
Setelah Ayah dan Anaknya menyelesaikan makanan tersebut, Tegan pun beranjak dari tempat duduknya dengan mengulurkan tangannya mengambil piring-piring sisa makan siang tersebut dan membawanya ketempat cuci piring
"Biar saya aja Non..." ujar Bibi dari belakang punggung Tegan dan menggambil alih piring tersebut
"Akh... tidak apa-apa Bi?" bingung Tegan dan berpikir keras apa yang harus dilakukannya
"Nona duduk manis saja sambil menemani Tuan Non..." senyum Bi Irah ke Tegan
"Baiklah Bi... Tegan tinggal dulu ke tempat Ayah..." dengan melambaikan tangannya ke Bi Irah
"Ayah sibuk gak Yah?" pikir Tegan menuju ke Ayahnya dibalkon
"Eh... Anak Ayah.... sini duduk" menggambil kursi untuk Tegan duduki
"Hmm.... Yah apa Ayah sibuk..." Sambil menunduk dan menatap kakinya
"Kalau buat Putri Ayah pasti Ayah gak sibuk dong..." senyum tulus Ayah ke Tegan
Dan Tegan mendonggakkan kepalanya yang awalnya murung menjadi senyum sumrigah
"Kalau gitu temenin Tegan ke toko buku yah Yah... mau beli buku-buku buat kuliah" mohon Tegan dengan mengatupkan kedua tangannya sambil mengerjapkan matanya berkali-kali
"Hmm.... temenin gak yah..." goda Emran ke Putrinya sambil mengetuk pelipisnya dengan jari telunjuk
"Mau yah Yah, bentaran doang kok. Please..." manja Tegan ke Ayahnya sambil menggoyangkan lengan Ayahnya
"Hmm... Baiklah anak manis ayo Ayah temenin, kalau dapat kita beli sekalian aja yah toko bukunya" sambil mengecup kening Putrinya
"Wah... Ide bagus tu Yah hehehe" sambil tertawa bahagianya
"Tapi boong" ujar Ayah dan berlalu meninggalkan putrinya sendiri diatas balkon
__ADS_1
"Ayah mah ngeselin tau" dengan bibir yang mengerucut dan tangan berkacak pinggang
"Ayah tunggu 10 menit yah... kalau gak siap juga Ayah tinggalin nih..." teriak Ayah dari ruang tamu
"Iya Ayah Tegan mau siap-siap nih" beranjak dari tempat duduknya dengan berlari kecil menuju kamarnya
Tidak butuh lama untuk Tegan bersiap-siap, Tegan tidak suka dengan gaya yang berlebihan dan make up yang terlalu menonjol. Dengan baju atasan warna hijau army dengan rok berwarna hitam tidak lupa kerudungnya warna hitam
Tegan pun menuju Ayahnya yang sedang duduk diruang tamu dengan berlari kecil menuruni tangga
"Sudah siap?" tanya Ayah dengan koran yang masih dipangkunya
" Sudah dong Yah, ayo Yah..." semangat Tegan
Tidak butuh lama untuk menempuh toko buku tersebut hanya memakan waktu 20 menit untuk menempuh perjalanan, tampak jalanan nampak sepi karna sudah pukul 5 sore
"Ayah tunggu disitu aja yah" tunjuk Ayah kesebuah bangku kosong
Hanya butuh 30 menit saja Tegan menghabiskan pencariannya, dan langsung membayar kekasir dan pergi menyusul Ayahnya kebangku kosong yang dituju Emran tadi
"Ayah... Tegan udah selesai nih" Ujar Tegan sambil menunjukkan buku-buku yang dibelinya
"Sepertinya kalau kita sampai dirumah itu keburu solat maghrib, gimana kalau kita berhenti disebuah masjid aja sekalian kita makan malam direstoran kita aja yah? Ayah udah lama gak kesitu" terang Ayah ke Tegan
"Tegan ikut Ayah aja deh"
Mereka pun menyelesaikan solat mereka dimasjid terdekat, dan pergi ketempat restoran Emran tersebut, hanya 15 menit saja waktu yang mereka tempuh
"Selama malam Tuan Emran dan Nona Tegan" hormat mereka sambil menunduk sopan. Emran dan Tegan hanya menganguk dan tersenyum kepada pekerja tersebut
" Kamu mau makan apa nak?" sambil menyerahkan menu yang akan dipilih anaknya tersebut
__ADS_1
"Keknya Tegan mau makan steak daging aja deh Yah, tapi maunya yang spesial deh sama minumnya lemon tea deh biar seger nih tenggorokan" senyum senang Tegan ke Ayahnya
"Okee... Ayah disamain aja deh" dengan melambaikan tangan keperkerja tersebut dan memesannya
Setelah acara makan malam mereka pun bergegas ke rumah karna sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan Tegan harus masuk kuliah dijam pagi
"Tegan masuk kamar dulu yah Ayah" Lemah Tegan karna seharian tidak ada waktu istirahat
"Yaudah sana Ayah juga besok harus keluar kota kemungkinan 2 hari karna ada kesalahan pekerja Ayah, gak papakan anak Ayah tingal sebentar?" tanya Emran untuk menyakinkan putrinya
"Ya gak papa kok kan Ayah kerja demi Tegan tapi Ayah sampai disana jangan lupa kabarin Tegan yah sama Ayah jangan telat makan sama minum vitamin juga" ujar Tegan tanpa membiarkan Ayahnya berbicara
"Iya nak, Ayah akan ingat pesan anak Ayah" tawa renyah Emran karna putrinya sangat perhatian kepadanya
"Tegan tidur dulu bye-bye Ayah" melambaikan tangan ke Ayahnya
Waktu sudah menunjukkan pagi dan matahari sudah menampakkan cahayanya dan menusuk ditirai-tirai kamar Tegan
Tegan pun bergegas kekamar mandi dan memakai baju yang akan dikenakannya dan menuruni anak tangga menuju kedapur dan mendapati Ayahnya sedang menuggunya didapur dengan segelas kopi
"Selamat pagi Ayah" kecupan sekilas dipipi Ayahnya
"Pagi Tegan, oh ya nak kamu pergi kuliahnya bawa mobil sendiri yah... soalnya Ayah sudah telat takut ketinggalan pesawat" ucap Emran sambil melihat jam yang melingkar dipergelangannya
"Baiklah Ayah... hati-hati yah Yah jangan lupa kabari Tegan kalau Ayah sudah sampai" sambil menyalami tangan Ayahnya
Dan Emran langsung menuju keluar pagar karna mobilnya sudah siap akan menggantarnya kebandara
Ini nih Ayahnya Tegan, Emran Putra Rosalind. Kemudaan dikit gak papalah yah:)
__ADS_1