JODOHKU DI KAMAR SEBELAH

JODOHKU DI KAMAR SEBELAH
Episode 5.


__ADS_3

Saat mereka sudah masuk, ternyata Alice sedang berada di ruang keluarga, dia sedang mengerjakan tugas sekolah nya.


"Ya ampun ade kak Vio sangat rajin. " kata Viona yang langsung memeluk sang adik.


" Ka Vio lepas, ade lagi ngerjain tugas. " kata Alice pada kaka perempuan nya.


"Tapi kaka, kangen sama ade. " kata Viona pada sang adik.


"Tapi ade nya selalu tidak ada di rumah. " kata Viona lagi.


"Ade kan nemenin granfa dan granma, atau oma dan opa. " jawab Alice pada sang kaka.


"Ya maka nya kaka kangen ade. " kata Viona pada Alice.


Mereka semua yang melihat itu pun tersenyum, mereka semua nya sudah duduk di ruang tamu. Mereka semua sedang berbincang bincang di ruang keluarga, sampai tak terasa sudah waktu nya untuk makan siang.


"Baik lah sebaik nya sekarang kita makan siang dulu. " kata granfa pada semua nya.


Dan semua nya langsung berjalan menuju ruang makan, mereka pun langsung makan siang bersama, terkadang terdengar tawa dari mereka karena Viona selalu menjahili Alice.


Setelah selesai, mereka semua memutuskan untuk beristirahat di kamar mereka masing masing.


Saat Ara sudah merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur, handphone nya pun berbunyi, dan saat melihat siapa yang menghubungi nya, Ara langsung tersenyum dan mengangkat telpon nya.


"Asalamualaikum bang. " kata Ara saat sambungan telepon terhubung.


"Walaikumsalam sayang. " jawab Vano pada Ara.


"Kamu sedang apa yang? " tanya Vano pada Ara.


"Ara lagi rebahan saja bang. " jawab Ara pada Vano.


"Abang sendiri lagi apa? " tanya Ara pada Vano.


"Abang baru selesai cek email dari perusahaan yang. " jawab Vano pada Ara.


"Abang jangan terlalu cape, nanti abang malah sakit kalau kecapean. " kata Ara pada Vano.


Mendengar perhatian dari Ara, Vano pun langsung tersenyum.


"Abang ingin segera pulang ke sana yang. " kata Vano pada Ara.


"Abang yang sabar ya. " kata Ara pada Vano.


"Iya sayang. " kata Vano pada Ara.

__ADS_1


"Ya sudah sekarang abang istirahat dulu ya. " kata Ara pada Vano.


"Iya sayang, kamu juga istirahat. " kata Vano pada Ara.


"Iya abang, asalamualaikum. " kata Ara pada Vano.


"Walaikumsalam." jawab Vano pada Berliana.


Setelah sambungan telepon terputus, Ara pun langsung menyimpan handphone nya ke atas nakas setelah itu dia langsung tidur, tak membutuhkan waktu lama Ara pun terlelap.


Tak terasa hari sudah sore, dan saat ini Ara sudah berada di dapur untuk menyiapkan makan malam. Tanpa sepengetahuan Ara, ternyata Viona mengambil foto nya dan langsung mengirim kan nya pada Vano.



" lihat lah kaka ipar ku sedang memasak. " pesan Viona yang di kirim kan pada kaka nya.


"Ya ampun, kenapa kau tidak membantu kakak ipar mu memasak? " tanya Vano melalui pesan singkat nya.


"Ini juga aku akan membantu. " balas Viona pada Vano.


Setelah membalas pesan dari sang abang, Viona pun langsung masuk ke dapur dan membantu Ara untuk menyiapkan makan malam.


"Kaka ipar, apa ada yang bisa di bantu? " tanya Viona pada Ara.


"Ya ampun, kamu ngagetin saja. " kata Ara pada Viona.


Ara pun mengatakan apa yang bisa di kerjakan, dan mereka berdua pun langsung membuat masakan untuk makan malam, tak lupa Ara juga membuat kue untuk cemilan nanti.


