KAISAR : The Untold Story

KAISAR : The Untold Story
Mundur


__ADS_3

"Astaga, bagaimana ini…" gumam Orion ketakutan.


"Adinda ayolah! Usahakan sadar!"Orion kembali mengguncang-guncangkan tubuh Adinda, perlahan tapi kali ini lebih kencang dari yang tadi.


"Ehmh…" gumam Adinda.


"Adinda!" seru Orion, walau pun lega tapi ia tetap kuatir Adinda akan pingsan lagi karena kehabisan darah.


"Hm…" Adinda belum sepenuhnya sadar. Rasanya bagai melayang, bisa jadi sekilas nyawanya terlepas dari jasadnya.


Adinda mencoba untuk membuka matanya namun sangat berat.


Ia dilanda kantuk yang luar biasa, ia merasa kalau urusan lain bisa disingkirkan dulu.


Ia hanya ingin tidur.


"Adinda? Jangan tidur!! Usahakan kau sadar sampai kami bisa membawamu ke rumah sakit!!" seru Orion.


"Kau… Ohok!!" Adinda batuk berdarah.


"Jangan bicara dulu… Aku akan membawamu keluar. Alfredo akan mengangkutmu ke tempat aman," Orion mencari Masker bio hazard di ransel senjata Adinda.


"Kau baik-baik saja?" bisik Adinda lemah.


Orion tertegun.


Lalu menoleh dan menatap Adinda.


Terlihat olehnya wajah lembut Adinda, matanya yang sayu menatap Orion, padahal ia dalam keadaan setengah sadar dan di ambang kematian.


Ia masih sempat bertanya apakah Orion baik-baik saja.


"Aku…" Orion berlutut di depan Adinda, "Aku baik-baik saja," katanya.


"Baguslah. Kau sudah mengalami banyak kejadian. Aku tak ingin kau terluka lagi," kata Adinda.


Lalu Adinda terbatuk-batuk lagi.


Genangan darah semakin melebar.


Orion menitikkan air matanya.


"Kakak… Aku akan menghubungi Valentino-"


Tapi tangan Adinda menggenggamnya, "Jangan, jangan hubungi mereka,"


"Tapi lukamu cukup parah!"


"Kalau mendengarku terluka, mereka akan mundur. Kita sudah sejauh ini Orion, mereka harus tetap maju,"


Entah kenapa, ia merasa sangat kuatir. "Usahakan tetap sadar sampai aku melacak keberadaan mineral ya Adinda," kata Orion pelan dan terputus-putus.


Adinda mengangguk pelan, "Tolong tekan lukaku, rasa sakitnya bisa membuatku tersadar,"


"Ya, sebentar," Orion merobek ujung kemeja dari pakaiannya, dan menyobeknya. Lalu ia tekan kain itu di area luka Adinda.


"Aargh!!" seru Adinda kesakitan.


Orion sampai memejamkan mata melihatnya.


Adinda mengatur nafasnya yang tadinya tersengal-sengal. Ia berusaha menangkan dirinya.


"Lanjutkan pekerjaanmu Orion, jangan kuatirkan diriku,"


Orion menyambar laptopnya dan ia letakkan di depan Adinda.


Sebelah tangannya menggenggam tangan Adinda yang sedang menahan perih, sebelah tangannya memfungsikan laptopnya untuk mengendalikan drone pengintai.


"Astaga…" gumamnya selanjutnya.


Di suatu area,

__ADS_1


Di lokasi yang ia kenal betul.


Sensor mineral menangkap adanya timbunan yang diduga batu mulia dalam jumlah yang sangat banyak.


Sensor itu hanya berupa bayangan infrared, tapi hal itu saja sudah membuat Orion marah.


Harta Zafiry sebanyak itu. Bagaimana aku bisa tidak sadar selama ini?! Umpatnya dalam hati.


Mungkin saja karena ia dulu dalam keadaan sangat lemah, panca inderanya tidak bisa berfungsi sepenuhnya.


Orion kembali sadar karena Valent merelakan darahnya dihisap. Sebelumnya ia hanya diberi makan daging mentah sekali sehari, yang tentu saja ia enggan memakannya. Ia -seperti juga manusia- menginginkan daging yang dimasak dengan benar. Ia bukan hewan buas yang makan mentahan, bukan juga hewan liar yang makan bangkai.


Orion mengambil earphone dan mengenakannya di atas kepala. "Gabriel,"


"Ya? Sudah dapat lokasinya?" suara Valent di seberang sana.


Orion tidak sampai hati memberitahukan mereka kalau Adinda terluka parah karena melindunginya.


"Sudah,"


"Kenapa suaramu? Kau baru menangis?" tanya Valent.


Kenapa Gabriel bisa tahu aku sedang menangis?! Batin Orion.


Rupanya Valent memang cukup peka terhadap kondisi Orion. Tapi ini bukan saat yang tepat.


"Di bawah…"


"Apa?" tanya Valent mencoba menajamkan pendengarannya.


"Lokasi brankasnya… tepat di bawah kurungan kaca, yang pernah mengurungku," desis Orion lemas.


"Serius?"


