
Luis dan Gallard, dua sahabat di Velladurai, mengenal Valent sekitar 5 tahun lamanya. Saat itu Valent sudah menjadi orang kepercayaan Xavier, dan merekrut keduanya tanpa banyak wawancara.
Masa lalu Luis dan Gallard sangat kelam. Seperti kebanyakan gangster di kota besar, hidup mereka keras. Yang mereka pikirkan adalah hari ini.
Karena belum tentu besok mereka akan tetap hidup.
Hari ulang tahun mereka rayakan dengan rasa penuh syukur, karena suatu hal yang penuh rahmat mereka bisa mencapai usia selama itu.
Luis saat ini berusia 35 tahun, dan Gallard setahun lebih muda. Sementara keluarga mereka kebanyakan sudah meninggal karena perang gangster.
Luis bertemu dengan Valent saat pria itu berkunjung ke Bronx. Area gangster di USA. Luis dalam keadaan luka-luka akibat tertembak. Ia meringkuk di samping tempat sampah di suatu gang.
Luis sedang melindungi seorang bayi perempuan yang ia peluk seaman mungkin di balik jaketnya.
Bayi itu berusia beberapa jam, tali pusat masih menggantung dan lemak masih menutupi sebagian kulitnya.
Dan Luis saat itu sedang di kejar preman.
Istrinya baru saja meninggal, ditembak. Namun sempat melahirkan. Sang istri memang mencuri nark0ba dari sarang preman. Karena itu ia diburu.
Karena imigran gelap di negara itu, Luis tidak memiliki asuransi kesehatan.
Ia sangat putus asa.
Ia menangis sejadi-jadinya, meratapi nasibnya. Juga nasib putrinya, dan tentunya kematian istri yang dicintainya.
Saat itu dalam pikirannya, kalau harus meninggal, paling tidak putrinya berada dalam pelukannya.
Karena Luis juga kehilangan banyak darah, pandangannya mulai buram.
Yang ia ingat terakhir kali, saat itu, seorang pria entah dari mana datangnya, berdiri di depannya.
Rambut coklat, mata hijau, tatto di sepanjang lengan sampai ke lehernya.
Daan setelah itu, Luis tersadar di salah satu kamar di mansion Velladurai, di Emerald City. Entah bagaimana dan kapan dia diangkut ke sini.
Dalam keadaan bingung, ia mendengar tangisan bayi.
Putrinya, tidur di box bayi di samping ranjangnya.
Seorang wanita dengan seragam putih masuk dan tertegun melihat Luis. Wanita itu menenteng botol susu.
"Ah! Anda sudah sadar rupanya," sahut wanita itu dengan wajah sumringah.
"Eh?"
"Saya panggilkan perawat sebentar lagi ya, Sir… saya akan beri susu bayi Anda lebih dulu," dengan luwes wanita itu mengangkat putrinya lalu menimang-nimang dengan kasih sayang sambil memberinya susu dari botol.
Luis saat itu langsung menangis.
Yang penting, putrinya selamat.
Lalu Valent pun masuk ke kamarnya dan menawarinya pekerjaan. Masa lalu Luis sebagai gangster sudah menjadi modal yang cukup untuk bergabung dengan Velladurai.
Valent hanya meminta kesetiaan padanya.
Bukan kesetian terhadap Xavier. Tapi kesetiaan untuk Valentino.
Tidak berpikir dua kali, Luis langsung mengangguk.
Kini anak Luis sudah berusia 5 tahun, dimasukan ke asrama bergengsi yang dibayari oleh Valent. Pembayaran di muka sampai ia lulus highschool.
Setiap tahun anak itu pulang selama seminggu, tak lepas dari dekapan sang ayah. Kehidupannya terjamin oleh tabungan yang diinvestasikan oleh Luis dari gajinya di Velladurai, bisa untuk hidup enak putrinya sampai lulus sekolah.
Yang penting, anak itu tidak sampai tahu kalau ayahnya seorang mafia. Putri Luis hanya tahu kalau ayahnya bekerja sebagai pelayan di kastil Velladurai.
__ADS_1
Lain Luis, lain lagi Gallard.
Nama aslinya Gale. Ia dulu bekerja sebagai pialang di pasar saham. Ia memiliki Lamborghini Gallardo hasil menggelapkan uang para kliennya.
Nahas, salah satu klien yang ditipunya adalah seorang mafia.
Semua keluarganya jadi korban. Bukan hanya keluarganya, semua keponakan, semua sepupu, semua yang memiliki hubungan darah dengannya. Dari lansia sampai anak kecil, semua dihabisi.
Gara-gara 1 unit mobil sport.
Gallard akan dihabisi di saat terakhir, ia dipaksa melihat semua keluarganya meregang nyawa lebih dulu.
Ia mendendam terhadap Mafia,
Dan ia kini malah menjadi salah satu mafia.
Namun mafia dengan suatu misi.
Saat terakhir hidupnya, Gallard bersumpah, akan mengabdi ke orang yang menyelamatkannya saat itu.
Dan saat itu, muncul Valent.
Valent di kediaman sang mafia, sedang bertransaksi, sebenarnya.
Saat diajak melihat-lihat penjara bawah tanah mereka, ia melihat Gallard terikat tak berdaya.
Lalu ia 'membeli' Gallard.
Melunasi hutangnya, dan membawanya ke kastil Velladurai di Emerald City.
