
Nampaknya keseriusan Jonathan bukan hanya sekedar di lisan saja. Ia pun sudah menghubungi kedua orang tuanya, dan bahkan mulai merencanakan konsep pernikahan. Dan ini terlihat dari obrolannya dengan Dhea saat makan malam.
"Aku ada sesuatu untuk kamu,tutup mata kamu." Lelaki itu mengeluarkan kotak merah berukuran 2x2 Centi dari balik sakunya.
Dan Dhea terkejut saat membuka mata,"Yaaa ampun, apa-apaan sih kamu."
"Ini tandanya aku serius sama kamu, mau menikah denganku?"
Ucapannya itu membuat Dhea terperangah dan hanya menatap tajam mata Jonathan.
"Iya aku mau menikah dengan kamu, terimakasih yah?"
Disela pembicaraan, tiba-tiba handphone Dhea berdering. Dan tertulis nama 'Cici Kampus'.
"Siapa itu?"
"Temen kampus, paling minta oleh-oleh."
"Oh."
Padahal yang telepon itu adalah Onci dan Dhea mengganti namanya dengan Cici Kampus.
"Ngomong-ngomong kamu mau konsep pernikahan kita nanti seperti apa?"
"Aku? Mau ada tulip, merpati putih dan lilin sepertinya lucu yah? Dan prewedingnya aku mau di perdesaan."
"Nanti pernikahanya di Jakarta yah? Bulan madunya?"
"Iya di Jakarta aja, bulan madu kalau dalam negeri Raja Ampat atau Bali."
"Ok, aku akan coba persiapkan semua yah."
"Kamu yakin? Sebegini cepat kamu mau menikahi aku?!"
"Iyalah, ngapain juga lama-lama, pacaran lama-lama menghabiskan waktu."
"Oh."
"Kamu wisuda kapan? Setelah wisuda kamu menikah dan kelola usah ku berdua."
"Tiga bulan lagi sudab wisuda kok."
"Nah cukup waktunya untuk siapkan semua.Dan aku akan hubungi crew aku di Jakarta untuk persiapkan itu semua."
"Kamu yakin?"
"Kenapa harus ragu? Apa kamu kira aku bercanda?"
Dan Jonathan pun mengambil handphone dari saku blezer nya.
"Mah, Jo mau nikah sehabis acara ini yah? Dan aku akan bawakan mamah calon menantu nanti."
"Kamu serius kan? Mama harap sudah bukan main-main lagi dan pikirkan usia kamu."
Selisih usia Jonathan dengan Dhea itu, delapan tahun dan kini usianya genap dua puluh sembilan tahun. Sedangkan Dhea masuk diusia dua puluh satu tahun.
__ADS_1
"Masa iya Jo bohong, ini ada calon menantu mamah di depan Jo."
Jonathan pun memeberikan handhpone nya kepada Dhea untuk meyakinkan mamah.
"Halo tante, iya aku Dhea."
.
"Salam kenal yaah Dhea, memangnya sudah berapa lama kenal Jo?" Tanya wanita di balik telepon.
"Kenalnya sih sudah lama tante, Koko Jo-nya baru berani ngajak nikahnya sekarang."
"Oh baguslah, nanti kalau sudah selesai acara main ke rumah yaah? Mamah tunggu."
"Iya tante, nanti Dhea tanya si Koko dulu."
"Ok. Baik-baik disana yaah?"
"Iya tante."
Keyakinan Dhea bertambah, setelah selesai membicarakan hal serius dan sakral tersebut, rupanya Jonathan memang serius untuk menikahi gadis itu.
"Apa kamu masih ragu?"
Thea menggelengkan kepala dan tersenyum.
"Aku nggak tau lagi harus ngomong apa, dan terimakasih yah? Kamu sudah bikin aku melayang."
Dan Jonathan pun langsung menghubungi temannya untuk membantu urus segala pernikahannya.
"Serius loh bos?"
"Masa ngomongin hal kaya gini gw bercanda."
"Oh siap...siaap, kapan mau nikah?Konsepnya seperti apa?" Tanya pria di balik suara handphone nya.
"Tiga bulanan lagi sih, masih lama dan harus gw siapin dari sekarang lah. Nanti di darat kita diskusi."
"Oh, kebetulan ini gw juga lagi urus temen gw yang mau nikah juga. Sama lagi, tiga bulanan acaranya."
