
abg rafi bertemu aisyah di luar dan ampir tertabrak " maaf syah abg nggak sengaja " abg rafi cuman bisa menunduk pandangan ke aisyag " nggak apa apa kok abg kok buru buru banget si emang mau ke mana abg ?? " sahut aisyah
" nin si hana kayak nya sakit jadi abg mau ambil teh di kantin " aisyah terkejut mendengar nya " terus mana hana nya sekarang ?? " abg rafi cuman bisa menunjuk ruangan dia " ya udah biar aisya aja ambi teh nya abg jaga hana " aisyah langsung lari ke kantin
waktu abg rafi masuk di sudah melihat aku pingsan terjatuh di lantai " hana..." abg rafi langsung membawak ku ke ruang rawat " aisyah tolong telfon kak anna abg periksa hana dulu " aisyah menganggu paham
__ADS_1
aisyah pun menelfon kak anna "assammualaikum kk" suara aisyah sangat cemas" waalaikumsalam ada apa syah tumben nelfon kk?? " sahut kak anna " ini kak hana pingsa dan masuk rumah sakit " kak anna sangat cemas mendengar nya " ha.. kok bisa oke kk sekarang ke sana tunggu kk " kk anna langsung matikan telfon nya kak anna langsung menelfon mas rizki yg lagi di kantor " assammualaikum mas " kak anna sekalian mengambil tas dan kunci mobil " ini mas hana masuk rumah sakit " sahut kak anna " kok bisa dek ya udah mas ke sana rumah sakit sekarang biar mas aja yg jemput azkia adek langsung ke rumah sakit " sahut mas rizki " baik lah masa adek pergi dulu assammualaikum " kak anna mentancap kan gas mobil dengan laju
rumah sakit
tiba tiba kak anna bertemu dengan bunda di parkiran " bunda kok bisa di sini?? " sahut kak anna
__ADS_1
" apa itu benar sus dokter hana yg mendonor kan darah ke arka " bunda yg langsung duduk di samping ku " iya buk perinsip dokter hana itu beda buk sama dokter dokter lain dia itu mau nya mementing kan nyawa pasien dulu baru kita menguhubungi keluarga pasien karena nyawa pasien nomor satu buk " bunda yg mendengar perkataan siska langsung tersenyum dan menangis kagum " bunda tidak salah pilih menantu ya ini yg kita cari untuk arka " sahut nunda yg.
" deka cepat sadar ya abg nggak bisa melaksana kan hukuman itu sendiri nama nya nggak adil kita berbuat sama sama jadi di hukum sama sama " abg rafi yg memeluk ku.
tiba tiba aku tersadar dari pingsan ku kepala ini rasa pusing sekali " ah.. sakit baget... " aku melihat ada bunda. ayah.abg rafi dan kak anna. " he.. sayang udah sadar rafi cobak periksa " bunda yg tersenyum melihat ku sudah sadar " udah membaik kok bun " aku teringat dengan arka " siska saya mintak tolong boleh nggak " adan ku merasa lemes banget " boleh dok apa yg bisa saya bantu?? " sahut siska yg langsung berdiri di sebelah ku " tolong lihat arka dan bunda jagain arka aja hana nggak apa apa kok juga kak anna ada " aku masih kawatir dengan arka apa dia sudah sadar atau belum " baik lah dok say permisi dulu assmmualaikum dok " siska langsung pergi dari kamar ku " baik lah biar ayah yg melihat arka biar bunda yg jagain hana " sahut ayah aku merasa nggak enak sama arka karena dia yg perlu bunda " bunda juga harus ikut karena arka perlu bunda " aku tersenyum " baik lah bunda pergi dulu ya hana nanti bunda ke sini lagi "
__ADS_1
BERSAMBUNG