
luna pun hanya terdiam dan entah kenapa perasaannya mulai tidak karuan perasaan apa ini fikir luna dalam hati sampai - sampai luna meneteskan air mata entah apa yang telah terjadi dengannya . di sisi lain galang hanya memeluk luna dan berkata .
" lun aku sungguh ... aku benar - benar mencintaimu lun . "
" tapi ka luna tidak bisa luna ga bisa menerima perasaan ka galang kali ini ka luna ga bisa . tolong ka , seharusnya ka galang ngerti perasaan luna ka." menjelaskan dengan menangis.
" tapi kenapa lun kenapa kamu .... apa gara - gara sandra apa sebab itu kamu tidak bisa menerimaku lun . aku bisa melupakan sandra demi kamu bahkan pustus dari sandra aku siap lun ."menjawab dengan serius dan menyakinkan luna . tiba tiba hujan turun dan membasahi tubuh kedua pasangan itu seakan akan tuhanlah yang mengatur akan jadi seperti apa hubungan mereka .
luna hanya bisa menangis dan terus berusaha meyakinkan galang akan hubungan yang akan membuat semua sedih dan menderita . tapi galang berusaha meyakinkan luna .
" ka galang aku mohon mengertilah aku tahu ka ... tapi aku ga bisa mengerti lah ka galang aku mohon aku hanya bisa melakukan semua ini demi la sandra demi keselamatan dan kehidupan ka sandra ."
__ADS_1
" ka galang lepaskan aku . aku mohon aku harus kembali ke asrama aku takut semua memcariku sekarang ."
tiba tiba galang membalikan badan luna dan mencium bibir luna dan luna pun hanya kaget dan galang pun terus menciumi luna dengan nafsunya . luna mencoba melepaskan tapi genggaman galang sangat erat dan galang pun tidak mau melepas luna . luna hanya bisa menangis dengan keadaan yang sedang terjadi padanya . sampai galang puas dengan perlakuanya dan menghentikan semua .
" maaf lun .. aku hanya ingin melepas emosiku padmu aku benar -benar minta maaf padamu lun ." menyesal atas apa yang ia lakukan pada luna secara tiba - tiba .
" ka aku mohon mulai sekarang ka galang jauhi luna untuk sementara luna minta tolong ka ." meninggalkan galang sendiri .
disisi lain lun kembali ke asrama dengan keadaan basah kuyup dan wirda pun bertanya pada luna apa yang telah terjadi padanya tetapi luna hanya diam dan terus menuju kamarnya . wirda yang melihatnya sangat khawatir dan mencoba membujuk luna agar bicara padanya namun hasilnya nihil hingga nadia mengetahui apa yang terjadi pada luna . nadia pun mencoba membujuk luna
" lun buka pintunya kamu jangan membuat semua orang khawatir pada dirimu lun , keluarlah dan bicara baik - baik pada ku . " mencoba menenangkan lun yang dari tadi tidak keluar dari kamar
__ADS_1
" lun kamu kan tahu aku sangat khawatir jika kamu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaanku pada mu ." ujar wirda mencoba kembali agar luna bisa keluar kamar.
" lun jika kamu tidak ingin bicara sekarang tidak apa tapi kamu jangan mengurung begini dong di kamar ." nadia pun mulai bingung dengan keadaan yang sedang terjadi sekarang lalu nadia meminta wirda untuk menjaga luna sebentar dan nadia ingin menemui seseorang sekarang. wirda pun menuruti apa kata - kata nadia , lalu nadia pergi menemui ferdian yang kebetualan nadia memiliki nomer telvonnya .
" hallo ... ka ini nadia . nadia mau ketemu ka ferdian bisa nadia ingin bicara sesuatu penting dengan ka ferdian tentang luna ." menghubungi ferdian dan menjelaskan apa maksud dan tujuannya .
" eeh nadia kenapa tiba- tiba ada apa . luna baik baik saja kan . "
" ka aku ingin bicara dengan kaka sekarang bisa ka penting .!" ujar nadia ke ferdian .
sesaat setelah percakapan mereka nadia pergi dan menemui ferdian di cafe dekat dengan sekolahnya.
__ADS_1
***