
Luna telah memutuskan untuk melanjutkan ke kampus yang sama dengan galang dan ia tidak ada maksud lain selain karena ia memang dari dulu ingin melanjutkan disana.
keputusan yang ia ambil mungkin menimbulkan prasngka bagi banyak orang tapi itu tidak akan membuatnya menyerah akan impiannya selama ini untuk tidak mengecewakan kedua orang tuanya yang selama ini mendukung Luna.
Disisi lain galang masih di kalimatan menjaga ayahnya yang masih sakit. sebenarnya ia sangat merindukan Luna. namun sampai saat ini ia belum mengabarinya dan menjelaskan keadaan sekarang seperti apa.
meski luna tidak ingin tahu urusan galang saat ini tapi ia juga punya perasaan khawatir terhadap keluarga galang, karna bagi luna keluarga galang adalah keluarganya juga dan ia sangat berhutang budi pada keluarga galang.
"Lun kamu sedang memikirkan apa???. " ujar nadia.
" eee emm aku tidak memikirkan apa apa. " jawab luna.
"ya dah lah Lun aku pergi keluar dulu yah sebentar.?" ujar nadia ke luna
" eeh tunggu kamu mau kemana nad??. " ujar luna.
" aku mau bertemu ka ferdian dulu sebentar. " jawab nadia.
Nadia kemudian pergi dan menemui ferdian di cafe dekat alun alun kota. sesaat setelah sampai nadia melihat banyak sekali pedagang kaki lima dan nadia tergoda dengan itu. bukanya menunggu ferdian sampai nadia malah langsung berkeliling melihat lihat.
" nadia kemana yah kok ga ada. " ujar ferdian didalam hati.
__ADS_1
kemudian ferdian berkeliling sebentar sambil melihat lihat dan ternyata ferdian melihat nadia sedang asik bercanda dengan anak anak yang sedang berkunjung di alun alun kota.
melihat nadia begitu ceria ferdian pun ikut merasa bahagia melihat nadia begitu bahagia. lalu ferdian menghampiri nya.
"nad... kamu sedang apa disini aku sudah lama menunggu mu. " ujar ferdian.
" eh ka ferdian maaf ka habis disini banyak yang menarik perhatian nadia jadi nadia lupa nungguin ka ferdian deh maaf ya ka. " ujar nadia menyesal.
" ya dah ga papa kita keliling aja dulu . " ujar ferdian.
" oke ka siap. "jawab nadia dengan semangat.
saat sedang berkeliling nadia melihat makanan kesukaan dan meminta ferdian membelikannya.
" apa kamu mau apa. " jawab nadia
" nadia pengin es pelangi itu ka eem pasti enak banget deh. " ujar nadia.
" es pelangi yang mana. "jawab ferdian.
" itu loh ka gerobak yang warna merah dan banyak balonnya. "
__ADS_1
Ferdian pun menghampiri pedangan dan memesan dua gelas es pelangi. kemudian ferdian membayar dan menghampiri nadia sambil memberikan es yang ia inginkan.
" makasih ya ka "ujar nadia sambil melahap es
" iya sama sama " sambil tersenyum manis.
" kalau udah kita langsung aja yah ke permasalahan nya aja. " ujar nadia.
Akhirnya mereka mendiskusikan tentang hubungan luna dan galang alangkah baiknya bagaimana. saat membicarakan tentang luna dan galang, tiba tiba ferdian mulai pindah topik pembicaraan.
" nad berasa ga sih kalau kita makin lama makin deket. " ujar ferdian.
" kenapa tiba tiba bilang gituh ka. "jawab
nadia
" dari tadi kita bicara tentang hubungan luna dan galang... lalu kita itu sebenarnya apa nad. " ujar ferdian.
"maksud ka ferdian hubungan kita berdua gitu ka. " ujar nadia.
sesaat nadia bingung akan kata kata ferdian dan ia mulai malu untuk mengatakan apa yang akan terjadi kedepannya.
__ADS_1
***