KAISAR : The Untold Story

KAISAR : The Untold Story
Albert


__ADS_3

Kaisar 33


Basecamp yang mereka tuju jauh dari kastil Velladurai. Tujuannya adalah agar harta yang mereka angkut tidak terdeteksi oleh anak buah Xavier yang lain.


Jumlah mereka ada 12 orang, sudah termasuk Alfredo, Echo, Luis dan Gallard. Dengan Valent sebagai pimpinannya, mereka membantu Kaisar sekuat tenaga.


Masing-masing dari mereka memiliki hidup yang lebih baik daripada masa lalu. Semua berkat perjuangan Valent melatih mereka agar lebih unggul dibandingkan anak buah Xavier lainnya. Ke dua belasnya seringkali selamat dari mara bahaya karena memang mengetahui cara untuk bertahan hidup.


Yaitu kerjasama tim yang solid.


Mereka tahu persis, keserakahan hanya akan menghancurkan diri. Mereka tidak ingin hancur untuk yang kedua kalinya.


Dan mereka tahu, dalam waktu dekat Xavier akan hancur. Karena keserakahan pria itu belakangan terlalu jelas terlihat. Sejak saat dia menemukan Kaisar, dia terobsesi untuk menjadi yang nomor satu.


Itu berarti sebentar lagi peperangan melawan Abizar Azzarro akan segera dimulai.


Walau pun Valent sebenarnya lumayan senang dengan tingkah Xavier. Tadinya, rencananya, Valent dan Michael akan membiarkan saja Velladurai dan Abizar Azzarro berperang. Perang antar geng ujungnya hanya akan membawa kerugian. Sebuah kemenangan yang seperti penyergapan ke Mansion Quon kemarin sangat jarang terjadi.


Dan kalau pun terjadi kemenangan, biasanya korban yang berjatuhan bisa setengah dari seluruh anak buah. Itu berarti dapat dikategorikan sebagai bencana.


Karena itu sesama organisasi, walau pun tidak suka, biasanya lebih memilih menjalin kerjasama proyek.


Dan saat mafia berperang, semakin lama mereka biasanya semakin lemah. Akan mempermudah asosiasi untuk membubarkan mereka lebih cepat. Dan misi tiga bersaudara Valentino pun akan terlaksana.


Dan tentu saja Valent akan menjamin keselamatan semua anak buahnya. Karena itu, membagi harta Zafiry untuk ke dua belasnya akan sangat berarti. Setelah mereka kaya raya, mereka tidak perlu bekerja untuk Velladurai. Mereka akan pensiun lebih cepat dari yang direncanakan.


Mereka juga bisa mendirikan usaha sendiri, mereka bisa kabur keluar negeri, bahkan memiliki keluarga baru, mereka bisa tidak peduli lagi akan perang antar geng.


Impian mereka akan lebih cepat terwujud berkat Kaisar.


Kini tinggal…


Kaisar menginjakkan kaki di bawah tanah. Lalu melayangkan pandangan ke sekitarnya.


Dan menarik nafas panjang.


Menghirup aroma tanah kelahirannya. Dimana setiap jalanan terbuat dari emas dan bangunan dari berlian. Para wanita berhiaskan batu mulia warna-warni dengan teknologi termutakhir yang manusia belum bisa wujudkan.


Bayangan kerajaannya di masa lampau serta merta timbul di ingatannya.


Saat teknologi dan sihir bersatu.


Saat Siluman dan Manusia berkeluarga.


Saat Alam dan akhirat terasa dekat.


Saat itu, setiap bongkahan emas bergetar akan keberadaan Kaisar. Benda mati seakan hidup dan memberi kekuatannya untuk Raja mereka.


Valent dan yang lain terpana melihat emas-emas di sekitar mereka terangkat ke udara. Setiap bongkahnya bagai sedang bercerita ke Kaisar mengenai apa saja yang mereka alami selama ini.


Mereka bersinar, dan mengeluarkan dengungan misterius.


Kaisar hanya diam di tengah ruangan dengan mata terpejam. Sesekali ia mengangguk bagaikan mengerti apa yang emas Zafiry 'nyanyikan'.


Lalu air mata Sang Raja pun menetes.


Secara otomatis tahta diturunkan padanya.


Singgasana menjadi miliknya.


Rakyat ada di bawah kakinya.


Namun,


Dengan cara yang demikian menyedihkan.


Tahta tanpa singgasana dan rakyat, apa artinya?

__ADS_1


Kaisar pun membuka matanya.


Dan menoleh ke arah Valent.


Dan tersenyum. "Emas Zafiry sudah bercerita padaku. Salah satunya mengenai keberadaan Albert, sahabatku,"


"Katamu dia mengorbankan diri untuk hibernasimu..." gumam Valent.


Kalau siatuasi biasa, Kaisar mungkin akan kesal kalau tidur panjangnya disebut 'hibernasi' yang memang biasa dipakai untuk hewan yang tidur di sepanjang musim dingin.


