin kalau kak anna tau hukuman apa yg di kasih mas iki pasti ketawa lepas karena aku di beri hukam mengafal Alquran satu juz dalam tiga minggu " iki kasih hukuman nggak berat kok mereka cuman murojaah aja ya kan han raf " aku cuman bisa mengangguk " hana udah hafizah ?? " sahut ayah " i..iya yah hana ufah hafizah " sahut ku " iya yah.. hana itu sudah hafizah 30 juz dan sudah hafal 22 hadis yah " mungka ayah seperti tidak percaya " masa iya han wah calon mantu ayah hebat ayah sangat bersyukur memiliki calon menatu seperti hana " aku sangat tersenyum walau pun tertutup cadar


tiba tiba saja aku mendapat kan telfon darurat dari rumah sakit "assammualaikum ada apa sus ?? " aku mendapat telfon dari suster siska, suster sekaligus juga teman curhat dan asisten " ini dok ada masalahan darurat dok " ah baru aja aku dan abg rafi ingin istirahat " baik lah sus kami berdua 15 memit lagi akan sampai rumah sakit " sebenar nya aku ingin sekali tidur sebentar tapi " baik lah sus assammualaikum " aku memati kan hp ku " baik lah ayok dokter rafi kita bertugas lagi " baru ngomong gitu aja abg rafi langsung lemes " yah... ya udah yuk " aku langsung mengambil jas kedokteran ku " kami pergi dulu ya bun yah mas kak assammualaikum" aku langsung salam pada mereka berempat


" sabar yah sayang semangat kerja nya waalaikumsalam " kami berdua pun naik ke mobil

__ADS_1


samapai di rumah sakit..


__ADS_2