
sesampainya di rumah ferdian menuju ke kamar dan berbaring di kasur , sampai - sampai dia terlelap saat itu yang di fikiran ferdian hanya bagaimana semua masalah ini tidak menggangu kesehatan sandra . ferdian juga merasa bersalah seakan dia ingin pergi ketempat dimana dia bisa melupakan perasaan , kehidupan , dan penderitaan yang teleh dia rasakan sejak dulu ia sangat kesepian bahkan sampai dia menganggap bahwa hidupnya hanya untuk mencintai satu orang dalam kehidupan ia tidak berusaha keluar dari zona nyaman yang selama ini membuatnya menjadi seorang laki - laki egois dan tidak bertanggung jawab pada perasaan nya sekarang. tiba - tiba terdengar dering ponsel dan tertera nama Nadia dan ferdian pun mengangkat telvon dari nadia.
" Hallo nad , ada apa ?." ujar ferdian
" em ka ferdian udah di rumah ka " gugup
" udah emang kenapa nad tumben luna ga papa kan ?." tanya balik
" luna baik baik saja ka tapi dia masih didalam kamar hanya bicara sedikit ka ." masih dengan perasaan gugupnya.
" Nad , kamu ga papa kan kok suara kamu agak gemetar gituh yah .?"tanay ferdian penasaran .
__ADS_1
" ga kok ka nadia baik baik aja hehehe " sambil tertawa .
" pasti mau tahu soal galang kan udah deh nad kamu jangan bohong udah ketahuan banget kamu penasaran sama galang ."ujarnya ke nadia .
" hehehe iya ka habis nadia pengin tahu ka?." sambil malu
Disaat nadia dan ferdian berbincang ayah ferdian masuk kekamarnya dan memarahi nya karena ayahnya dapat telvon dari pihak kampus bahwa ferdian jarang masuk kelas dan sering mendapat revisi tentang tugas kampus . di saat itu ferdian lupa bahwa telvonnya masih tersambung dengan nadia , sehingga nadia mendengar percakapan mereka . dari yang di dengar nadia bahwa ferdian tertekan karena ayahnya untuk menjadi seseorang yang bukan menjadi jatidirinya ia sangat tahu perasaan ferdian di saat itu karna dulu nadia juga pernah terkekang karena orangtua . ia merasakan apa yang ferdian rasakan di tengah tengah keributan ferdian hanya diam dan mendengarkan ayahnya yang mengoceh . tak beberapa lama ayhanya pergi dari kamar ferdian dan nadia pun memanggilnya.
Ferdian yang mendengar itu langsung kaget dan mengambil ponselnya dan berkata .
" nadia ka.. kamu dengar semuanya ?." bertanya balik.
__ADS_1
" maaf ka tadi telvonnya belum terputus jadi nadia masih dengar semuanya ka maaf ya nadia ga bermaksud untuk ikut campur urusan kaka ." terdengar penyesalan di setiap kata katanya .
" ga papa nad . kamu jadi tahu yang sebenarnya tentang diriku yang buruk dan memang sih seharusnya kamu tidak perlu dengar tapi sudah telanjur ga papa lah ." sambil menghela nafas
" ka .. ka ferdian semangat ya ka karna sebuah pejuangan pasti akan ada hasil yang memuaskan mungkin sekarang ka ferdian lagi mengalami dimana semua orang seakan mrnyudutkan kaka tapi percaya ka semua akan indah bila kita menunggu sesuatu yang sangat berharga . Kaka bisa cerita apapun yang kaka mau jika kaka butuh teman untuk curhat atau berbagi masalah ka jangan anggap kaka sendiri ya ka apalagi merasa kesepian ." dengan nada semangat.
" makasih ya nad . luna beruntung memiliki sahabat kaya kamu perhatian dan selalu ada disaat dibutuhkan dan selalu ada di setiap moment dihidup luna." ujarnya ke nadia .
" aku juga bisa ka menjadi teman kaka kalu kaka mau . aku bisa mendengarkan semua yang kaka ingin ungkapkan tetapi sulit diucapakan . mungkin sekarang kaka tidak yakin tapi jika butuh aku , aku siap untuk menjadi tepat kaka kembali." ucapnya .
Ferdian merasa sangat tenang sekarang setelah mendengarkan ucapan nadia . ferdian merasa ia menemukan seseorang yang dapat diajak bicara dan bisa menjadi pendengar yang baik . Luna sangat beruntung memiliki sahabat seperti Nadia. dan tiba - tiba jantungnya berdetak sangat kencang .( kenapa dengan perasaan ini ) pikir ferdian didalam hati.
__ADS_1
***