
“Alvin yang dikelas kita itu? Yaampun kenapa Gan..”
“Ya itu karna ada kesepakatan Papinya Alvin sama Ayahku Ta” ucap Tegan dengan lesu
“Jadi kamu nerima perjodohan itu Gan?” tanya
Callista
“Mau gimana lagi Ta, demi Ayah aku ga mau bikin Ayah kecewa” Tegan menundukkan kepala dengan menautkan kedua tangannya
“Yang sabar ya Gan pasti ada hikmahnya kok” Callista mengusapkan pundak Tegan dan memeluknya
“Makasih Ta, kamu yang selalu ada buat aku” ucap Tegan dengan tulus
“udah sekarang kita ga perlu sedih-sedih lagi mending kita hafe vun aja kita jalan ngemall gitu” Callista mencari ide untuk Tegan agar tidak terlalu larut dalam kesedihan yang seharusnya kebahagiaan
Di Mall XX
“Gan makan ke ef ci enak nih” Callista menunjuk sebuah tempat makanan
“Yaudah yuk gas ngeng” Tegan menarik tangan Callista
“Kamu mau pesan apa Ta” tanya Tegan sambil melihat menu
“Aku pesan yang itu 2 itu 2 itu 2, dan itu 2” Callista menunjuk kesebuah menu
“Oke yaa kak tunggu sebentar” ucap sang kasir
__ADS_1
“Kamu laper atau doyan Ta” tanya Tegan menatap aneh Callista
“Ga papa aku yang traktir kok tenang aja” Callista sambil mengelurkan kartu debitnya ke kasir
“Widih mantep bener dah” Tegan dengan girangnya tidak henti-hentinya terus tersenyum
Mereka pun menikmati makanan mereka sambil sesekali bersenda gurau
“Ga katanya Alvin punya abang ya, tapi kok ga pernah kelihatan gitu” pertanyaan Callista yang sedari tadi ia tahan
“Hem mungkin lagi sibuk gitu karna abangnya Alvin kan punya perusahaan gitu” Tegan menjawab dengan tenang
“Oh gitu tapi aku penasaran deh sama abangnya Alvin” Callista membayangkan wajah abangnya Alvin
“Hahaha palingan pas pesta tunangan aku dia datang” Tegan menebaknya
“Mungkin kali ya mana tau jodohnya sama aku terus iparan kan enak juga hihi” Callista dengan senangnya membayangkan yang tidak seharusnya dibayangkan
“Fuahh, Tegan! Habis lipstik ku” cemburut Callista sambil mengunyah kentang tadi
“Puft. Hahaha” Tegan yang tak tahan ketawa langsung terbahak-bahak
“Jahat banget sih Gan” Callista mengambil tissue dan mengelap bibirnya
“Uuu tayangnya aku jangan cemberut dong nanti tambah jelek loh” Tegan dengan usilnya mengerjai Callista lagi
“TEGAN!” geram Callista sambil mencubit pelan pipi Tegan
__ADS_1
“Nih rasain kentang saos” Callista membalasnya
“CALLISTA” Tegan setengah berteriak
Akhirnya mereka pun tertawa bersama tanpa ada beban yang dipikul. Yang menatap mereka pun penuh keirian dengan persahabatan mereka. Mereka pun pulang dengan menaiki mobil Tegan
“Aku antar sampai sini aja ya udah malem soalnya” Tegan pamit ke Callista
“Oke makasih yaa Gan, dah” Callista pun pamit sambil menutup pintu mobil, Tegan pun langsung menancap gas untuk pulang kerumah
Tak butuh waktu lama Tegan sampai depan rumah
“Gan kamu baru pulang?” Emran mengagetkan putrinya yang baru membuka pintu
“Ayah belum tidur” Tegan langsung menatap Emran yang baru menuruni tangga
“Belum Ayah ga bisa tidur” Emran menyusul putrinya
“Terus Ayah mau ngapain” tanya Tegan
“Mungkin ngobrol-ngobrol dengan kamu ditaman belakang ide yang bagus” Emran mengusulkan idenya
“Oke deh bentar ya Tegan mau bikin teh sama ambil kue kering” Tegan pun menuju kedapur
Tegan menyusul ke taman belakang ketempat Ayahnya berada
“Ini Yah tehnya” Tegan meletakkan nampan
__ADS_1
“Makasih ya” Emran mengambil secangkir teh
Hai Hai maaf yaa baru nongol hehe banyak kejadian yang terjadi dikehidupan nyata wulan jadi ga bisa nulis. Untuk sekarang diusahakan kok untuk nulis bye bye