JODOHKU DI KAMAR SEBELAH

JODOHKU DI KAMAR SEBELAH
Episode 7.


__ADS_3

Setelah mereka selesai sarapan, mereka pun langsung melakukan aktivas nya masing masing.


"Sayang, hari ini abang yang akan mengantarkan kamu ke kampus. " kata Vano pada Ara.


Mendengar itu Ara pun sangat senang, dia hanya menggangguk kan kepala nya sebagai jawaban, tiba tiba saja Viona datang dan langsung mengajak Ara untuk berangkat ke kampus.


"Kaka ipar, ayo kita berangkat sekarang. " kata Viona pada Ara.


"Hari ini abang yang akan mengantarkan Ara ke kampus. " kata Vano pada kembaran nya itu.


"Oh gitu, ya sudah Viona akan berangkat sekarang, kasian suami Viona sudah nungguin dari tadi. " kata Viona pada Vano dan Ara.


Setelah mengatakan itu, Viona pun langsung berjalan keluar, karena sang suami sudah menunggu nya di dalam mobil.


"Ayo kita juga berangkat sekarang. " kata Vano pada Ara.


"Iya, ayo bang. " kata Ara pada Vano.


Dan akhir nya Vano pun mengantarkan Ara ke kampus, selama dalam perjalanan mereka berdua mengobrol tentang kuliah nya masing masing.


"Abang, kenapa di sini nya hanya sebentar? " tanya Ara pada Vano.


"Yang sabar ya sayang. " kata Vano pada Ara, tak lupa Vano pun mengelus kepala Ara dengan sayang.


"Iya bang, Ara cuma minta abang selalu jaga hati abang hanya untuk Ara. " kata Ara pada Vano.


''Tentu saja sayang, hati abang hanya untuk kamu selama nya. " kata Vano pada Ara.


Mendengar itu Ara pun tersenyum manis, sampai tak terasa ternyata mereka sudah sampai di kampus, Ara pun langsung berpamitan pada Vano.


"Abang, Ara masuk dulu ya. " kata Ara pada Vano, tak lupa Ara juga langsung mencium tangan Vano.


"Iya sayang, nanti kalau abang sudah selesai kerja nya, abang jemput ya. " kata Vano pada Ara.


"Iya bang. " jawab Ara pada Vano.


"Asalamualaikum." kata Ara pada Vano.


"Walaikumsalam." jawab Vano pada Ara.


Setelah itu, Ara pun langsung turun dari mobil Vano, dan langsung berjalan masuk ke dalam kampus. Setelah Ara sudah tidak terlihat lagi, Vano pun langsung menjalankan mobil nya kembali menuju ke perusahaan sang daddy.


Saat ini Ara sudah berada di kelas nya, hari ini dia sangat senang karena sang kekasih sudah pulang, walaupun hanya satu minggu.


Sementara Vano, saat ini dia sudah berada di kantor, dan langsung menemui sang daddy di ruangan nya untuk membahas perusahaan yang Vano tangani di luar negri.


"Tok,,,,,, tok,,,,,,,, tok,,,,,,, " suara pintu ruangan Vano di ketuk dari luar.


"Masuk,,,,,,, " kata daddy Marvell dari dalam ruangan nya.

__ADS_1


"Asalamualaikum dad. " kata Vano pada sang daddy.


" Walaikumsalam. " jawab Vano pada sang putra.


Vano pun langsung berjalan menghampiri sang daddy, dia langsung duduk di depan kursi yang ada di depan meja sang daddy.


"Bagaimana perkembangan perusahaan di sana bang? " tanya daddy Marvell pada sang putra.


"Semua nya baik dad. " jawab Vano pada sang daddy.


Vano pun langsung memberi tau kan tentang perkembangan perusahaan yang Vano tangani saat ini. Mendengar laporan dari sang putra, membuat Marvell tersenyum dan bangga pada sang putra.


Mereka melanjutkan obrolan tentang perusahaan, sampai tak terasa sudah waktu nya jam makan siang.


"Abang, sebaik nya kita makan siang dulu. " kata daddy Marvell pada sang putra.


"Iya dad. " jawab singkat Vano pada sang daddy.


Mereka ber dua pun langsung berjalan keluar dari ruang daddy Marvell, mereka ber dua langsung masuk ke dalam lift perusahaan, yang akan membawa nya ke lobby perusahaan.


Setelah sampai di lobby, daddy Marvell dan Vano pun langsung masuk ke dalam mobil, dan langsung melajukan nya menuju ke salah satu restoran.


