
Tak terasa sudah satu minggu Vano di Jakarta, dan hari ini dia akan kembali lagi ke luar negri. Semua keluarga mengantarkan Vano ke bandara, Vano pun berpamitan pada semua orang, dan Vano pun memeluk semua keluarga nya secara bergantian.
"Abang berangkat dulu ya sayang. " kata Vano, setelah melepaskan pelukan nya pada Ara.
"Iya bang. " jawab Ara pada Vano.
"Abang, kalau sudah sampai, jangan lupa telpon Ara. " kata Ara lagi.
"Iya sayang. " kata Vano pada Ara.
Vano pun langsung berjalan masuk ke dalam pesawat yang akan membawa nya ke luar negri, setelah pesawat mengudara, mereka pun langsung kembali lagi menuju rumah.
Ara terus saja melihat handphone nya untuk memastikan apakah Vano sudah mengirim pesan atau belum, sampai malam hari pun tiba, tapi Vano masih belum juga mengabari nya.
Saat Ara sudah merebahkan diri nya dan memejam kan mata nya, tiba tiba saja handphone nya yang berada di atas nakas berdering.
"Drttt,,,,,, drttttt,,,,,,, drttt,,,,,,, " suara handphone Ara.
Ara pun langsung mengambil nya, dia langsung tersenyum saat tau siapa yang menelpon.
"Asalamualaikum abang. " kata Ara, saat sambungan telepon terhubung.
"Walaikumsalam sayang. " jawab Vano pada Ara.
"Maaf sayang, abang baru bisa menghubungi kamu. " kata Vano yang merasa bersalah pada Ara.
"Iya ga apa apa bang. " jawab Ara pada Vano.
"Memang nya tadi abang kemana dulu? " tanya Ara pada Vano.
"Tadi abang langsung ke perusahaan sayang. " jawab Vano pada Ara.
"Soalnya ada berkas yang harus abang tanda tangani. " lanjut nya lagi.
"Oh gitu. " jawab Ara singkat pada Vano.
"Sebaik nya abang istirahat, pasti abang cape. " kata Ara pada Vano.
"Iya sayang, kamu juga istirahat." kata Vano pada Ara.
"Sayang, jangan tutup telpon nya. " kata Vano, saat Ara ingin menutup sambungan telepon nya.
"Baik abang. " kata Ara pada Vano.
Tak membutuhkan waktu lama, mereka berdua pun sudah masuk kedalam mimpi mereka masing masing.
__ADS_1
Saat Ara membuka mata nya, dia tersenyum saat melihat Vano yang masih tidur terlelap. Ara pun langsung turun dan berjalan menuju ke kamar mandi, dia langsung mengambil air wudhu karena sudah waktunya untuk shalat subuh.
"Abang bangun. " kata Ara pada Vano.
"Kenapa sayang. " kata Vano pada Ara dengan suara serak nya.
"Abang, Ara tutup dulu telpon nya, Ara mau sholat subuh dulu. " kata Ara pada Vano.
"Iya sayang. " jawab Vano pada Ara.
Ara pun langsung mematikan sambungan telepon nya, dia juga langsung melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim. Setelah selesai, Ara langsung keluar dari kamar nya dan berjalan menuju dapur.
"Selamat pagi mom. " kata Ara pada mommy Ana.
"Pagi sayang. " kata mommy Ana pada Ara.
Dan mereka pun langsung melanjutkan membuat sarapan, untuk mereka semua nya. Setelah selesai, mereka pun langsung kembali lagi untuk membersihkan diri mereka, sebelum mereka melakukan aktivitas mereka masing masing.
Saat ini mereka semua nya sudah berada di ruang makan untuk sarapan bersama, tak lupa Viona dan Gavin juga sudah berada di sana.
Saat mereka semua nya sedang memakan sarapan mereka, tiba tiba saja Viona berlari menuju kamar mandi.
Semua orang langsung menyusul kemana Viona berlari tadi, saat mereka sudah berada di dapur, Gavin pun langsung memijit tengkuk leher Viona, karena saat ini Viona sedang memuntahkan apa yang baru saja dia makan tadi.