Orion melepaskan earphonenya dan menangis terisak.


Tadinya…


Ia masih berharap harta Zafiry sudah tersebar kemana-mana.


Sehingga masih ada kemungkinan berita mengenai jasad orang tuanya hanya berita bohongan saja.


Kini,


Ternyata berita mengenai harta karun itu terbukti bukan rumor.


Jadi mengenai jenazah Raja dan Ratu Zafiry juga benar adanya.


Selama ini ia berbaring lemah di atas kuburan orang tuanya.


Selama sebulan yang penuh siksaan


Orion merubah tubuhnya menjadi ular dan dengan hati-hati mengangkat tubuh Adinda keluar Mansion.


Semua orang ternganga saat melihat Adinda yang berdarah-darah.


"Secepatnya, bawa ke rumah sakit," kata Adinda ke Alfredo dan Echo.


"Apa yang terjadi??" seru Alfredo sambil menerima tubuh Adinda.


"Dia tertembak, jangan beritahu Valentino dan Kakakku dulu. Itu permintaan Adinda. Kami akan terus maju,"


"Baiklah, semoga berhasil," desis Alfredo sambil mengangkat Adinda masuk ke pick up dan membawa mobilnya ke arah rumah sakit.


**


"Di sini…?" desis Kaisar.


"Ya katanya tepat di bawah kurungan ini," desis Valent sambil masuk ke dalam kubah raksasa dari kaca anti peluru itu


"Aku-"

__ADS_1


"Kau tetap di luar. Seandainya aku terkurung kau bisa tolong aku," desis Valent mencegah Kaisar.


"Terkurung?"


"Ya," Valent memeriksa sudut demi sudut kubah untuk mencari adanya tombol atau kode tertentu.


"Kai, aku mulai dilanda perasaan tidak enak, dan biasanya feelingku benar, mengenai semua ini," Valent berlutut untuk memeriksa lantai.


"Maksudmu?"


"Lokasi ini memang tersembunyi, tapi bukan berarti tidak terakses. Bagaimana Rafael yang seorang petinggi Quon bisa tidak tahu. Yang kedua, kurungan ini…" Valent memutar-mutar telunjuknya.


"Hm?"


"Bahan kacanya sama persis dengan kaca anti peluru di gedung kantor kami. Pantas saja Orion tidak bisa mendeteksi ini-itu. karena materialnya memang dirancang untuk mengisolasi tawanan,"


"Tapi kami makhluk yang berbeda dengan manusia,"


"Justru itu, kalau yang ditawan hanya manusia untuk apa kurungannya secanggih ini. Pasti sudah pernah diuji coba ke… Makhluk selain manusia. Bangsa sejenis siluman atau makhluk mitologi, mungkin? Atau dinosaurus? Dilihat dari kekuatan materialnya,"


"Lalu? Bagaimana?" desis Kaisar.


"Kalau Rafael memang sengaja memancing kita ke sini untuk membuka sandi itu, Yang mana sandi itu hanya bisa dibuka oleh… Sidik jari atau sensor bagian tubuh orang dari Zafiry. Makanya Orion sengaja dikurung di sini dan dibuat sering pingsan. Agar Quon bisa dengan mudah membuka brankas di bawah penjara ini,"


"Kau benar-benar cerdik Valentino Gabriel," desis Kaisar, "Semua ada benarnya. Jadi…"


Kaisar menyeringai.


Valentino juga menyeringai.


Mereka mengetahui aksi mereka selanjutnya. Hanya mereka saja.


"Kita pulang saja," kata Kaisar sambil balik badan.


"Oke, tidak ada apa-apa di sini," Valent keluar dari kurungan dan berjalan mengikuti Kaisar.


Saat itu mereka memutuskan untuk mundur dulu.


Valent mengaktifkan earpiecenya, ia masih khawatir dengan suara Orion tadi.


"Tim A, masuk," desis Valent.


"Ya, Tim A di sini," suara Orion terdengar lemah


"Kami memutuskan untuk mundur, tidak ada apa-apa di sini,"


"Kau serius?? Benar-benar tidak ada apa-apa? Kau sudah cari ke sudut??" suara Orion penuh emosi.


"Ya, semua kosong,"


"Sensor mendeteksi sebaliknya. Bagaimana sih caramu mencarinya??" seru Orion.


Ayo sayang, teruskan omelanmu. Pikir Valent.


"Kita kembali ke rumah dulu,"


"Valent!!"


Dan Valent memutuskan sambungannya.


Kaisar berubah menjadi Harimau. Lalu mengirimkan telepati ke...


Luis dan Gallard.


"Tim C... kami percayakan kepada kalian,"


Luis dan Gallard yang sudah menunggu di balik pilar menyeringai, "Baik Boss Kaisar, dalam satu jam kami akan bergerak," desis Luis.


"Kami melihat ada orang asosiasi di sekitar sini,"


"Sudah kami duga. Jalankan rencana B," kata Kaisar sambil sengaja menabrakkan dirinya di ambang pintu agar bulu hitamnya rontok dan darahnya menetes di lantai.

__ADS_1


__ADS_2