Gale merubah namanya menjadi Gallard. Tujuannya agar ia selalu ingat dosa masa lalunya. Membuatnya untuk terpacu menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Nama yang disematkannya membuatnya ingat wajah-wajah yang meninggal karena kecerobohannya.
Valent menjelaskan padanya, kalau ia hanya ingin kesetiaan Gallard padanya tanpa banyak tanya.
Ia setia kepada Valent sampai sekarang, namun ia membenci Xavier.
Luis dan Gallard, Kedua memang tidak tahu pekerjaan sebenarnya Valentino. Siapa dia dan bagaimana keluarganya, Valent sangat tertutup akan hal itu.
Satu hal yang diketahui Luis dan Gallard, adalah Valent berbeda misi dengan Xavier. Cepat atau lambat, Valent akan mengambil alih Velladurai.
Kini,
Sesuai dengan arahan Valent, Luis dan Gallard bergerak setelah mata-mata asosiasi pergi dari mansion Quon.
Tugas mereka cukup sulit karena mereka terkurung selama 3 jam di dalam mansion itu.
Masuk bisa, keluar… Entahlah bisa atau tidak.
Karena keributan tadi membuat polisi dari kantor pusat datang dalam jumlah besar ke Mansion Quon. Sementara mereka berdua dalam keadaan berada di dalamnya.
Rencana terhadap Luis dan Gallard diutarakan Valent belakangan. Karena pria itu curiga alat penghubung mereka telah disadap.
Bukan oleh Xavier… Tapi sebuah asosiasi misterius besutan pemerintah.
Luis dan Gallard hanya mengerti kalau ada pihak ketiga yang juga mengincar sesuatu yang berharga.
Sesuai janji, mereka tidak bertanya. Mereka hanya percaya ke Valent.
Terlebih kepada Kaisar.
Pertama kali gemetar melihat Kaisar berubah menjadi manusia, dan Valent menyeret ular besar yang adalah Orion, Luis dan Gallard semakin merasa kalau yang mereka lakukan sekarang cukup penting.
Curiga? Tentu saja. Tapi mereka percaya sepenuhnya ke Valent.
__ADS_1
Setelah 3 jam kemudian, dengan mengendap-endap, Luis keluar dari tempat persembunyiannya. Yaitu di dalam kabinet samping pintu tempat Kaisar sengaja menabrakkan dirinya tadi.
Ia ambil bulu hitam Kaisar, ia lap darah Kaisar dengan tissue khusus.
Lalu berjalan ke arah kurungan kaca.
Di sana, terselip di antara celah kurungan, Valent meninggalkan ponsel tipis.
Hey bro,
Begitu tulisan di layar ponsel Valent.
Luis membacanya sambil mengernyit.
Tugas Luis dan Gallard, adalah membuka pintu brankas di bawah kurungan kaca.
Terpaksa dilakukan karena Valent dan Kaisar sedang diperhatikan oleh asosiasi.
Tadinya mereka tak tahu, apa maksud mereka harus bersembunyi di sana selama 3 jam. Mereka baru tahu saat membaca pesan di dalam ponsel.
"Astaga Boss Valent! Misi yang sangat diluar ekspektasi," keluh Luis.
"Apanya yang 'kami serahkan selanjutnya ke Tim C'," Gallard menirukan Kaisar dengan mulut mencibir. "Heran, selanjutnya itu apa saja kita tak bisa tebak,"
"Lakukan saja, polisinya tambah banyak,"
"Seragamnya mana?"
"Itu di lantai,"
Dua orang polisi yang masih dalam keadaan pingsan terbaring di sana. Mulut mereka ditutup lakban dan tangan kaki mereka diikat.
Itu tiket mereka keluar dari Mansion.
"Kenapa pakaiannya nggak dibuka dulu sih," gerutu Gallard sambil melucuti seragam para polisi dan memeriksa id mereka.
"Sekelas Kaisar mau rela melucuti pakaian rakyat biasa? Mimpi…" desis Luis. Ia sedang mencari celah yang kira-kira adalah pintu masuk ke brankas.
"Ketemu?" Gallard menyerahkan seragam polisi ke Luis.
"Belum, coba kau cari bagian sana," Luis berpakaian, Gallard menggantikannya mencari di sisi satunya.
Setelah setengah jam…
"Tidak ada celah. Ini hanya lantai biasa," Keluh Gallard.
"Masa kita pulang dari sini tanpa hasil? Sensornya jelas kok di bawah sini ada mineral. Coba periksa lagi,"
Setelah 10 menit kemudian, Gallard terkekeh.
"Hey bro… dasar bodoh," desisnya geli.
"Siapa yang kau bilang bodoh?!" Luis kesal. Karena capek juga karena hampir menyerah.
"Kita berdua bodoh. 45 menit mencari tanpa hasil, di bawah,"
"Ya memang tidak ada celahnya!" gerutu Luis.
"Kalau di bawah tidak ada, bisa jadi ada di…" Gallard mendongak ke atas. Ke arah tengah kubah.
Di sana ada lingkaran, dengan lampu LED yang digunakan untuk menerangi bagian dalam kubah.
"Astaga, dasar bodoh…" desis Luis menyadari kalau Gallard benar.
"Cepat cari, buka brankas, tempelkan bom di 3 menara, sisanya urusan Valent dan Kaisar, kita langsung pulang,"
__ADS_1
"Nggak semudah diucapkan, mendingan aku ambil saja pekerjaan Alfredo tadi. Cuma nyetir ngebut, dan modal b4cot," gerutu Luis.