
sesaat setelah kejadian kemarin nadia mulai memikirkan akan hubungannya dengan Ferdian kedepannya. ia pun mencoba bertanya pada hatinya apakah perasaan itu benar benar nyata atau hanya sekedar bayangan yang diciptakan oleh Tuhan , kini perasaannya mendadak membuatnya pusing dan ia ingin segera menghentikan dan membuat seolah itu tidak nyata seperti bayangan . perasaan yang terkadang membuat hilang akal dan ingin seolah semua dipermainkan oleh seseorang selayaknya sebuah komik yang sedang dibuat seseorang kadang perasaan dan khayalan seolah menjadi nyata dan tidak ada batas antara keduanya.
seperti cinta namun terus sakit dan berulang ulang merasakan penyesalan yang dalam.
" nad kamu sedang apa??. " ujar Sinta.
" emmm... ahahaha aku hanya sedang berkhayal. " jawab nadia.
" berkhayal apa maksud mu??. " tanya lagi.
" aaah sudahlah kita pergi makan malam aja yah ajak wirda dan luna yah biar rame rame. " ujar nadia ke Sinta.
" ooo.. baiklah. " balas Sinta
Sinta pun pergi dari kamar nadia dan memanggilnya luna dan wirda untuk makan malam bersama sama.
sesampainya di kantin tempat makan mereka duduk berdampingan namun ada hal aneh. luna, wirda, dan Sinta menatap nadia dengan seksama.
" kalian sedang apa. " ujar nadia.
" aaah kami sedang menatap televisi yang ada di belakang mu ya kan lun, Sinta. " balas wirda.
" tapi televisi di belakangku mati kalian pasti bohong cepet bilang ada apa kalian menatap ku begitu. " ujar nadia.
__ADS_1
" udah udah hentikan... nad sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu. " ujar luna.
" cepat katakan aku ingin tahu apa yang kalian pikirkan. " balas nadia.
" tunggu kita makan dulu aja makanan udah datang. oke " ujar wirda.
Akhirnya mereka makan dan memutuskan pembicaraan . sesaat setelah makan luna mulai membicarakan masalah tadi dan mereka berkumpul di kamar nadia sambil lembur mengerjakan tugas sekolah.
" nad aku mau tahu kamu ada hubungan apa dengan ka ferdian.?? " ujar luna tanpa basa basi.
" maksud kamu apa Lun. " balas nadia.
" akhir akhir ini kamu sering banget sama ka ferdian dan kamu semakin akrab dengan ka ferdian apa kalian menjalain hubungan. " tanya luna.
" aaah itu tidak mungkin luna aku sama ka ferdian tidak ada apa apa kita cuma teman aja luna. " balas nadia.
" aku sangat yakin wirda. " balas nadia.
akhirnya meraka kembali fokus akan ujian yang akan dilaksanakan 2 hari lagi.
kalain tahu apa yang sedang nadia rasakan adalah sebuah imajinasi dari penulis cerita ia sedang dipermainkan olehnya. ia hanya bisa menjawab pertanyaan sesuai alur cerita yang sudah tertulis didalam naskah. namun pada nyatanya itu semua bohong nadia sangat tersiksa akan jalannya cerita yang entah akan membawanya ke hubungan seperti apa.
Love scenario itulah hal yang tepat buat nadia seolah cintanya nyata namun perasaannya yang hayalan saja. kita bisa merasakan sakit yang begitu dalam dalam kehidupan nyata sekarang namun pada saat penulis menentukan untuk kembali tersenyum dalam luka semua bisa apa sekarang. entah tadir atau hanya sebuah ilusi yang tampak nyata. sebenarnya cinta itu seperti apa sih apa hanya sekedar suka, pacaran , berkencan atau ada hal semacamnya.
__ADS_1
Kita pernah bertemu dan saling mencintai
Itu telah menjadi kenangan abadi
Ini adalah melodrama yang indah
Dengan akhir cerita yang bagus
Itu sudah cukup
Aku mencintaimu
Skenario cinta yang kita ciptakan
Lampu-lampu telah padam
Saat halaman terakhir tertutup
Secara perlahan tirai akan jatuh (akan berpisah)
Tak apa menghadapi perpisahan
Fakta bahwa tidak ada hari esok untuk kita
__ADS_1
Meskipun sakit.
****