Setelah sampai di salah satu restoran, mereka berdua pun masuk dan duduk di salah satu kursi yang berada di paling pojok dan menghap ke luar.


Mereka langsung memesan makanan, setelah pelayanan menghilang dari hadapan nya, daddy Marvell pun mengobrol santi dengan sang putra.


"Abang, bagaimana kuliah abang di sana? " tanya daddy Marvell pada sang putra.


"Lalu bagaimana hubungan abang dengan Ara? " tanya daddy Marvell pada sang putra.


"Alhamdulilah, hubungan kami baik baik saja dad." kata Vano pada sang putra.


"Daddy minta maaf bang. " kata daddy Marvell tiba tiba.


"Kenapa daddy minta maaf? " tanya balik Vano pada sang daddy.


"Daddy minta maaf, karena daddy sudah mengirim abang kuliah di luar negri, sehingga abang menjadi jauh dari Ara. " kata daddy Marvell pada sang putra.


" Daddy jangan merasa bersalah, abang yakin apa yang daddy lakukan itu untuk kebaikan abang. " kata Vano pada sang daddy.


" Terima kasih, abang mau mengerti dengan keputusan daddy. " kata daddy Marvell pada sang putra.


Tak berselang lama makanan yang mereka ber dua pesan pun tiba, mereka langsung memakan nya, terkadang terdengar obrolan dari mereka ber dua. Setelah mereka selesai, Vano pun langsung mengantar kan sang daddy ke perusahaan nya, sedangkan dia langsung akan menjemput Ara di kampus.


"Dad, abang langsung jemput Ara dulu. " kata Vano pada sang daddy.


" Iya, abang hati hati di jalan. " kata daddy Marvell pada sang putra.


"Iya dad, asalamualaikum. " kata Vano pada sang daddy, tak lupa dia juga mencium tangan sang daddy.

__ADS_1


"Walaikumsalam." jawab daddy Marvell pada sang putra.


Setelah itu, Vano pun langsung menjalankan kembali mobil nya menuju kampus Ara. Saat sedang di perjalanan, tiba tiba saja handphone Vano pun berbunyi.


"Drttt,,,,, drtttttt,,,,,,, drtttttt,,,,,, drtttt,,,,, " Vano langsung mengambil handphone nya, dia tersenyum saat tau Ara lah yang menelpon nya.


"Asalamualaikum sayang. " kata Vano saat sambungan telepon nya sudah terhubung.


"Walaikumsalam bang. " jawab Ara pada Vano.


"Abang jadi jemput Ara? " tanya Ara pada Vano.


" Iya sayang, ini abang lagi di jalan menuju kampus, sebentar lagi sampai. " kata Vano pada Ara.


" Memang nya kenapa sayang? " tanya Vano pada Ara.


"Ga apa apa, kalau abang ga jemput, Ara akan pulang bareng abang Gavin dan Viona. " jawab Ara pada Vano.


"Bentar lagi abang sampai di sana yang. " kata Vano pada Ara.


" Ya sudah kalau gitu, Ara tutup dulu telpon nya ya bang. " kata Ara pada Vano.


"Iya sayang. " jawab Vano pada Ara.


"Asalamualaikum bang. " kata Ara pada Vano.


"Walaikumsalam sayang. " jawab Vano pada Ara.


Setelah itu, Ara pun langsung mematikan sambungan telepon nya bersama Vano.


"Bagaimanapun kaka ipar? " tanya Viona pada Ara.


"Abang Vano lagi di jalan mau ke sini. " kata Ara pada Viona.


" Oh, ya udah kalau gitu, gue sama mas Gavin temenin kaka ipar sampai abang Vano datang. " kata Viona pada Ara.


"Ga usah sebentar lagi abang Vano sampai, kalian pulang saja duluan. " kata Ara pada Viona.


"Beneran ga apa apa kalau di tinggal? " tanya Viona pada Ara.


"Iya ga apa apa. " jawab Ara pada Viona.


"Ya sudah, kalau gitu kita duluan. " kata Viona pada Ara.


"Iya, hati hati di jalan. " kata Ara pada Viona.


"Iya, asalamualaikum. " kata Viona pada Ara.


"Walaikumsalam." jawab Ara pada Viona.

__ADS_1


Setelah itu, Gavin pun menjalankan mobil nya, untuk pulang ke rumah bersama dengan sang istri.


****** T. B. C ******


__ADS_2