"Ka Vio kenapa, apa ka Vio sedang sakit. " tanya daddy Marvell yang khawatir melihat sang putri yang wajah nya sudah pucat.
"Sebaik nya bawa Viona kekamar dulu. " kata mommy Ana.
Akhir nya Gavin pun langsung menggendong sang istri menuju kamar nya, dan langsung membaringkan nya di atas tempat tidur nya.
"Sebentar, daddy telpon dulu dokter untuk datang kemari. " kata daddy Marvell, yang langsung mengambil handphone nya dari saku celana nya.
"Ga usah daddy. " kata Viona pada sang daddy.
"Tapi wajah ka, tadi kaka muntah muntah dan wajah kaka juga sangat pucat. " kata daddy Marvell pada sang putri.
"Tidak apa apa dad, kaka baik baik saja. " kata Viona pada sang daddy.
"Tapi ka,,,,, " kata daddy Marvell yang langsung di potong oleh Viona.
"Daddy tidak perlu khawatir, ini wajar karena sebentar lagi daddy akan menjadi opah. " potong Viona pada daddy Marvell.
Terjadi keheningan sebentar disana, daddy Marvell masih belum mengerti apa yang di ucapkan sang putri.
"Opah,,,,, " cicit daddy Marvell.
__ADS_1
"Alhamdulillah, daddy sebentar lagi kita akan punya cucu. " kata mommy Ana pada sang suami.
Mommy Ana pun langsung memeluk sang putri, karena sangat bahagia.
"Terima kasih sayang. " kata mommy Ana pada sang putri, tak lupa dia juga mengecup kening sang putri.
"Terima kasih sayang, dan selamat sebentar lagi kaka akan menjadi orang tua. " kata daddy Marvell pada sang putri, dan memeluk nya.
"Terima kasih dad. " kata Viona pada sang daddy, tak lupa Viona juga membalas pelukan sang daddy.
Dan semua orang yang berada di sana pun mengucapkan selamat pada Viona, mereka begitu senang mendengar kabar bahagia ini.
"Sebaik nya kita keluar sekarang, biarkan ka Vio istirahat dulu. " kata mommy Ana pada semua nya, dan di jawab anggukan kepala oleh semua orang.
Mereka pun melanjutkan aktivitas nya masing masing, hari ini Ara berangkat ke kampus sendirian dengan di antar supir.
Saat masih di perjalanan, tiba tiba saja handphone Ara berbunyi. Ara langsung melihat siapa yang menelpon nya, dan Ara pun langsung tersenyum saat tau siapa yang menelpon nya.
"Asalamualaikum bang. " saat Ara mengangkat telpon nya.
"Walaikumsalam sayang. " jawab Vano pada Ara.
"Kamu sudah sampai kampus yang? " tanya Vano pada Ara.
"Ini Ara masih di jalan bang. " kata Ara pada Vano.
"Kamu berangkat sama Vio? " tanya Vano pada Ara.
"Engga bang, Ara di antar supir. " kata Ara pada Vano.
"Hari ini Vio ga ke kampus bang. " kata Ara lagi pada Vano.
"Kenapa? " tanya Vano pada Ara.
Dan Ara pun memberitahu kan apa yang terjadi tadi, dia juga memberitahu kan tentang kehamilan Viona pada Vano. Mendengar itu, Vano pun sangat bahagia, karena sebentar lagi dia akan mempunyai keponakan.
Tak berselang lama, Vano pun langsung mematikan sambungan telpon nya, karena dia sudah sampai di kampus.
"Ya sudah, abang tutup dulu kalau begitu yang. " kata Vano pada Ara.
"Iya bang, asalamualaikum. " kata Ara pada Vano.
"Walaikumsalam sayang. " kata Vano pada Ara.
Dan Vano pun langsung menutup sambungan telpon nya, Ara pun langsung berjalan menuju ke dalam kampus, setelah mengucapkan terima kasih pada supir yang sudah mengantar nya ke kampus.
__ADS_1
******* T. B. C *******