"Loh atur-aturlah, gw kasih proyek ini semua ke elu."
"Oh siaaaap...gw cari modalnya dulu yah?"
"Iyalah...kan biasanya juga begitu. DP, kerjakan dan selesai acara."
"Siaaaap bos."
Semakin bertambah keyakinan Dhea, niat Jonathan untuk menikahi gadis itu.
_______________πββONCI πββ____________
Ale pun memenuhi undangan Onci untuk membantunya mengurusi acara pernikahannya yang kurang lebih dalam waktu dua bulan ke depan.
"Sekarang loh sibuk apa Le?"
__ADS_1
"Yah apa lagi kerjaan gw pak, kecuali EO dan WO aja, barusan juga elo denger sendiri ada yang minta gw atur pernikahannya, untungnya duluan elu nikahnya bos,jadi nggak bentrok."
"Siapa yang telepon?"
"Oh, dia sama kaya elo dulu,EO juga. Tapi gw binggung, kalau gw kurang modal bantuin yah? Sekalian, elu kan jago konsep tuh bos, bantu-bantu konsep ya? Gw yakin ini orang pernikahannya mewah."
"Iya gw bantuin, tapi elu urus nikah gw dulu ya?"
"So pasti itu maah...! Btw, elo nikah sama si Dhea? Masa babeh elu setuju beda agama?!"
Ale pun bertanya tentang siapa calon pendamping mantan bosnya itu. Yang ia tahu, kalau Onci itu berpacaran dengan Dhea. Onci hanya mengela nafas panjang,"Abah yang jodohin gw sama anaknya Haji Romli Le..."
"Waaduuuh!Terus si Dhea bagaimana?"
"Ketuan sama babeh, kalau dia beda keimanan."
"Apaaaa gw bilang, gw dah bisa duga. Gw kenal keluarga loh, dan lagi juga akhirnya berantakan semua kaan? Gw siap jadi kawan ketika elu sedih bro."
"Iye gw minta maaf, salah gw semua dan berantakan semuanya."
"Tenaaang bosku, habis elu nikah bantuin gw kerjain proyek pernikahan kawan gw itu, dan kita bagi hasil."
"Gampaang itu mah, kelarin dulu urusan gw yah?"
"Siaaap, bisa diatur!"
Mereka pun diskusi serius tentang konsep pernikahannya dan undangan yang harus dicetak, semua Onci serahkan kepada sahabatnya itu.
"Elu atur baik-baik budgetnya dan nanti elu main fee aja sama gw."
"Slow bosku, gampang kalau masalah itu mah, yang pasti ini momen terindah dalam hidup loh dan gw nggak akan sia-siakan. Pasti gw kasih pelayanan terbaik, harga terbaik, karena loh kawan terbaik.Ha-ha."
"Bisa aja sales kalo ngomong."
"Kan guru gw elo."
Mereka pun tertawa,"Ha..ha."
Setelah mereka membicarakan rencana konsep pernikahan Onci, yang memakai konsep yang sama seperti apa yang diinginkan Dhea.
"Nanti di kamar penganten, gw mau ada bunga dan elu bentuk hati. Di samping tempat tidurnya elu kasih kandang burung hias dan merpati pos warna putih yah?"
"Ok. Untuk sesi fotonya rencana elo seperti apa?"
"Gw sama Nabila jalan di pematang sawah, dan gw tuntun dia. Terus ada juga sesi foto gw nangkep ikan mas dan gw berikan ke Nabila. Di lain tempat, untuk foto pertamanya kita buat konsep, gw termenung duduk di temaram lampu dan Nabila di tempat lain sedang berdoa. Nah,pas waktu gw duduk termenung, elu buatin seolah-olah ada bayang Nabila mengulurkan tangan."
"Gileee konsep lu keren juga bosku! Naah maknanya apa itu? Gw kan tau elu suka gambar yang bicara."
"Tentang jodoh, ketika gw bingung menentukan dan meminta Tuhan untuk disegerakan jodoh gw. Ternyata Nabila pun justru dia berdoa hal yang sama."
"Ajiiib, tuh apa gw bilang elu jagonya kalo masalah dunia konsep."
"Namanya tukang acara paaak...Haha."
Bersambung >>>>
__ADS_1