Kataya Angrea & Jamie Wilson

Kataya Angrea & Jamie Wilson
Chapter empat : Lakukan tugas mu


__ADS_3

WARNING,buat yang di bawah umur atau tidak suka adegan yang panas-panas. Tinggal skip atau baca novel menarik-menarik dari Author yang lainya.


________________________________


Edward


_maaf, aku minta maaf membuat kamu sakit hati karena egoku


Olin


_aku hanya ingin kamu jangan mengulangi nya lagi, jika kamu mengulanginya lagi aku benar-benar akan meninggalkan kam...


Edward


_sssttt, jangan katakan itu aku janji akan selalu mencintaimu, melindungimu jgn ulangi kata-kata itu


Olin


_☺ baiklah


Edward memeluk tubuh Olin dan tangan kekarnya menahan tengkuk Olin, kepalanya memiring lalu mencium bibir ranum milik Olin.


Kedua tangan Olin melingkar di leher sang suami dan mengelus rambut Edward, Edward menutup pintu kamar mereka lalu mengunci nya tanpa melepaskan ciuman mereka.


Edward menjatuhkan buku-buku yang berada di laci dekat pintu, lalu mengangkat tubuh Olin untuk duduk di atasnya.


Tangan satunya mengelus paha mulus sang istri, Olin melepaskan kaos sang suami lalu mereka kembali berciuman, Edward melepaskan satu persatu kancing milik istrinya.


Olin melingkarkan kedua kakinya di pinggang Edward, Edward semakin memperdekat pelukannya terhadap sang istri.

__ADS_1


Edward menjatuhkan kemeja Olin ke bawah menampakkan tubuh putih milik sang istri yang memakai tangtop hitam.


Edward mencium leher Olin dan memberikan tanda disana, Olin mengerang saat sang suami me****s salah satu gunung kembarnya.


Edward mengangkat tubuh Olin dan membaringkan nya di kasur, lalu mereka sama-sama terselimuti oleh selimut .


Edward


_aku ingin lakukan tugas mu


Olin


_aku akan memberikannya, jika kamu mengiginkan diriku


Edward yang berada di atas tubuh istrinya tersenyum ia kembali menciumi bibir ranum milik Olin.


Mereka sama-sama dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka.


Olin


_aku takut


Edward


_aku akan lembut melakukannya


Olin


_aku percaya

__ADS_1


Edward pun mulai menyetubuhi istrinya, lalu menghentakkan kejantanan nya agar lebih dalam lagi , Olin meremas sprei .


Lambat laun Edward semakin cepat,mereka di kuasai oleh pusar gairah.


*ini yang pertama baginya , beruntung sekali aku batin Edward


Mil ke detik, detik ke menit dan menit ke jam. Entah berapa lama mereka melakukan nya tanpa sedikit merasa kelelahan.


Hingga akhirnya Edward ambruk di samping Olin menyembunyikan wajahnya di leher Olin dan memeluk sang istri.


Olin membalikkan tubuhnya ke depan Edward, ia mengelus pipi Edward yang terpejam,Edward semakin erat memeluk tubuh Olin.


Kepala Olin bersandar di dada bidangnya Edward,Edward mencium puncak kepala Olin dengan mesra.


Olin


_aku sangat bahagia karena aku melakukan itu dengan suamiku yang sudah menyangiku


Edward meneteskan air mata ia semakin erat memeluk tubuh polos sang istri dan menaikkan selimut untuk menyelimuti mereka,Olin merasa aneh dengan sikap Edward yang memeluknya erat.


Olin


_Edward kamu janji kan setelah aku memberikan apa yang aku punya, kamu tidak akan pernah meninggalkan aku sendiri,kamu janjikan tidak akan pernah membiarkan aku sakit hati yang sekian kalinya


Edward tidak bisa menjawab pertanyaan dari Olin karena ia binggung harus jawab atau tidak, ia masih merahasiakan sesuatu yang akan membuat Olin sakit hati yang ketiga kalinya.


*aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu, maafkan aku, aku meminta hakku kepadamu karena aku ada tujuan tertentu, maaf Olin batin Edward


**LIKE buat penyemangat author

__ADS_1


terima kasih**


__ADS_2