
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh, Ara pun langsung keluar kamar nya.Dia langsung berjalan menuju dapur, dan ternyata mommy Ana sudah berada di dapur.
"Selamat pagi mom. " kata Ara pada mommy Ana.
"Pagi sayang. " jawab mommy Ana pada Ara.
Dan mereka pun langsung memulai menyiapkan makanan untuk sarapan mereka nanti, setelah selesai mereka pun langsung menata nya di meja makan.
"Mom, Ara mau mandi dulu ya. " kata Ara pada mommy Ana.
"Iya sayang, mommy juga mau mandi. " jawab mommy Ana pada Ara.
Akhir nya mommy Ana dan Ara pun berjalan menuju ke kamar nya masing masing, untuk membersih kan diri nya.
Setelah mereka selesai membersih kan diri nya, mereka pun langsung berjalan menuju ruang makan.
"Selamat pagi dad, mom. " sapa Ara pada mommy Ana dan daddy Marvell.
"Pagi sayang. " jawab mommy Ana dan daddy Marvell bersamaan.
"Ayo sayang duduk, kita sarapan. " kata mommy Ana pada Ara.
"Viona dan abang Gavin tidak kesini mom, dad? " tanya Ara.
"Tidak sayang, mereka ber dua sarapan di rumah." jawab mommy Ana pada Ara.
Dan mereka bertobat pun sarapan, dengan terkadang daddy Marvell bertanya pada Ara. Setelah mereka semua selesai, Ara pun langsung berpamitan pada mommy Ana dan daddy Marvell.
" Mom, dad, Ara berangkat ke kampus dulu ya. " kata Ara pada mommy Ana.
"Sayang, biar daddy yang mengantar kamu ke kampus. " kata mommy Ana pada Ara.
"Tapi mom. " kata Ara pada mommy Ana.
"Tidak apa apa, lagian kantor daddy satu arah dengan kampus kamu. " kata daddy Marvell pada Ara.
"Baik lah dad. " jawab Ara pada akhir nya.
Setelah itu, Ara dan daddy Marvell pun langsung berangkat ke kampus bersama.
"Ara, bagimana hubungan kamu dan Vano saat ini? " tanya daddy Marvell pada Ara.
"Alhamdulillah semua nya baik baik saja dad. " jawab Ara pada daddy Marvell.
"Alhamdulillah kalau begitu. " kata daddy Marvell pada Ara.
"Ara daddy minta maaf. " kata daddy Marvell pada Ara.
"Maaf untuk apa dad? " tanya Ara pada daddy Marvell.
__ADS_1
" Maaf karena daddy sudah membuat Ara dan Vano jadi terpisah. " kata daddy Marvell pada Ara.
"Daddy tidak perlu minta maaf, Ara yakin apa yang di lakukan daddy sekarang ini pasti untuk kebaikan Ara dan abang Vano. " kata Ara pada daddy Marvell.
"Terima kasih, Ara sudah mengerti dengan semua yang di lakukan daddy. " kata daddy Marvell pada Ara, tak lupa daddy Marvell juga mengusap pucuk kepala Ara.
Tak terasa Ara pun sudah sampai di kampus, sebelum Ara turun, dia mencium tangan daddy Marvell terlebih dahulu.
"Terima kasih dad, Ara turun dulu, asalamualaikum. " kata Ara pada daddy Marvell.
"Iya sama sama, Walaikumsalam. " jawab daddy Marvell pada Ara.
Ara pun langsung turun dari mobil daddy Marvell dan langsung berjalan masuk ke dalam kampus, semenjak daddy Marvell, dia langsung menjalankan kembali mobil nya menuju perusahaan.
"Selamat pagi kaka ipar. " kata Viona, saat dia sudah mensejajarkan langkah nya dengan Ara.
"Pagi Vio. " jawab Ara pada Viona.
"Kenapa tadi tidak sarapan di rumah? " tanya Ara pada Viona.
"Soal nya, gue ingin belajar jadi istri yang baik, dengan cara melayani suami gue. " kata Viona pada Ara.
" Oh gitu. " kata Ara pada Viona.
"Iya, gue kan mau seperti mommy, jadi istri yang soleha. " kata Viona pada Ara.