"Kau tahu," ia berujar, "Albert sahabatku selalu di sampingku. Ia bahkan rela tidak memiliki istri karena waktunya tersita untuk keegoisanku. Berhari-hari kerjanya hanya membuat ramuan agar aku semakin sakti. Ia juga mempelajari berbagai mantra agar bisa membantuku dengan caranya sendiri. Namun ia memang tidak bisa melindungiku sendirian…"


Kaisar menghampiri Valent.


'Di masa lalu ada ksatria-ksatria yang memang diperintahkan untuk mengawal masing-masing dari kami. Dan Albert adalah salah satunya. Ia bisa menjadi The Greatest. Tapi ia bersedia turun jabatan menjadi The Wizard, padahal kemampuannya jauh lebih tinggi dari The Greatest hanya untuk mendampingiku. Memang konyol dia," Kaisar berhenti di depan Valent.


"M-maksudmu apa bro?"


"Dulu… Albert diam-diam mencintai Agha. Dan aku tahu itu, makanya aku tidak mengangkat Agha menjadi Ratu, agar kesempatan mereka selalu ada. Albert juga memiliki 12 murid setia yang senantiasa membantunya untuk urusan membantuku. Dan orang tuanya adalah The Greatest dengan usia lebih dari 2000 tahun. Pemilik… Persekutuan Penyihir Kerajaan,"


Valent terdiam. "Kenapa rasanya aku familiar dengan kisah hidup itu?" bisiknya sambil mengernyit.


"Mau kulanjutkan?"


"Boleh, tolong lanjutkan…"


"Karena angka kelahiran di suku kami relatif sangat lambat, jadi Albert suka menjodoh-jodohkan orang agar angka pernikahan dan kelahiran naik. Padahal dia sendiri tidak punya pacar. Saking seringnya dia berhasil menjodohkan, ayahku pernah bergurau : Albert, kau seperti Santo Valentinos,"


Valent menaikkan alisnya.


"Seperti yang kau tahu, Santo Valentinos hidup di zaman 227 Masehi, dimana Kaisar Roma di saat itu melarang adanya pernikahan, karena beranggapan rakyat tidak mau menjadi prajurit karena terlena dengan kehidupan berumah tangga mereka. Santo Valentinos yang menyadari ketidakadilan dekrit tersebut, menentang Sang Kaisar Roma dan terus melakukan pernikahan untuk kekasih muda secara rahasia.Dia ketahuan, Sang Kaisar murka, karena itu dia dipenggal di tanggal 14 Februari,"


"Dan kau tahu satu hal lagi?" tambah Kaisar.


"Apa lagi?"


"Hehe," tak diduga, Valent terkekeh lalu menggeleng. Dan dia akhirnya duduk di lantai karena lututnya gemetaran.


Gemetar karena takut sekaligus bersemangat. "Semua ini membuatku tak habis pikir. Betapa semua saling berhubungan…" desis Valent.


"Saat pertama kali aku dan Albert bertemu, kami terlibat dalam perkelahian," kata Kaisar. "Waktu itu usia kami sekitar 5 tahun, Albert memiliki boneka mantra yang cantik. Aku berusaha memilikinya dan kurebut. Lalu Albert menendangku sampai aku terbentur pohon. Kami menangis bersama-sama. Dan akhirnya dia malah memberikan boneka matra itu padaku di ulang tahunku yang ke 6 sebagai hadiah," Kata Kaisar.


"Itu adegan yang familiar bagiku, perkelahian dengan kau berhasil kukalahkan. Boneka mantra apanya hah?! Kujamin rambut bonekanya pasti coklat!"


"Kau benar," Kaisar menyeringai.


"Sialan…"


Bongkahan emas di sekitar mereka berhenti bergetar.


"Pemulihan sudah selesai, mereka siap menjadi milik kalian," desis Kaisar. "Kalau belum di'pulihkan' emas-emas ini bukan benda biasa. Mereka akan selalu kembali ke tempat mereka berasal. Ke Zafiry,"


"Karena itu Quon tidak bisa memakai emas-emas ini…" gumam Valent. "Karena saat ditransaksikan, setiap bongkahnya akan kembali ke sini. Karena itu juga hanya ada benda pusaka di perpustakaan, dan segelintir emas Zafiry karena…"


"Karena emas Zafiry yang di tempatmu itu memang milik Agha, gajinya setiap bulan atas pekerjaannya melayaniku," kata Kaisar menyambung kalimat Valent.


"Dan saat ini kita berada di…" Valent memutar-mutar telunjuknya.


"Mansion Quon ini… Adalah letak Istana Zafiry di masa lalu."


Semua diam.


Orang-orang di sana semua mencerna.


"Itu berarty Emerald City dulunya adalah sebuah Kerajaan. Dan ternyata Agha tidak pernah benar-benar keluar dari Zafiry," kata Valent.


