KAMU DIA DAN FAKULTAS PERTANIAN ITU

KAMU DIA DAN FAKULTAS PERTANIAN ITU
Bab 8


__ADS_3

Hari terus berlalu kini telah seminggu Aldin berusaha mendapatkan hati Anisa namun semua sia-sia ingatan Anisa sudah tak bisa diberikan kembali


Seperti hari ini ia hanya bisa menatap Anisa dari jauh Anisa yang sedang tertawa bahagia bersama ordam dan Arkana ingin sekali Aldin menyerah namun ia tak mungkin bisa melepaskan wanitanya begitu saja terlebih lagi ia begitu menyayangi Anisa


"Gue akan lakukan apapun agar Anisa kembali" gumamnya


Aldin berjalan mendekati Anisa yang sedang duduk di tengah ordam dan Arkana melihat kedatangan Aldin Anisa mengehentikan tawanya menatap tak suka pada kedatangan pria yang selesai mengganggunya itu


tanpa basa basi Aldin menarik kasar tangan Anisa membawahnya menuju lapangan ordam yang melihat itu marah dan mengikuti langkah kaki kedua orang itu


Plakkk


semua orang terkejut mendengar suara tamparan yang Anisa berikan pada Aldin Anisa menatap tajam pada Aldin yang berani membawahnya dengan begitu kasar


"Anisa" ucap Aldin


"Berhenti menganggu ku Tuan ALDIN ALVARO ABRAHAM"Teriak Anisa begitu lantang


Keduanya menjadi tatapan para mahasiswa yang berada di sana begitu pun dengan ordam yang menghentikan langkah ketika mendengar tamparan yang di lakukan Anisa


"Anisa dengar aku kekasihmu dan semua telah berbohong padamu" ucap Aldin mengatakan semuanya


Ordam sempat panik ia takut Anisa akan berusaha mengingat atau bahkan telah Mengingat ia belum siap jika harus kehilangan Anisa lagi


Anisa mengatur napas yang seakan mencek lehernya menunduk dan membuangnya secara kasar kembali melayangkan tatapan tajam bak singa pada Aldin


"Oke,,jika emang loh pacar gue loh dimana saat gue sadar hah" bentak Anisa


"G-gue"


"Diam" teriak Anisa pada Aldin


"Bahkan saat gue bangun yang gue lihat bukan loh tapi ordam,,dan bahkan saat gue tanya pihak rumah sakit mereka hanya menyebut nama ordam yang selalu ada tiap malam Nemani gue "


"Loh dimana saat gue butuh hah,,loh dimana " bentak Anisa


Aldin diam membeku ia bahkan tak berani menatap mata Anisa ia tau kesalahannya dia tak pernah ada bahkan saat Anisa membuka mata bukan dia orang pertama yang ia lihat


"Jawab"


"Loh nggak bisa jawab kan karena loh sibuk dengan ambisi loh yang ingin jadi segalanya dikampus"


"Kalau pun gue nggak hilang Ingatan gue akan tetap pilih ordam dan gue benci sama loh" tekan Anisa


Degg


Bagai ditusuk ribuan belati hati Aldin begitu sakit mendengar kata benci yang keluar dari mulut Anisa Aldin dengan penuh keberanian menatap wajah anisa yang merah padam akibat marah


Aldin berusaha meraih tangan Anisa namun dengan cepat Anisa menepis kasar tangan itu Anisa bahkan mengusap kasar air matanya


Arkana berlari mendekati Anisa meraihnya dalam dekapannya mendapatkan perlakuan itu Anisa langsung menangis didalam pelukan Arkana


"Dia jahat arka" ucap Anisa dalam Isak tangisnya


"Kamu tenang oke" ucap Arkana berusaha menenangkan Anisa

__ADS_1


Dengan sabar arkana mengusap lembut punggung Anisa membiarkan Anisa meluapkan seluruh kesedihan hatinya


Aldin berusaha untuk berbicara kembali namun tangannya dengan keras ditarik oleh seseorang terpaksa Aldin mengikuti langkah kaki pria itu


"Loh kenapa bawah gue" tepis Aldin


"Cukup buat Anisa sedih" ucap pria itu


"Loh"


"Eril"ucap pria itu menatap ke depan


"Bukannya Anisa juga dekat sama loh yah?" tanya Aldin


"Anisa juga lupa sama gue" kata eril


"Kenapa loh nggak buat Anisa ingat seperti yang dilakukan Arkana dan ordam"


"Gue bukan Arkana yang selalu ada didekat Anisa dan gue bukan ordam pria yang Anisa cintai dulu" ucapnya


