Kaulah Jodohku

Kaulah Jodohku
Bagian 4


__ADS_3

"Yang namanya kaya (Ghinah) bukanlah dengan banyaknya harta (Banyaknya kemewahan dunia) . Namun yang namanya ghina' hati yang selalu merasa cukup" .


(HR. Bukhari dan Muslim)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


MEMBAGI BAHAGIA.


Tok..tok..tok...


Suara ketukan pintu membuat Ahmad bergegas berlari menuju pintu dan meninggalkan sarapan paginya. Sosok seorang santri yang begitu ia kenal berdiri di hadapannya.


"Assalamualaikum Kak Ahmad, maaf saya mengganggu ada keadaan mendesak" Ujar Hasan dengan nafas yang masih terengah-engah.


"Ada apa Hasan , kenapa kamu lari-larian kayak gini?" Tanya Ahmad .


"Anu.. Pak ustadz Alwi mendadak sakit kak. Padahal acara pembukaan majelis Ta'lim sudah akan dimulai beberapa menit lagi. Beliau meminta kakak untuk menggantikannya" Jawab Hasan


"Astaghfirullah... Ya sudah kalau begitu kamu pergi duluan ke mesjid nanti saya menyusul sebentar lagi" Ujar Ahmad


Hasan mengangguk dan segera pergi ke mesjid untuk membuat pengumuman di hadapan peserta majelis Ta'lim. Ahmad segera mengganti pakaiannya dan menuju ke mesjid setelah berpamitan kepada Isma . Meskipun tidak ada respon apapun kepada wanita itu .


Hasan memberi tanda kalau acara sudah dimulai beberapa saat lalu . Bahkan pembacaan ayat suci Al-Quran pun sudah hampir di mulai. Saat MC mengumumkan namanya sebagai penceramah hari ini .Ia pun segera meranjak menuju mimbar yang telah disediakan oleh panitia mesjid .


Ahmad menenangkan diri beberapa saat sebelum ia memulai .


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" Ujar Ahmad


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" Jawaban terdengar diseluruh peserta majelis ta'lim


"Allahumma sholi' ala' Muhammad, wa ala' Ali Syaidina Muhammad , wa ala Alihi wa shohbihi ajma'in, Anna ba'du"


Ahmad menatap ke arah seluruh peserta.


"Hari ini saya diminta oleh bapak Kiai Haji Alwi Mansyur untuk menggantikan beliau yang kurang enak badan . Semoga beliau cepat sembuh agar bisa berada di tengah-tengah kita bersama untuk menjalani aktivitas seperti biasa lagi amin ... mari kita berdoa bersama untuk kesembuhan beliau , Al-fatihah" Ahmad menuntun .


Sentak seluruh peserta majelis ta'lim tersebut membaca Al-fatihah bersama untuk mendoakan kesembuhan ustadz Alwi .


"Baiklah sekarang mari kita buka acara majelis ta'lim ini dengan materi yang akan saya bawakan mengenai salah satu tanda kebahagiaan menurut Rasulullah shalallahu alahi wasallam yaitu qolban syakiro" Ujar Ahmad .


Semua mata menatap kearahnya .


"Diantara tanda-tanda kebahagiaan, adalah hati yang selalu bersyukur . Artinya senantiasa menerima apa adanya atau sering disebut Qona'ah sehingga tak ada ambisi yang berlebihan dan tidak ada stress. Inilah nikmat oleh hati yang selalu bersyukur".

__ADS_1


Satu tarikan nafas di hembuskan dengan tenang dari dalam diri Ahmad .


"Rasulullah Saw bersabda lihatlah orang yang berada dibawah kamu, dan jangan liat orang yang berada diatas kamu. Dengan begitu kamu tidak bisa meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu . Hadist riwayat Bukhari dan Muslim"


Ahmad kembali berhenti sejenak .


"Hadist tersebut mengingatkan kita bahwa derajat seseorang tidak ada yang sama. Ada yang derajatnya lebih tinggi dan ada pula derajatnya lebih rendah . Rasulullah memerintahkan kita untuk melihat orang yang derajatnya ada dibawah kita. Kenapa??? Karena jika melihat kebawah kita akan selalu bersyukur atas apapun Rezeki dan nikmat yang Allah berikan pada kita. Tapi jika kita melihat derajatnya yang lebih tinggi daripada diri kita sendiri . maka kita akan selalu menjadi manusia yang kufur akan nikmat yang telah Allah berikan" Jelas Ahmad .


Ustadz Alwi yang berada dilantai dua pun tersenyum puas dengan penjelasan yang disampaikan oleh Ahmad .


"Dalam hadits lain dijelaskan kepada Rasulullah Saw, dua hal apabila memiliki oleh seseorang dia akan dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar . Dalam urusan agama dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. Hadits riwayat At-Tirmidzi"


Ahmad melihat Hasan memberi tanda bahwa waktu yang ia miliki hampir habis .


"Jadi kesimpulannya materi yang saya berikan hari ini adalah bahwa kita sebagai manusia harus selalu belajar untuk menerima sesuatu secara apa adanya .Jangan melihat yang lebih tinggi untuk urusan dunia, tapi lihatlah yang lebih rendah agar kita menjadi golongan orang-orang yang sabar dan bersyukur. Sekian materi yang bisa saya sampaikan, apabila ada kesalahan maka mohon dimaafkan. Karena saya juga masih dalam tahap belajar . Wabillahi Taufik wal hidayah , Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" Ahmad pun menutup materi dengan tenang .