"Amin." kata Ara, mengaminkan keinginan Viona.
Saat Ara baru saja duduk di kursi nya, handphone nya tiba tiba saja bergetar dan saat Ara melihat siapa yang menelpon dia langsung tersenyum dan menggeser tombol hijau.
"Asalamualaikum bang. " kata Ara pada Vano.
"Walaikumsalam sayang. " jawab Vano pada Ara.
" Sayang, kamu sudah di kampus? " tanya Vano pada Ara.
"Iya bang, baru saja Ara sampai di kelas. " kata Ara pada Vano.
"Sayang, kamu ke kampus bareng abang Gavin dan Viona? " tanya Vano pada sang kekasih.
"Tidak bang, tadi Ara ke kampus di antar daddy. " jawab Ara pada Vano.
Mereka berdua pun mengobrol, sampai pada saat dosen datang, Ara pun langsung mengakhiri panggilan nya dengan Vano.
Setelah dosen masuk, Ara pun langsung memperhatikan apa yang sedang dosen terangkan.Tak terasa jam kuliah pertama Ara sudah selesai, dan Ara pun memutuskan untuk langsung ke kantin.
"Sudah pesan? " tanya Viona yang tiba tiba saja nenepuk bahu nya.
"Astaghfirullah, ngagetin aja. " kata Ara pada Viona.
__ADS_1
"Sorry, tapi kaka ipar sudah pesan belum? " tanya Viona lagi pada Ara.
"Sudah, tadi gue sudah pesan soto. " kata Ara pada Viona.
"Oh, gue kira belum pesan. " kata Viona pada Ara.
"Loe sendiri udah pesan belum? " tanya Ara pada Viona.
"Sudah, tadi gue pesan bakso. " jawab Viona pada Ara.
Tak berselang lama, pesanan mereka berdua pun tiba, Viona dan Ara pun langsung memakan makanan yang mereka pesan tadi. Dan saat mereka ber dua sedang makan, tiba tiba saja ada seseorang yang menghampiri mereka.
" Boleh gue duduk disini? " kata seorang laki laki.
Tanpa menunggu jawaban dari Viona dan Ara, laki laki itu pun duduk di depan Ara. Dan tak berselang lama, tiba tiba saja handphone Viona berdering, dan ternyata itu adalah panggilan video call dari Vano.
Tanpa bicara, Viona pun langsung mengangkat panggilan video dari kembaran nya, dan langsung mengarahkan pada Ara, tak lupa dia juga mengarahkan pada laki laki yang berada di hadapan Ara.
"Viona, siapa yang bersama Ara? " tanya Vano pada sang kembaran.
"Ga tau, abang tanya saja langsung ke orang nya." kata Viona pada Vano.
"Nih, ada yang mau ngomong. " kata Viona pada Ara, tak lupa dia juga memberikannya handphone nya pada Ara.
"Asalamualaikum abang. " kata Ara pada Vano.
"Walaikumsalam." jawab Vano pada Ara.
"Abang lagi ada kelas? " tanya Ara pada Vano.
"Iya, hanya saja dosen nya sedang tidak masuk, dan hanya memberikan tugas. " jawab Vano pada Ara.
"Sayang, kenapa abang telpon tidak di angkat? " tanya Vano pada Ara.
"Benarkah? " tanya Ara pada Vano.
Ara pun langsung mengecek handphone nya di dalam saku, dan ternyata handphone nya tertinggal di dalam tas.
"Apa karena kamu sedang bersama seseorang, jadi nya kamu tidak mengangkut panggilan abang? " tanya Vano pada Ara.
"Maaf abang, handphone Ara tertinggal di dalam tas. " jawab Ara pada Vano.
"Ara tadi hanya duduk bersama dengar Viona saja abang, dan tiba tiba saja ada yang minta ijin duduk di sini. " jelas Ara pada Vano.
"Benar kah? " tanya Vano menggoda Ara.
"Benar abang, kalau tidak percaya abang tanya saja pada Viona. " kata Ara pada Vano.
Mendengar pembicaraan antara Ara dan Vano, laki laki itu pun langsung berdiri dari tempat duduk nya, dan langsung meninggal kan Ara dan juga Viona.
__ADS_1
****** T. B. C *****