Kaulah Jodohku

Kaulah Jodohku
Bagian 5


__ADS_3

Mata dan hati satu sama lain saling berhubungan. Jika salah satu baik maka akan baik pula yang lainnya'. Menjaga mata merupakan suatu yang meski dilakukan agar hati terjaga pula.


(Ustadz Rochman Supriyadi,LC.)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hanya Dirimu..


Risya dan Ria sedang membantu Sarah membuat kulit ketupat yang di minta oleh Bu-Nyai. Mereka berkumpul di samping mesjid dengan tujuan agar lebih mudah mengambil daun kelapa yang berada dekat dari sana .


Andini dan Nilam memetik daun kelapa sementara Tiara bertugas untuk membersihkan daun-daun tersebut sebelum dibuat menjadi kulit ketupat.


"Terasa mau lebaran yah kalau buat kulit ketupat seperti ini" Ujar Risya .


"Iya Ukhti... Padahal puasa baru berjalan beberapa hari" Jawab Sarah .


"Bu-Nyai kan memang suka sekali dengan ketupat , jadi meskipun lebaran masih jauh kita sudah duluan makan ketupat saat berbuka puasa" Ujar Nilam .


Mereka tertawa bersama . Andini yang sudah selesai mengambil daun kelapa pun membantu pekerjaan Tiara , membersihkan daun-daun kelapa .


Nilam membantu Sarah Ria ,dan Risya. Mereka berkerja sama dengan baik untuk mengerjakan pembuatan kulit ketupat sebelum azan ashar berkumandang .


"Ukhti Andini ... Ada Akh Salman" Goda Risya .


9l berjalan masuk ke dalam mesjid melalui pintu depan .Sekilas ia menatap ke arah Andini lalu kemudian benar-benar masuk ke dalam mesjid .


Andini tak mengangkat wajahnya dan tetap membersihkan daun kelapa yang ada di tangannya .


"Ya.. biarkan saja" Balas Andini


"Ukhti... Akh Salman selalu memerhatikan ukhti selama ini , apa ukhti tahu?" Tanya Sarah

__ADS_1


"Afwan Ukhti Sarah saya tidak tahu?" Jawab Andini seraya tersenyum dibalik niqobnya .


Tiara dan Andini saling berpandangan sesaat. seakan dia berbicara satu sama lainnya dalam hati.


"Ukhti Nilam... Ukhti Risya... Ukhti Sarah ... Sepertinya ada hal yang harus saya jelaskan pada kalian . Hal ini juga berlaku pada ukhti Tiara dan ukhti Ria ... Ukhti paling muda di pondok ini" Ujar Andini.


Semua mata para santriwati itupun terarah pada Andini .


"Apa itu Ukhti Andini?" Tanya Sarah .


"Para Ukhti yang cantik , beriman , dan shalehah ... Allah menyempurnakan kejadian manusia dengan perlengkapan inderawi untuk keberlangsungan hidup manusia tersebut. Bukan untuk membuat dosa dan kerusakan. Mata merupakan salah satu Indra yang banyak menjerumuskan manusia pada jurang kemaksiatan . Ala yang ditangkap oleh mata akan diproses oleh otak dan akan dilahirkan oleh sikap . Jika hati dipenuhi oleh iman , maka apa yang kita liat akan melahirkan perbuatan baik .namun jika hati tidak dipenuhi oleh iman , maka apa yang kita dilihat akan melahirkan kemaksiatan" Jelas Andini .


"Astaghfirullahal' Adzhim... " Para santriwati itu beristighfar bersama .


"Allah SWT berfirman dalam surah An-Nur , wa qul lil-mu'minaati yaghdhudhna min abshoorihinna wa yahfazhna furuujahunna..., yang artinya katakanlah kepada wanita yang beriman , hendaklah ia menahan pandangannya , dan memelihara ***********" Tambah Andini .


"Ukhti apakah ada keterangan yang jelas tentang ayat ini?" Tanya Ria


"Tentu saja ada Ukhti Ria..., Ibnu Katsir berkata "Ini adalah perintah Allah SWT 'azza wa jalla kepada hamba-hamba-Nya mukminin untuk menundukkan pandangan-pandangan mereka dari perkara-perkara yang di haramkan oleh mereka. Mereka tidak memandang kecuali pada apa yang diperbolehkan bagi mereka dan untuk menundukkan pandangan dari yang di haramkan , apabila kebetulan memandang kepada yang haram tanpa di sengaja maka langsung memalingkan pandangannya secepat mungkin"... Begitulah keterangan lebih jelas dari surah An-Nur ayat 31 Ukhti Ria" Jelas Andini .


Ria tersenyum dari balik niqobnya .


"Dan juga.. ada sebuah hadits dari Jaril bin Abdillah Radhiyallahu 'anhu , ia berkata ."Aku bertanya kepada Rasulullah Saw dari pandangan tiba-tiba atau tidak sengaja . Maka beliau memerintahkan ku untuk memalingkan pandanganku" ... Hadist riwayat Muslim," Tambah Tiara .


Salman tersenyum dari balik pintu samping mesjid, ia tak bermaksud menguping pembicaraan para santriwati itu, namun ia tak sengaja mendengar pembicaraan mereka ketika mereka sedang membersihkan mesjid .


Hatinya terasa sejuk ketika mendengar para santriwati itu mengingatkan satu sama lain.


Ya... Benar sekali ketika Sarah mengatakan kepada Andini bahwa dirinya memperhatikan wanita itu saat akan masuk ke mesjid . Namun respon positif dan tetap menjaga pandangan yang dilakukan Andini adalah hal yang paling membuatnya bahagia .


'Kau tak perlu menatapku ... Itu benar. Jadi ...

__ADS_1


tataplah aku , ketika suatu hari nanti kita telah saling mengikat janji , dalam sebuah pernikahan'


Azan ashar pun berkumandang .


*****


Andini membuka sebuah dompetnya dan memandangi sebuah foto di dalamnya . Foto pernikahannya bersama Ahmad . Hal paling menyesakkan dalam dada Andini ketika ia kembali melihatnya.


Wajah suaminya yang selalu ia rindukan itu belum pernah bisa terlupakan, meskipun ia sadar bahwa dirinya mungkin telah dilupakan .


Tiara menyentuh pundak Andini dengan lembut saat masuk ke dalam kamar wanita itu .


"Kak Ahmad mungkin sudah berubah Din'..., Kamu nggak mau mencoba untuk pulang?" Tanya Tiara .


Andini menyeka air matanya .


"Bagaimana jika aku pulang ternyata dia masih dengan pendiriannya dulu? Bagaimana jika aku pulang , lalu melihat seorang wanita di sampingnya? Aku tidak siap Tia... Aku tidak akan mampu.menghadapi kenyataan bahwa aku memang tak pernah diinginkan oleh Kak Ahmad" Jawab Andini .


Tiara menghela nafasnya dalam-dalam .


"Kalau begitu... Kenapa kamu tidak mencoba melupakan dan melepaskan Kak Ahmad ?"


Andini menatap Tiara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Karena aku dan hatiku mencintai dia. Aku tak bisa berpaling pada yang lain Tia..Aku hanya ingin dia menjadi Jodohku dan Imanku" Jawab Andini


Air mata itu pun luruh kembali di wajah cantik Andini . Tiara hanya bisa memeluknya untuk memberi ketenangan.


'Sampai Ajal Menjemput ku , Aku Takkan Pernah Melepaskanmu'


****

__ADS_1


__ADS_2