Setelah selesai, mereka pun langsung kembali ke kamar nya untuk membersihkan diri. Setelah selesai, mereka langsung keluar dari kamar. Ternyata semua orang sedang bersantai di halaman belakang.


Ara pun langsung mengambil cemilan yang di buat nya tadi bersama Viona, dan menyajikan nya untuk mereka semua.


"Semua nya ini tadi Ara dan Vio buat cemilan. " kata Ara pada semua nya yang ada di sana.


Mereka langsung memakan cemilan yang Ara dan Viona buat tadi, mereka memuji cemilan yang di buat Ara dan Viona.


"Wah, makanan nya enak sayang. " kata mommy Ana.


"Iya, daddy ga nyangka putri putri daddy sangat pintar memasak. " kata daddy Marvell pada ke dua nya.


"Terima kasih. " kata Ara dan Viona bersamaan.


Mereka semua nya melanjutkan obrolan ringan mereka, sampai tak terasa hari pun kian larut, mereka semua nya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, karena sebentar lagi waktu nya sholat maghrib.


"Sebaik nya kita semua masuk ke dalam, dan mengambil air wudhu, karena sebentar lagi waktu nya sholat magrib. " kata sang tuan besar pada semua nya.

__ADS_1


" Baik granfa. " jawab semua nya.


Setelah itu mereka semua nya langsung masuk ke dalam rumah, dan bergantian mengambil air wudhu. Setelah itu mereka semua nya sudah siap untuk melaksanakan sholat magrib dengan di imami sang tuan besar.


Setelah selasai sholat magrib, seperti biasanya mereka akan mengaji sambil menunggu waktu sholat isya.


Setelah selesai sholat isya, mereka semua nya langsung ke ruang makan untuk makan malam bersama. Setelah selesai makan malam, mereka semua nya langsung bersantai di ruang keluarga.


Saat mereka sedang mengobrol ringan, tiba tiba saja handphone Ara berbunyi, semua orang langsung melihat ke arah Ara.


"Siapa nak? " tanya sang nyonya besar.


"Siapa lagi kalau bukan abang Vano granma. " bukan Ara yang menjawab tapi Viona.


"Ya sudah, sebaik nya kamu angkat saja telpon nya di kamar. " kata sang nyonya besar.


"Kalau begitu Ara pamit ke kamar dulu semua nya. " kata Ara berpamitan pada semua yang ada di sana.


"Iya nak. " jawab para tetua di sana.


Ara pun langsung berdiri dari duduk nya, dia langsung berjalan menuju kamar nya.


"Marvell, kenapa kamu mengirim Vano untuk kuliah di luar negeri? " tanya sang tuan besar kepada putra nya setelah mereka melihat Ara sudah masuk ke dalam kamar nya.


"Granfa seperti tidak tau daddy saja, dulu mas Gavin juga di kirim ke luar negri. " jawab Viona yang mendengus kesal, mengingat dulu dia juga di jauh kan dari Gavin.


Gavin yang melihat sang istri kesal pun langsung mengusap pucuk kepala nya, Viona pun langsung mendongak dan tersenyum pada sang suami.


"Marvell hanya ingin Vano lebih bisa bertanggung jawab nanti nya. " kata Marvell pada sang daddy.


"Apalagi dia anak laki laki, tanggung jawab nya bukan hanya pada istri nya saja, tapi pada semua keluarga nya. " lanjut Marvell pada sang daddy.


Mendengar perkataan dari putra tunggal nya itu, sang tuan besar pun tersenyum, dan bangga pada putra nya itu.


Sementara di dalam kamar Ara, dia sedang mengobrol dengan Vano.


"Sayang, kamar sebelah kamu siapa yang isi? " tanya Vano pada Ara.


"Insya Alloh jodoh nya Ara, tapi sekarang lagi ga di tempati. " kata Ara pada Vano.


"Wah ternyata jodoh nya di kamar sebelah ya? " tanya Vano dengar tawa nya.


"Insya Alloh iya bang. " kata Ara pada Vano.


Tak terasa hari sudah semakin malam, akhir nya Ara dan Vano pun sudah terlelap, dengan telpon yang masih tersambung.

__ADS_1


***** T. B. C *****


__ADS_2