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh"


Usai turun dari mimbar , Hasan pun memberi tanda pada Ahmad untuk mengikutinya menuju lantai dua mesjid tersebut . Ustadz Alwi telah menunggunya untuk berbincang.


"Assalamualaikum Akh Ahmad " Sapa ustadz Alwi


"Wa'alaikum salam pak ustadz, bagaimana kondisi bapak? apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya Ahmad


"Saya baik-baik saja Akh .. hanya sedikit masuk angin" Jawab ustadz Alwi.


"Alhamdulillah jika Ustadz baik-baik saja . saya hanya terkejut saat Hasan menyampaikan pada saya kalau ustadz lagi sakit" Jelas Ahmad .


Ustadz Alwi terkekeh pelan. Mereka berdua berjalan menuju balkon mesjid menikmati angin yang berhembus pelan .


"Qolban Syakiro .. berkaitan dengan Qona'ah..," Ustadz Alwi kembali membahas apa yang Ahmad sampaikan pada peserta majelis ta'lim.


Ahmad menatap Ustadz Alwi .


"Apakah akh Ahmad tak menerapkan hal tersebut saat menikah dengan Ukhti Andini?" Tanya ustadz Alwi .


Deg!!!


Seketika jantung Ahmad terasa berhenti sejenak mendengar pertanyaan itu .


"Saya menanyakan hal ini bukan untuk membuka luka lama dihari akh Ahmad. Saya hanya ingin akh Ahmad belajar mengenai apa yang akh Ahmad sampaikan sendiri di majelis tadi"Jelas ustadz Alwi .


Ahmad kembali teringat wajah itu. Wajah istrinya

__ADS_1


"Allah memberikan jodoh ukhti Andini sebagai jodoh akh Ahmad tanpa syarat apapun, maka sudah sepantasnya jika akh Ahmad mensyukuri nikmat tersebut tanpa melihat kepada yang lebih tinggi. Jadi..., jika suatu hari nanti Allah memberikan kesempatan kedua akh Ahmad untuk kembali bertemu kepada ukhti Andini, jangan pernah lagi sia-siakan lagi kesempatan itu" Pesan ustadz Alwi.


Hatinya bergemuruh bagai lautan yang sedang menghadapi ombak pasang. Luas namun hampa .


'Ya Allah.. pertemukan lah aku dengan istriku. Izinkanlah aku menebus kesalahanku kepadanya. Izinkan aku untuk membagi hidupku bersamanya'.


*****


Adzan dhuhur berkumandang dengan jelas. Ria telah menyelesaikan PR di rumah pondok santriwati yang ditempati oleh Tiara dan Andini .


Saat itu para santriwati lain memiliki kesibukan menjelang bulan suci Ramadhan . Jadi Ria terpaksa beristirahat di tempat Tiara dan Andini


"Ukhti Ria mari kita sholat berjamaah?" Ajak Tiara


"Ukhti... aku lapar. Bagaimana kalau kita makan dulu sebelum sholat ? Pinta Ria


Tiara menatapnya seraya tersenyum dibalik niqobnya .


"Ukhti Ria , sholat adalah hal paling utama untuk kita kerjakan. makan bisa kita rasakan setelah sholat" Ujar Tiara


"Bukankah tidak baik kalau kita sholat sambil mengingat-ingat makanan?" tanya Ria


Andini keluar dari kamar dengan mekenanya yang sudah ada di tangannya.


"Ukhti Andini.. mana yang lebih baik ? Sholat dulu sebelum makan tapi memikirkan makanan ketika sholat atau makan dulu sambil memikirkan sholat?" Tanya Ria kepada Andini.


Andini tertawa lepas saat mendengar pertanyaan Ria. Tiara ikut-ikutan tersenyum.


"Aku lebih memilih kelaparan di dunia ketimbang kelaparan di akhirat nanti, ukhti Ria.." Jawab Andini.


"Maksudnya, Ukhti Andini?" Ria tak mengerti


Andini pun duduk di hadapan Ria seraya mengusap puncak kepala wanita itu dengan sayang.


"Allah SWT berfirman dalam surah An-na'am, Qul Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillahi robbil 'alamiin, yang artinya Katakanlah wahai Muhammad , Sesungguhnya sholatku, Ibadahku, Hidupku, dan Matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Seluruh alam" Ucap Andini


Ria masih memperhatikannya.


"Jadi.. Utamakanlah sholat Ukhti Ria... Karena rasa lapar di dunia ini tidak seberapa jika dibandingkan rasa lapar di akhirat nanti. Jika di dunia ini kita merasa lapar karena kekurangan makanan , maka di akhirat nanti kita akan merasa kelaparan karena kekurangan amal shaleh" Jelas Andini seraya tersenyum dibalik niqobnya


Ria tertegun sesaat penjelasan dari Andini untuknya . Tiara merangkulnya untuk mengajaknya mengambil air wudhu . Andini masih tersenyum seraya menatap kedua teman baiknya itu .


'Disini Aku Bisa membagi apapun dengan mereka..., Bagaimana denganmu ? Apakah 'Dia' yang kau pilih juga berbagi kebahagiaan denganmu?'.

__ADS_1


.******


__ADS_2