
Tamara
*James dan ibu gak tinggal disini, mereka tinggal di mana
Plyn
*tuan dan nyonya tinggal di xxx nona
Tamara
*terima kasih bi, saya pergi dulu
Plyn
*nona mau pergi, nona baru pulih
Tamara
*aku masih kuat, aku mau nyusul mereka
# Edward dan Olin
Olin
*happy birtday to you anak mommy
Edward
*selamat ulang tahun kesayangan ayah
Kate
*selamat Kataya, ayo Amara kasih kadonya
Amara hanya jutek tidak menuruti perintah ibunya, Kate yang melihat itu terpaksa mewakili putrinya.
James
*ayo giliran kita
Jamie
*yee
Jamie mengerakan tubuhnya agar turun dari pangkuan babanya, setelah turun ia dengan semangat memberi kadonya pada Kataya.
Setelah sudah di tangan Kataya, Jamie bermaksud untuk memeluk Kataya, namun sang empunya malah nangis dan ketakutan, Kataya segera berlari ke arah sang mommy namun Jamie terus mengikuti sehingga Kataya di gendong oleh Edward.
Jamie
*aaa, babba tu baba tuu aaa
Jari mungil milik Jamie menujuk ke arah Kataya yang menyembunyikan wajahnya di bahu sang Ayah .Jamie mengadu pada sang baba bahwa ia ingin memeluk Kataya, namun kataya enggan di peluk.
James
*Jamie jangan nakutin Kataya kasian Kataya nya nangis karena kamu
Jamie
*aaa
Jamie melangkah ke arah baba tangan nya terangkat ke atas, tetapi wajah nya di tekuk ke bawah.
James mengendong sang putra orang dewasa yang melihat itu hanya tertawa melihat tingkah laku balita tersebut.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian
Edward, Olin, Kate, Wiliam serta James sedang mengumpulkan sedang makan bersama dan bercengkerama, Sedangkan Kataya, Jamie dan Amara sedang bermain tak jauh dari orang tua mereka.
Jamie
*mmm, ya, mm ya
Jamie memberikan mainan boneka kepada Kataya namun sang empunya tidak menanggapi, Amara merebut boneka tersebut dari tangan Jamie lalu memeluk nya.
Kataya yang melihat itu hanya biasa-biasa saja, tapi tidak dengan Jamie, ia malah merebut kembali boneka tersebut hingga mencubit tangan Amara.
Amara yang merasa kesakitan langsung menangis, ia melihat Kataya ia bangkit dan mengigit tangan Kataya, sang empu pun menangis dan menjambak rambut Amara.
Amara tetap tidak melepaskan gigitan nya tersebut, sama halnya dengan Kataya tidak melepaskan tangannya dari rambut Amara.
Sang biang kerok hanya duduk dan terdiam tidak memisahkan dua balita perempuan tersebut.
Para orang tua mereka yang mendengar tangisan tersebut langsung berlari ke arah anak-anak mereka.
Olin
*ya ampun, sayang lepaskan
Kate
*Amara sayang lepas ya , kasian Kataya
James
*Jamie, ini pasti ulah kamu
Jamie
Jamie mengacungkan jari telunjuknya di dekat bibir nya sungguh lucu. James mengendong putranya yang nakal ini membuat kedua teman perempuan nya bertengkar.
Perkelahian mereka pun bisa terpisahkan, Amara dibawa pulang oleh orang tuanya, Kataya di gendong oleh Edward.
Kate
*maafkan anakku, Lin kami pulang dulu
Olin
*aku juga minta maaf Kate, terima kasih sudah mau datang ke acara ulang tahun putriku
Kate
_ya aku permisi
James
*aku minta maaf atas keributan ini, aku jadi malu
Edward
*santai saja, ini hanya anak-anak
Olin
*oh ya Jamie makasih ya udah dateng buat Kataya
Jamie
*ama-ama tante
__ADS_1
James
*kami pamit pulang
Olin
*ya, sayang sini biar mommy obatin lukanya
Kataya
*mara ja'at mommy, mara ja'at ama ayaa
Olin
*iya sayang mommy tahu ayo mommy gendong
Edward
*ya udah, ayah mau kerja lagi, bye putri ayah
Edward mencium pipi cubby putrinya, Edward pun mencium kening istrinya tersebut.
James
*lain kali jangan buat mereka bertengkar lagi ya, kasian
Jamie
*maaf baba angan malah baba
James
*baba maafin,lain kali jangan begitu lagi ya
Mobil mereka pun berhenti di depan rumah terlihat ada seorang wanita yang membelakangi mereka.
James turun dari mobil sambil mengendong putranya ia berjalan dengan pelan dan menepuk wanita tersebut.
Wanita tersebut berbalik pandangan mereka bertemu.
James
*Tamara
Tamara
*aku merindukanmu
Tamara melihat balita di gendongan James tangannya perlahan mengelus kepala putranya.
James
*ini bubu, ayo peluk bubu
Jamie
*atut baba, atut
Tamara
*jangan takut, bubu merindukan mu
Dengan anggukan dari sang baba, Jamie pun merentangkan kedua tangannya memeluk sang bubu, Tamara dengan erat memeluk putranya sambil menangis, James pun ikut memeluk mereka berdua dalam dekapan nya.
likenya
__ADS_1