Jodoh Ku Kanpten Tentara

Jodoh Ku Kanpten Tentara
hari bahagia


__ADS_3

" Bismillahirohmanirohim saya Hana Sanjaya. saya terima ta'aruf ini " arka yg mendengar perkatan hana tersebut masang wajah yg tidak percaya dan semua bersorak dan bertepuk tangan. lagi pada bahagia tiba tiba ambulan datang semua menoleh ke pintu ternyata ada seseorang ibu yg ingin melahir kan, aku langsung mendorong kasur tersebut aku memeberi aba aba pada imam, abg rafi, siska, fatimah, zahra dan aisyha untuk ikut dengan ku sekarang


" siska tolong siap kan ruang persalinan dan zahra ikut dengan ku " zahra menganggu paham " kalian berdua tunggu di sini siapa tau nanti aku membutuh kan kalian untuk oprasi sesar "fatimah dan aisyah menganggu


" dokter hana pasien baru pembukan dua" aku jadi binggu " baik lah " aku keluar dan memberi tau keluarga nya dan suami nya


" permisi " seluruh keluarga nya menoleh " gimana dok?? " gimana ya ngomong nya " sang ibu baru pembukan dua kalau misal nya udah tiga jam belum juga pembukan tujuh terpaksa kita harus oprasi sesar " keluarga dan sang suami yg mendengar nya langsung menunduk " baik dok " waktu aku melangkah aku melihat arka di depan ku


" HORMAT " aku binggu dengan tingkah sang suami pasien pada arka " sudah kita sedang tidak bertugas " ternyata dia adalah bawahan arka " gimana istri mu?? " sang suami menunduk " dia harus di oprasi " arka terkejut mendengar nya


sudah tiga jam masih juga pembukan dua terpaksa kami harus oprasi sang ibu " sus tolong siap kan ruangan " aku langsunv keluar dan melihat suami keluarga dan arka. mereka semua berdiri melihat ku " gimana dok istiri saya?? " aku binggu ngomong nya gimana " ibu harus di oprasi sesar " sahut ku " baik lah kalau itu jalan nya "


aku menganggu dan langsung membawak sang ibu ke ruang oprasi sebelum aku pergi aku melihat wajah sang suami " apa nanti aku seperti ini juga nanti waktu aku sudah menikah "

__ADS_1


zahra menggoyang kan tu buh ku dan aku tersadar dari lamunan ku


" dok gimana?? " sahut zahra " baik lah ayok kita bawak " aku, siska, zahra, aisyah dan fatimah membawak pasien tersebut


" aku tau apa yg kau lamun kan hana "


( kata hati arka ) aku belari membawak pasien tersebut ke ruang oprasi


" hana gimana nin " aku binggu karena yg mana harus hidup kita harus milih antar si kembar atau sang ibu. aku dan suster siska keluar. aku sudah melihat keluarga pasien dan arka di depan


" pak kita harus memilih " sahut ku arka yg meliahat ku " maksut nya dok?? " sahut sang suami " kita harus memilih antara ibu dan anak " aku melihat sang suami sudah tidak berdaya lagi aku sangat kasihan melihat suami nya


" anak nya dok " aku terkejut dengan kata kata mertua dari pasien

__ADS_1


" apa nanti aku juga sama memilih anak dari pada istri " aku melamun lagi dan aisyah mengoyang kan tubuh ku. jadi aku tersentak " maaf. kami usah kan untuk bisa menyelamat kan ibu dan anak ya pak " aku langsung masuk ke dalam ruang oprasi. kami sudah bisa menyelamat kan anak nya tapi tiba tiba detak jantung sang ibu melemah aku kawatir kalau aku tidak bisa menyelamat kan sang ibu aku terus menerus mempompa jantung sang ibu biar berdenyut lagi tapi kata aisyah itu sia sia saja karena sang ibu sudah tiada


" han udah ikhlasin aja " aku menggeleng " nggak bisa aku sudah berjanji pada keluarga nya " nggak kerasa air mata ku jatuh namun siska dan zahra keluar untuk memberi tau kalau sang ibu tidak selamat


" permisi " semua mengerumunin zahara dan siska " gimana dok?? " sahut sang suami " anak selamat pak " semua keluarga nya bernafas lega " tapi sang ibu tidak " sang suami. keluarga dan arka terkejut mendengar nya


" nggak mungkin dok tadi bilang akan usahin selamat kan sang ibu " sahut sang suami arka yg langsung membopong suami nya untuk duduk di kursi " dokter hana mana sus?? " sahut arka " itu dokter hana.. " siska tidak bisa berkata kata " jawab yg jelas sus " arka akgak mentinggi kan suara nya kepada siska dan juga zahra


" dokter hana sedang mencoba mempompa jantung pasien dokter hana belum percaya juga kalau pasien belum meninggal " zahra yg berbicara sambil menunduk. "hana aku tau kamu sedang menyesal tapi jangan seperti ini "


arka yg langsung masuk ke ruang oprasi dan melihat aku ...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2