"Maaf, walau pun banyak sekali pertanyaan, kurasa sudah waktunya kita angkut semua dan pergi ke basecamp," sahut Echo memperingatkan semua kekacauan yang terjadi.

__ADS_1


Kaisar menyeringai, "Tidak perlu diangkut. Kita ke basecamp saja sekarang. Semua ini akan mengikuti kita secara ghaib. Kalian kini adalah pemilik sahnya. Kalian bebas menggunakannya sesuka hati,"


"Oh astaga…" desis Echo. "Aku akhirnya kaya sungguhan,"


"Kau juga pilihlah benda yang kau suka, yang lain yang tidak dipilih akan tetap berada di sini, sampai pemiliknya datang," kata Kaisar ke Valent.


"Aku dari tadi tertarik ke pena yang di atas itu," Valent menunjuk ke atas, ke sebuah pigura kosong.


"Pena apa Boss?" tanyya Alfredo sambil mengernyit. Kaisar bahkan memicingkan mata, dan Echo memfungsikan kacamata canggihnya untuk bisa melihat lebih jelas.


"Itu, Pena giok dengan ornamen mirip sayap di ujungnya. Ada di dalam pigura, mencolok sekali loh itu," kata Valent sambil menunjuk pigura merah itu.


"Itu pigura kosong, Boss," kata Echo. "Dan kacamataku tidak mendeteksi apa pun,"


"Astaga gimana sih kalian, dasar pada rabun…" Valent naik ke tangga dan mengambil pigura itu dari dindi g lalu membawanya turun. "Pigura ini!"


"Iya, itu piguran kosong, Bos Valeeeent," sahut Alfredo mulai kesal.


Tapi Kaisar tersenyum, ia sudah tahu maknanya.


"Albert, kau menjelma menjadi manusia yang sama bawelnya denganmu," gumam Kaisar sambil menyentil pelan pigura itu.


"Apa maksudmu?" tanya Valent sambil membuka pigura itu dan mengambil sesuatu di dalamnya.


Pena itu lalu dalam sekejab berubah menjadi sebuah tongkat.


Semua sampai mundur saking kagetnya. "Boss Valent! Hati-hati!!" seru Alfredo sambil mengacungkan senjatanya.


"Apa yang mau kau tembak bodoh?!" sahut Valent.


"Siapa tahu dari situ muncul hewan aneh lagi!" Ujar Alfredo.


"Ck! Manusia lebih aneh. Kalian bekerja mencari uang untuk bahagia sampai sakit, saat sakit kalian gunakan semua uang untuk kesembuhan, dan akhirnya mati tanpa menyadari arti dari kebahagian itu sendiri," sindir Kaisar.


"Ya ampun sindiran yang sangat tajam," kernyit Echo sambil mendesis merasa miris.


"Manusia memang dibuat agar tak pernah puas. Dan itu semua memang rahasia Tuhan, terima saja kami apa adanya, karena kau jatuh cinta pada seorang manusia!" Valent balas menyindir


"Kalau penyihir itu manusia atau bukan sih?!" tanya Alfredo.


"Manusia dengan kelebihan di atas rata-rata," kata Kaisar. "Tongkat milik Albert itu buktinya,"


"Selamat Boss, Anda resmi menyandang status Dukun. Mungkin bisa ambil gelar sarjana di Hogwarts, dilihat dari sifat sih sudah pasti Slytherin lah yaaa soalnya agak licik,"


"Tongkat ini bisa merubah manusia jadi nyamuk tidak?" Valent memicingkan mata dan memutar-mutar tongkat itu ala cheerleader.


"Hey! Hey! Hati-hati dong Booos!!" Seru Alfredo sambil menjauh.


"Tunggu, kami lupa ada hal yang harus kami sampaikan, mumpung kita tidak perlu mengangkut semua ini," Echo menyenggol-nyenggol Alfredo.


"Apa itu?"


"Adinda di rumah sakit karena tertembak,"


"Apa?!"


"Dia sudah ditangani kok, dia mencoba melindungi Orion dari sniper,"


"Kita harus segera ke rumah sakit," gumam Kaisar sambil beranjak. "Lalu Albert… eh, Valentino, kau segera urus kepemilikan Mansion ini atas nama Velladurai ya, Nanti setelah kurebut Velladurai, aku bisa memiliki kembali kerajaan ini,"


"Apa kau juga biasa menyuruh-nyuruh Albert seperti ini? Tidak heran dia menjomblo seumur hidup!" gerutu Valent. "Dia pikir mudah mengurusi semua ini…"


"Kau punya tongkat sihir, Boss. Mungkin urusan bisa lebih mudah,"


"Mungkin tongkat ini berguna untuk menyabet bokong Menteri Pertanahan biar dia segera tandatangan status kepemilikan sertifikat,"


**

__ADS_1


__ADS_2