
Bang Abimanyu kehabisan kata-kata saat ada tiga pria menghadapnya dan meminta untuk melamar adik wadanyon. Melihat Bang Bara dan Bang Sanca, timbul lah ide jahilnya untuk mengerjai mereka bertiga.
"Jadi benar ini Sanca, kamu mau melamar Irni?"
"Laahh.. bukan saya Bang........"
"Berarti kamu ya Bara?" Tunjuk Bang Abimanyu.
"Ya Allah Bang, mana berani saya lamar perempuan lain." Jawab Bang Bara.
"Aahh Abang nih, untuk saya lah." Sambar Bang Priyo.
"Owalaah.. Letnan Supriyo sudah berani pacaran??? Saya kira nggak laku Pri."
"Iiisshh Abang, saya ini sudah banyak mengalah untuk mereka. Saya sudah terlalu baik jadi makhluk hidup. Sebenarnya Hemas dan Dena mengejar saya, tapi saya sengaja menolak agar Sanca dan Bara tidak kecil hati." Cerocos Bang Priyo dengan rasa percaya diri yang luar biasa.
Bang Abimanyu mengangguk sejenak tanda mengerti kemudian menatap ketiga pria secara bergantian. "Saya nggak bisa, nanti Mbak Nawang cemburu kalau saya melamar Irni, kalian tau khan bisa saja Irni jatuh cinta sama saya."
"Baaang, saya nggak guyon iniiii, saya benar-benar mau melamar anak orang." Kata Bang Priyo mulai kesal.
"Saya nggak bilang Irni anak kambing."
Bang Sanca, Bang Bara dan Bang Priyo saling pandang kesal karena permintaan untuk melamarkan Irni menjadi ruwet.
"Saya mau pulang Bang, kangen sama Hemas. Kalau Abang nggak bersedia melamarkan Irni ya nggak apa-apa. Lagipula saya sudah menikah." Ucap pasrah Bang Sanca.
"Saya juga."
"Apa-apaan kalian ini. Mana jiwa korsa kalian???????" Tegur Bang Priyo. "Giliran saya mau nikah, kalian mundur tanpa perjuangan. Tidak ada yang menemani saya untuk mendapatkan Irni."
Sontak Bang Sanca dan Bang Bara tertawa terbahak. Apalagi wajah Bang Priyo tidak bisa santai sama sekali.
"Maaf.. maaf.." Bang Bara masih terbahak melihat ekspresi wajah Bang Priyo.
"Sorry, kita sudah nikah. Nggak ingat rasanya bujang." Ledek Bang Sanca. "Eehh bro.. pulang yuk, aku sudah rindu sama 'istriku' " imbuh Bang Sanca menarik bahu Bang Bara sembari menekankan kata terakhirnya.
__ADS_1
"Pergi sono..!!!!!! Kagak ingat itu bahu masih melengseng bekas biji api??????" Ucap gemas Bang Priyo.
"Pulang.. pulaaang.. bini uda mapan di rumah." Tak peduli dengan kesalnya Bang Priyo, Bang Sanca terus saja meledeknya.
"Dena pasti juga sudah pasang badan."
Tak ayal Bang Abimanyu menunduk menahan senyum melihat satu litting yang hidupnya tidak pernah lepas dari ledekan. "Eehh Priyo, Sanca dan Bara mau ada urusan. Siapa mau mengantarmu?"
"Yaaa Bang, please deh. Abang ya antar saya melamar adiknya Wadan..!!"
"Waduuh Pri, nanti malam saya rencana sakit gigi." Jawab Bang Abimanyu.
"Okee.. saya bisa lamar sendiri.." Bang Priyo mendengus sebal kemudian pergi dari ruangan memancing tawa ketiga pria disana.
"Pengen kawin betul dia." Kata Bang Bara.
"Keburu karatan tuh tusuk gigi." Imbuh Bang Sanca.
...
Sejak kembali dari penugasan, Bang Sanca belum kembali melakukan pendekatan dengan Hemas. Ia gelisah setengah mati melirik sang istri menyiapkan makan malam untuk mereka.
Hemas mematikan kompornya dan hal itu membuat detak jantung Bang Sanca semakin tak beraturan, takut istrinya akan marah.
"Nanti pasti Abang makan. Jangan marah ya..!!" Bujuk Bang Sanca.
"Dinda nggak marah." Jawab Hemas.
"Terus kenapa? Dari siang Dinda menghindari Abang?" Tanya Bang Sanca.
"Kalau Abang memang mau mendua ya sudah."
"Maksudmu bagaimana Dinda?"
"Abang mau melamar Irni khan?" Hemas menegaskan apa yang di dengarnya tadi.
__ADS_1
"Iya, Dinda mau ikut?" Ajak Bang Sanca tanpa tau apa yang sedang di rasakan istri kecilnya.
Hemas menitikan air mata dan langsung masuk ke dalam kamar untuk mengambil ponselnya.
"Baaang, Abang Sanca mau kawin lagi..!!!!!" Ucap Hemas pada seseorang di seberang sana.
"Lhoo.. lhoo piye to dek."
:
"Sumpah Bang, mana ada saya niat kawin lagi." Jawab Bang Sanca saat Bang Wilang duduk di hadapannya dengan wajah murka.
"Yang benar kamu Sanca.. Kata Hemas kamu mau melamar adiknya wadanyon."
"Nggak Bang, sumpah Abaaang. Apa saya ini nggak waras masih mau cari perempuan lain??? Saya mikir keluarga Bang, mau punya anak juga." Jawab Bang Sanca.
"Terus siapa yang mau lamaran."
"Saaaan.. ayolah berangkat..!!" Ajak Bang Priyo di luar sana.
"Naaahh.. Abang tanya itu sama si kuro..!!"
Bang Wilang menoleh ke arah depan rumah dan melihat sosok Supriyono Kurowo sudah berdiri di depan rumah memakai baju adat basahan Jogja.
"Heeh Pri.. mau apa?"
"Ijin Bang, melamar Irni." Jawab Bang Priyo sembari membenahi kain di pinggangnya.
"Ngelamar apa main ludruk?? Ribet amat lu." Ledek Bang Wilang.
"Heeh kuro, jelasin dulu sama istriku. Gara-gara lamaranmu ini aku sampai ribut sama bojo." Teriak Bang Sanca mendadak emosi.
.
.
__ADS_1
.
.