
James
*aku mohon jangan menangis aku takut jika kamu stres anak kita kenapa2x
Edward dan Olin
*apa
Edward
*Tamara
Tamara
*aku akan menikah dengan James, aku sedang mengandung Edward
Olin melihat ke arah Kate, ia tahu bahwa sahabat nya Kate mencintai James.
*Kate batin Olin
Edward pergi dari pemakaman tersebut di susul dengan Olin di belakangnya.
Kate berjalan menuju Mrs.Shasha ia merangkul bahu Mrs.Shasha.
Kate
*bu, kita pulang atau
Mrs.Shasha
*ibu minta maaf ya
Kate
*ibu minta maaf untuk apa
Mrs.Shasha
*karna kalian batal menikah, ibu minta maaf
Kate
_udah bu , aku udah maafin kejadian ini, aku tidak mungkin merebut James dari Tamara dan anak mereka, aku tidak sekejam itu
Mrs.Shasha
*ibu harap kamu dapat laki-laki yang bikin kamu bahagia
Kate
*amin, kita pulang ya bu
Mrs.Shasha
*iya nak
///
Tamara
*James, pernikahan mu dengan Kate
James
*jangan bahas itu, yang kita pikirkan adalah anak kita Tamara, aku sangat mencintaimu
__ADS_1
James memeluk erat tubuh Tamara dan mencium kening dengan lembut dan mesra.
# Edward
Edward memasuki mobilnya di susul dengan Olin duduk di depan dan di samping Edward.
Olin
*Edward
Edward
*aku sia-sia selama ini mengharapkan balasan cinta dari Tamara
Olin
*ward, tolong belajar untuk membuka hati terhadap wanita lain
Edward
*apa yang kamu bicarakan Olin
Olin
*aku sungguh mencintaimu ward, tapi apa kamu tidak pernah melirik ku sedikitpun, kami selalu membandingkan aku dengan Tamara
Edward
*ya jelas, aku sangat mencintainya, ingat pernikahan kita hanya
Olin
*sebatas kontrak, tidak perlu kamu ulanginya lagi, aku mohon sedikit saja kamu mencoba menerima ku sebagai istrimu sesungguhnya
Edward
Olin
*aku ingin di cintai dengan seorang pria yang sudah menjadi suamiku
Edward
*Lin cukup omong kosong mu itu, kamu itu jauh berbeda dari Tamara
Olin
*aku tahu posisi ku, aku berbeda 180° dari Tamara, derajat kita berbeda, aku sudah bersyukur kalian mau menerima ku sebagai sahabat kalian, aku hanya ingin dicintai tidak lebih ,setiap kali kita berbicara kamu selalu membandingkan aku dengan Tamara
Edward
*sudah cukup jangan bahas lagi
Olin
*sebegitu benci kah kamu mendengar suaraku saat aku membicarakan Tamara dengan diriku sendiri
Edward
*keluar dari mobilku, sekarang
Olin
*kau ingin meninggalkan ku sendiri di jalan pemakaman ini
Olin keluar dari mobil dan membanting pintu tersebut, lalu ia berjalan dengan air mata yang terus menerus terjatuh.
__ADS_1
Olin
*kenapa aku selalu begini, aku hanya ingin mencoba kebahagiaan ku, knp seolah-olah aku ini hanya kuman
*apa yang aku lakukan terhadap Olin, seharusnya aku tidak berbicara seperti itu kepada Olin, bagaimana pun dia istriku meski dalam sebuah kontrak, Tamara akan menikah dengan James, sekarang harapanku pupus, aku minta maaf Olin batin Edward
Edward mengemudikan mobilnya mengejar Olin berada.
Edward
*masuk mobil sekarang
Olin
*jangan memperdulikan ku pergilah
Edward
*jangan keras kepala ayo masuk
Olin masih menghiraukan Edward, dengan terpaksa ia turun dari mobil dan mencengkal tangan istrinya tersebut.
Edward
*jangan mengabaikan ku Olin
Olin
*kenapa aku tak boleh, sedangkan dirimu saja mengabaikan ku
Edward
*aku minta maaf, aku ingin kita mulai dari awal
Olin
*aku sudah tidak peduli, ceraikan saja ak...
Belum sempat menyelesaikan kalimat terakhirnya, Edward sudah lebih cepat membungkam bibir ranum milik Olin dan tangan kekarnya memeluk pinggang ramping Olin dengan erat.
Edward melepaskan ciumanya dan mereka saling beradu pandang.
Edward
*aku baru sadar ,tolong beri aku kesempatan untuk menerima kamu
Olin
*benarkah kamu tidak main-main
Edward
*kali ini aku bersungguh-sungguh
Olin memeluk erat tubuh suaminya tersebut dan Edward membalas pelukan dari sang istri
□
□
□
□
Semangat nya ya buat author
__ADS_1