
"Eh maaf yah aku nga sengaja...
"Iya nga apa- apa kok"
"Tegan...
Tegan yang menundukkan kepalanya tidak melihat dalang menabraknya, seketika netralnya kembali normal dan mendonggakkan kepalanya. Ia dibuat salah tingkah dengan keberadaan Alvin pagi itu
Alvin membantu Tegan berdiri sempurna dan buku-buku Tegan yang berserakan tadi
"Nga ada yang sakitkan?"Alvin mencoba bertanya
"Iya nga papa kok, nga ada yang sakit" Tegan berusaha menahan sakitnya agar tidak terlalu sakit
"Yaudah aku tinggal dulu yah, soalnya aku mau ngantar tugas aku yang semalam. Nanti pas istirahat tunggu aku dikantin yah, Dahhh Tegan" Alvin berlari ke dalam menuju ruang dosen
"Duh mana sakit lagi pinggangku" Tegan mengusap pelan pinggangnya, sehingga Tegan masuk ke kelas dengan memegang pinggangnya
"Kamu kenapa Gan pegang pinggang gitu, sini duduk" Callista terbuat heran dengan Tegan yang memegang pinggangnya dan menyuruh Tegan untuk duduk dikursi sebelahnya
"I-itu aku tadi ketabrak orang lagi lari jadi aku terduduk" Tegan menjelaskan dengan suara pelan
"Siapa yang nabrak kamu Gan" Callista memastikan ucapan Tegan
__ADS_1
'Hm jujur nga yah' Tegan melamun sendiri
"Hei malah bengong lagi"Callista mengejutkan Tegan yang melamun
"Alvin yang nabrak aku" Tegan akhirnya jujur dengan Callista, kalau urusan bohong jelas dari mimik wajah Tegan
"Cie kayaknya kalian jodoh deh, habis kalian kalau ketemu saling nunduk gitu. Malu-malu guguk xixi" Callista menggoda Tegan
'Udah dijodohin mau gimana lagi' Tegan lagi-lagi melamun, ntahlah setiap orang berbicara tentang Alvin pasti ia sering melamun
"Hmm ni anak melamun mulu, woy Gan kamu melamun apa sih" Callista dibuat heran dengan Tegan
"Nga papa kok Ta" Tegan tak mau jujur terlebih dahulu kepada Callista prihal ia dijodohkan dengan Alvin
"Ada Gan, kenapa?" Callista menatap Tegan
"Hm habis pulang kampus ke cafe dulu yah aku mau cerita sesuatu" Tegan akhirnya tidak tahan untuk merahasiakan prihal ia dijodohkan
"Oke" Callista langsung menatap fokus ke papan tulis saat dosen datang
Jam yang ditunggun-tunggu akhirnya mulai berbunyi tanda semua pelajaran telah usai dan boleh pulang kerumahnya masing-masing, tapi tidak dengan Tegan dan Callista yang menuju ke Cafe terdekat dikampus
Mereka berjalan beriringan menuju parkiran kampus untuk menuju kendaraan Tegan, sesekali mereka berbicara dan bersenda gurau
__ADS_1
"Ohya Gan aku mau tanya ni, aku nga ngerti deh penemuan tentang manusi purba itu. Kamu ngertikan? ajarin aku dong" Callista menggoyangkan lengan Tegan
"Oh oke tenang aja" Tegan tetap fokus menyetir
Mereka pun sampai dicafe terdekat dan langsung memesan makanan
"Gan ajarin dong yang manusia purba itu yang ini loh Meganthropus Paleojavanicus" Callista mengingat kan Tegan
"Jadi gini Ta, Meganthropusadalah sekumpulan koleksi fosilmirip manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Fosil ini pertama kali ditemukan oleh G.H.R Von Koeningswald pada tahun 1936 dan berakhir 1941 di Situs Sangiran, yaitu rahang bawah dan rahang atas. Ketika pertama ditemukan, von Koenigswald menyebutnya Meganthropus paleojavanivus artinya manusia raksasa dari jawa. Memiliki ciri-ciri yang berbeda dari Pithecanthropus erectus (Homo erectus) yang lebih dulu ditemukan di Sangiran.
Selanjutnya fosil serupa juga ditemukan oleh Marks tahun 1952 berupa rahang bawah.
Ciri ciri tubuhnya kekar, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera, diperkirakan juga makanan yang dikonsumsi oleh manusia purba ini adalah tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta sampai 1 juta tahun yang lalu, pada masa Paleolithikum atau Zaman Batu Tua. Meganthropusmemiliki kelebihan pada bentuk tubuhnya yang lebih besar dibandingkan manusia purba lainnya"
Tegan menjelaskan panjang lebar
"Gila kamu inget langsung yah yang dijelasin" Callista tepuk tangan dengan kepala geleng-geleng
"Ohya kamu mau cerita apa Gan tadi" Callista teringat sesuatu yang mau diucapkan Tegan
"Aku dijodohin sama Alvin Ta"
"Alvin yang dikelas kita itu? Yaampun kenapa Gan?...
__ADS_1