
Pagi Hari
Setelah menerima telfon dari Alex Alvin bergegas mengambil jaket kulitnya yang dilempar sembarangan arah dan mengambil kunci mobil sportnya, Alvin berjalan menelusuri koridor apartement yang tampak kosong menuju lift
"Akh... aku baru saja mau santai. Nih orang gak tau apa ni hati lagi cenat cenut"Dumel Alvin didalam lift
__ADS_1
Alvin langsung keluar dari apartementnya dengan langkah panjangnya menuju mobil. 20 menit kemudian Alvin sampai ditempat kantor yang megah dan bertingkat tinggi
"Huft... Papi sih nyuruh-nyuruh segala buat ngrurus kantor, kan mau kuliah dulu senang-senang bareng kawan..." ujar Alvin sambil masuk kekantor dan menaiki lift
"Selamat sore Pak" ramah salah satu anak magang dikantor tersebut. Dan disambut senyum sekilas Alvin
__ADS_1
"Tapi apakah kita untung bekerja sama dengan kantor tersebut, kulihat-lihat dia hanya mendapat 25% saja dari kantor kita. Terus apa yang membuatnya membatalkan kerja sama dengan kita?"Nada serius Alvin dengan matanya yang menyipit dan membolak-balikkan berkas yang diberi Alex
"Yah betul Tuan... tapi bukankah kita beruntung jika bekerja sama dengan kantor tersebut kantor itu hanya menjalankan intruksi dan kitalah yang menanamkan modal tersebut...."
"Apa ada lagi?"Tanya Alvin
__ADS_1
"Ada tuan mereka bekerja sama dengan perusahaan yang menjadi saingan kita dan mendapati modal 30% dari perusahaan tersebut" Tunduk Alex dan didapati anggukan dari Alvin
"Okee kalau gitu cara mainnya tambahkan modal kantor itu 45%, aku tak mau melihat dia senang"Senyum seringai dari Alvin. Ntahlah dia sangat membenci perusahaan yang selalu menjadi saingan diperusahaannya. Bukan kantornya tetapi yang pemilik perusahaan tersebut tak lain adalah Kakaknya Alvin