Kataya Angrea & Jamie Wilson

Kataya Angrea & Jamie Wilson
Chapter dua : Ingin di cintai


__ADS_3

James


*aku mohon jangan menangis aku takut jika kamu stres anak kita kenapa2x


Edward dan Olin


*apa


Edward


*Tamara


Tamara


*aku akan menikah dengan James, aku sedang mengandung Edward


Olin melihat ke arah Kate, ia tahu bahwa sahabat nya Kate mencintai James.


*Kate batin Olin


Edward pergi dari pemakaman tersebut di susul dengan Olin di belakangnya.


Kate berjalan menuju Mrs.Shasha ia merangkul bahu Mrs.Shasha.


Kate


*bu, kita pulang atau


Mrs.Shasha


*ibu minta maaf ya


Kate


*ibu minta maaf untuk apa


Mrs.Shasha


*karna kalian batal menikah, ibu minta maaf


Kate


_udah bu , aku udah maafin kejadian ini, aku tidak mungkin merebut James dari Tamara dan anak mereka, aku tidak sekejam itu


Mrs.Shasha


*ibu harap kamu dapat laki-laki yang bikin kamu bahagia


Kate


*amin, kita pulang ya bu


Mrs.Shasha


*iya nak


///


Tamara


*James, pernikahan mu dengan Kate


James


*jangan bahas itu, yang kita pikirkan adalah anak kita Tamara, aku sangat mencintaimu

__ADS_1


James memeluk erat tubuh Tamara dan mencium kening dengan lembut dan mesra.


# Edward


Edward memasuki mobilnya di susul dengan Olin duduk di depan dan di samping Edward.


Olin


*Edward


Edward


*aku sia-sia selama ini mengharapkan balasan cinta dari Tamara


Olin


*ward, tolong belajar untuk membuka hati terhadap wanita lain


Edward


*apa yang kamu bicarakan Olin


Olin


*aku sungguh mencintaimu ward, tapi apa kamu tidak pernah melirik ku sedikitpun, kami selalu membandingkan aku dengan Tamara


Edward


*ya jelas, aku sangat mencintainya, ingat pernikahan kita hanya


Olin


*sebatas kontrak, tidak perlu kamu ulanginya lagi, aku mohon sedikit saja kamu mencoba menerima ku sebagai istrimu sesungguhnya


Edward


Olin


*aku ingin di cintai dengan seorang pria yang sudah menjadi suamiku


Edward


*Lin cukup omong kosong mu itu, kamu itu jauh berbeda dari Tamara


Olin


*aku tahu posisi ku, aku berbeda 180° dari Tamara, derajat kita berbeda, aku sudah bersyukur kalian mau menerima ku sebagai sahabat kalian, aku hanya ingin dicintai tidak lebih ,setiap kali kita berbicara kamu selalu membandingkan aku dengan Tamara


Edward


*sudah cukup jangan bahas lagi


Olin


*sebegitu benci kah kamu mendengar suaraku saat aku membicarakan Tamara dengan diriku sendiri


Edward


*keluar dari mobilku, sekarang


Olin


*kau ingin meninggalkan ku sendiri di jalan pemakaman ini


Olin keluar dari mobil dan membanting pintu tersebut, lalu ia berjalan dengan air mata yang terus menerus terjatuh.

__ADS_1


Olin


*kenapa aku selalu begini, aku hanya ingin mencoba kebahagiaan ku, knp seolah-olah aku ini hanya kuman


*apa yang aku lakukan terhadap Olin, seharusnya aku tidak berbicara seperti itu kepada Olin, bagaimana pun dia istriku meski dalam sebuah kontrak, Tamara akan menikah dengan James, sekarang harapanku pupus, aku minta maaf Olin batin Edward


Edward mengemudikan mobilnya mengejar Olin berada.


Edward


*masuk mobil sekarang


Olin


*jangan memperdulikan ku pergilah


Edward


*jangan keras kepala ayo masuk


Olin masih menghiraukan Edward, dengan terpaksa ia turun dari mobil dan mencengkal tangan istrinya tersebut.


Edward


*jangan mengabaikan ku Olin


Olin


*kenapa aku tak boleh, sedangkan dirimu saja mengabaikan ku


Edward


*aku minta maaf, aku ingin kita mulai dari awal


Olin


*aku sudah tidak peduli, ceraikan saja ak...


Belum sempat menyelesaikan kalimat terakhirnya, Edward sudah lebih cepat membungkam bibir ranum milik Olin dan tangan kekarnya memeluk pinggang ramping Olin dengan erat.


Edward melepaskan ciumanya dan mereka saling beradu pandang.


Edward


*aku baru sadar ,tolong beri aku kesempatan untuk menerima kamu


Olin


*benarkah kamu tidak main-main


Edward


*kali ini aku bersungguh-sungguh


Olin memeluk erat tubuh suaminya tersebut dan Edward membalas pelukan dari sang istri






Semangat nya ya buat author

__ADS_1


__ADS_2