"Gue nggak ngerti " ucap Aldin


Pria itu menatap Aldin


"Anisa lupa ingatan "


"Gue tau" ketus Aldin


"Tapi hatinya tak lupa bukan?" ucap eril


Lagi-lagi Aldin mengerutkan keningnya ia sama sekali tak mengerti apa yang pria ini katakan


Eril menghembus napas kasar menatap ke depan eril juga salah satu orang yang perna Anisa anggap sebagai sahabat namun saat Anisa hilang ingatan ia sama sekali tak mengingat dirinya


"Anisa lupa ingatan tapi hati Anisa masih bekerja dengan baik "


"Gue juga udah pernah nyoba kayak loh buat dia ingat namun sama sekali dia tak ingat apapun,, sementara Arkana ia bahkan tak perlu susah menyakinkan Anisa"


"Itu karena Dia telah hidup lama di hati Anisa"


Aldin menunduk berpikir apa benar yang pria ini katanya


"Sabar bro,,ini semua demi kesehatan Anisa gue tau berat tapi yakin lah pada tuhan jika Anisa jodoh loh pasti dia akan ingat suatu saat nanti" ucapnya berlalu dari sana


Aldin masih terdiam segala cara telah ia coba bahkan kata-kata Anisa melekat dalam pikirannya


"Dan gue benci sama loh"


Aldin tersenyum getir kalah Mengingat perkataan Anisa


"Sekarang loh benci sama gue nis" ucapnya


Disisi lain Anisa telah tenang Arkana membawahnya ketaman kampus yang ada Arkana terus mengusap lembut kepala Anisa


"Jangan selalu berpikir keras" ucapnya

__ADS_1


"Sayang" panggil ordam


Anisa melihat ordam tersenyum dan memeluk pria itu ordam dengan senang membalas pelukan hangat kekasihnya ordam sempat berpikir jika Anisa akan memilih Aldin atau bahkan benci padanya yang telah berbohong


"Sudah jangan sedih oke,,makan lah" ucapnya memberikan es cream pada Anisa


Anisa menerima dan memakan es cream pemberian ordam


Tak ada pembicaraan diantara ketiganya mereka sibuk dengan pikiran masing-masing Anisa bahkan terdiam menatap kosong kedepan sambil memakan es cream miliknya


"Nisa" panggil Arkana


"Eh-iya" sahut Anisa


"Jangan melamun"


"Iya"


Anisa kembali memakan es cream hingga habis setelah itu ketiganya kembali ke dalam ruangan disana Anisa dapat melihat Tasya dengan wajah ngambeknya Anisa berjalan mendekati Tasya dengan tersenyum


"kusut amat" ketus Anisa


"Tau ah malas gue kalian pergi nggak ada gue" sinis Tasya


"Kita nggak kemana-mana loh" bela Anisa


"Iya deh serah"


Anisa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tasya yang sedang dalam mode ngambek nya


Dosenpun masuk dan memberikan materi hari ini


Waktu terus berputar hingga tiba saat seluruh materi telah selesai dan dosenpun telah pamit keluar dari sana


"Gays,,jangan lupa kita akan turun lapangan besok" ucap koordinator atau ketua tingkat disana


"Siap" ucap semua kompak


Keempat orang yang selalu bersama tidak langsung pulang ke rumah masing-masing melainkan berkumpul dimall untuk mencari bahan yang di perlukan saat praktikum


"Mau cari apa?"Tanya ordam pada anisa


"Aku lapar" keluhnya


Ordam terkekeh melihat wajah Anisa iapun mengengam tangan Anisa membawahnya di salah satu resto yang ada di mal tersebut Hanya berdua sedangkan Arkana dan Tasya memilih untuk berkeliling mencari barang yang ia butuhkan


"Apa kau tak lapar?" Tanya Arkana pada Tasya


"Tidak,,ayo lihat kesana" Ucap Tasya sambil menarik tangan Arkana


Sepanjang jalan mata Tasya terus mencari barang yang di perlukan hingga ia tak sengaja menabrak salah seorang di sana Tasya hampir terjatuh dengan cepat Arkana menangkap tubuh tasya hingga kedua netra mata mereka bertemu beberapa saat mata indah yang Tasya pandang seakan engga untuk ia beralih


"Kau tak apa?" Tanya Arkana


"E-hh tidak terimakasih" ucap Tasya gugup

__ADS_1


Tasya berlalu berjalan mendahului Arkana entah mengapa ia merasa jantungnya berdetak kencang bilang ada di dekat Arkana apa kah ia menyukai Arkana hanya Tasya yang tau perasaan dirinya sendiri


"Tasya ayolah jangan gugup" gumamnya


__ADS_2