Kamu, Aku Dan Dia

Kamu, Aku Dan Dia
24. Horor.


__ADS_3

Kali ini Bang Sanca seperti pria kesetanan, ia terus mend**ah menikmati malam bersama Hemas. Tak ingat lagi berapa lama dirinya menahan hasrat prianya hingga kali ini dirinya meluapkan tanpa ampun.


"Kamu seksi sekali Dinda." Ucapnya tidak bisa menahan gejolak rasa.


Hemas yang hormonnya sedang tinggi pun bisa mengimbangi permainan Bang Sanca dengan sangat baik.


"Iya donk.. Om San senang??" Jawab nakal Hemas membuat gairah Bang Sanca semakin terpacu.


"Kamu benar-benar buat Abang jadi gila Dinda..!!" Mendengar jawab nakal sang istri, Bang Sanca merasa tertantang dan mempercepat ritme permainan hingga dirinya membasahi Hemas dengan sempurna dan penuh kelegaan.


***


Para anggota sedang olahraga bersama, hanya Bang Sanca saja yang masih berolahraga ringan. Misi pergerakannya semalam sudah cukup menguras banyak tenaga.


"Lari broooo.. masih sakit?" Ledek Bang Priyo.


"Nggak juga, hemat tenaga saja." Jawab Bang Sanca.


Bang Bara tau ada kemungkinan hal yang terjadi semalam hanya bisa tersenyum kecut. Ia pun berusaha mengalihkan perhatiannya sendiri. "Pri, rumah dinasmu di samping rumah Sanca. Hanya itu saja rumah dinas perwira yang kosong. Kemarin ada yang kosong, tapi jaraknya jauh dari batalion."


"Ya sudah, jauh juga nggak apa-apa." Kata Bang Priyo.


"Lho, bukankah rumah itu baru diisi anggota yang baru pindah dari Aceh ya?" Tanya Bang Sanca.


"Yang benar lu???" Selidik Bang Priyo tidak percaya.

__ADS_1


"Benaar, tadi dia sudah lapor datang dan nanti siang mau masuk di rumah dinas itu." Jawab Bang Sanca.


"Waahh.. berarti belum rejekimu Pri. Kalau begitu kita bertiga jadi tetangga nih."


"Aaaaahh.. Aku kepikiran kalau istri kita bersatu padu. Nggak sanggup aku mikirnya kalau kompi ini di pimpin mereka. Aku tidak yakin mereka punya visi dan misi yang jelas." Kata Bang Priyo mengungkapkan kegelisahan hatinya.


"Itu nanti jadi tugas kita untuk mendukung mereka dari belakang. Bukankah tindakan apapun yang akan di ambil istri kita pasti akan sepengetahuan kita juga untuk mendapatkan persetujuan." Bang Sanca mencoba meredam kecemasan sahabatnya tapi di hati terdalamnya juga gelisah memikirkan apa yang akan terjadi nanti.


Mata ketiga lelaki ini memperhatikan para istri yang tengah berunding dan terlihat sangat serius.


"Mereka merundingkan apa?" Tanya Bang Priyo.


"Pasti sedang merundingkan pekerjaan mereka yang baru sebagai istri anggota dan Irni sedang belajar sama Hemas dan Dena." Jawab Bang Bara.


"Itulah yang aku cemaskan. Bagaimana bisa mereka saling mengajari padahal mereka butuh di ajari." Kata Bang Priyo.


Ketiganya pun mendekati para wanita. Ada rasa penasaran dalam hati tentang apa yang tengah mereka kerjakan saat ini.


"Kalian mengerjakan tugas apa? Ada tugas dari ibu Danton ya?" Tanya Bang Sanca.


"Nggak Bang, kita rencana mau masak ikan kuah asam." Jawab Hemas.


"Haaaahh.." refleks Bang Bara membulatkan bola matanya.


Bang Sanca tak kalah panik dan kagetnya, pasalnya dirinya amat sangat tau kualitas Sekar Kedaton kesayangannya itu. "Yang mau masak siapa?"

__ADS_1


Jari telunjuk Dena dan Irni menunjuk Hemas yang sudah memasang wajah bangga.


"Allahu Akbar, kalian ini apa mau latihan mati?" Tanpa sadar bibir Bang Sanca mengucap kecemasannya namun hal itu membuat alis Hemas berkerut dengan wajah kesal.


"Maksud Abang, masakan Dinda nggak enak??"


jdeeerrr..


"Hmm.. duuhh.. maksud Abang bukan begitu sayang. Abang hanya tidak mau kamu sampai kecapekan karena memasak." Jawab Bang Sanca masih logis memberi alasan.


"Dinda nggak capek kok Bang, malah pengen masak. Rencananya Dinda mau masak satu kuali besar untuk kompi, nanti Bang Priyo dan Bang Bara di undang juga." Kata Hemas tanpa rasa bersalah sedikitpun.


gleekk..


Bang Bara yang paham kualitas Hemas pun hanya bisa menelan ludah dengan susah payah, bingung untuk menolak.


"Besok Abang ada rencana jalan sama Dena dek. Mau lihat baju bayi." Alasan Bang Bara.


"Nggak apa-apa Bang, setelahnya saja kita pergi." Jawab Dena malah ingin hadir dalam rencana mematikan dari Hemas.


Bang Priyo langsung terduduk lemas saking bingungnya. "Besok sekalian bawa buku Yasin kah?" Tanya nya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2