KEBAHAGIAAN DALAM TAKDIR SEDIH KU

KEBAHAGIAAN DALAM TAKDIR SEDIH KU
11.BAB 11


__ADS_3

keesokan harinya jasmin dan joseph sudah sampai di tanah air dan mereka langsung menuju klinik jeni


"pa sait gimana kok meiya bisa sakit..." tanya joseph


"kata nyonya jeni nak meiya kelelahan dan waktu makannya kurang teratur..." jawab pak sait


"mudah mudahan g terjadi apa apa..." kata joseph sambil menggenggam tangan istrinya.


sesudah menempuh perjalanan ampir 1 jam mereka akhirnya sampai ke klinik jeni.di klinik pagi itu hanya ada perawat jaga.karna jeni kalau pagi harus mengurusi kerjaannya di rumah sakit


"yang mana ruangan anak saya pak..." tanya jeni ke pak sait


"mari nyonya.ruangan nak meiya di lantai 2.." jawab pak said sambil menujukkan jalan ke kamar di mana meiya di rawat.


"ini kamarnya nak meiya tuan..." kata pak sait saat sesudah sampai di lantang 2 gedung itu


cekleek


suara pintu terbuka..


"pak kok kamarnya kosong pak...." tanya jeni saat membuka kamar ruang meiya di rawat tetapi g ada anaknya di ruangan itu


"mungkin lagi di kamar mandi sayang.." kata joseph


dan jasmin pun menuju ke kamar mandi


tok..tok..tok..tok


"sayang kamu di dalam nak..ini mam sama papa sudah sampai..." kata sambik mengetok pintu kamar mandi


"tuan .."kata pak sait ke josep


betapa terkejutnya joseph dan yasmin di saat melihat selang botol infus masih ada di tiang botol di samping tempat tidur hanan.dan di saat melihat lantai yasmin tambak syok karna ada tetesan darah yang hampir kering


" meiyaaaaa....hiks. hiks..hiks" lirih yasmin sambil menangis


"sabar sayang ..pak tolong panggilkan perawat.


pak sait lalu menekan tombol yang ada di samping tempat tidur meiya.


dan tidak lama seorang suster pun datang


"selamat pagi tuan nyonya..ada uanh bisa kami bantu...?" tanya sang suster


"sus anak saya kemana sus,ni botol silang infusnya masih terpasang....?" tanya yasmin lagi


sang suster pun kaget mendengarnya


"maaf nyonya.tadi mbak meiya dan mbak rosa masih disini..." jawab sang suster


" coba telp jeni..." kata joseph ke sang istri


tuuuut....tuttt....tuuut..."


"hello yas...."


"jen meiya g da di kamarnya...."


" apa..tadi ada rosa kok di situ...rosanya mana....?"


"rosa juga g da di sini jen...l

__ADS_1


"tunggu ya saya telp rosa dulu..."


"iya jen.."


DI RUMAH SAKIT


Jeni langsung menghubungi rosa


tuuut....tuuut....tuuuut..


"hello mam"


" ros kamu sama meiya g sekarang..."


" g mam .tadi sayabpulang sebentar mandi ganti baju...ni mau balik lagi ke sana ,kenapa ma...?"


"meiya kabur dari klinik sekarang orang tuanya udah di klinil..."


"ooogitu ya mama.g sah di cari in ntar juga balik sendiri tu anak .."


"g bisa gitu dong ros...itu mama sama papanya datang dari jauh anaknya malahan menghilang."


" pasti dia pergi gara gara tau om ma tante balik ke indo..."


" huuuuf... dasar anak nakal...ya udah mama hubungi tante mu dulu ya.."


"iya ma..."


Di sebuah gedung perkantoran tepatnya d satu ruangan meiya sedang tertidur pulas di sofa ruangan itu.dai mersa badannya masih agak lemas karna mang kondisinya belum terlalu fit.


ceklek


"astaga" ucap juan kaget


"kenapa lo...?" tanya juan


"tu lihat. beruang kutub lagi tidur..." kata habibi


"mangnya siapa...?" tanya juan penasaran dan juan memperhatikan dari bantuk badan da juga pakaiannya.baju kaos hitam panjang lengan dengan celana lepis borju kalau di lihat dari belakang celananya normal normal saja.tapi kalau dari depan terdapat banyak sobekkan.karna terlihat jelas adanya benang yang lepas.


" siapa,teman lo...?" tanya juan lagi


"iya " jawab habibi


"dia salah satu donatur terbesar juga kayak lo" jelas habibi


"ooooh gitu..kok kek bentuk tubuhnya gue kenal ya.." kata juan lagi


"apaaa...lo kenal ma tu cewek...? hah g mungkin " kata habibi lagi


"entah lah.." jawab juan sambil berjalan ke kursi yang ada di dekat meja habibi


"jadi tujuan lo ke sini mau ngapain....? " tanya habibi


"gue lagi suntuk aja cewek gebetan gue orangnya susah di dekatin.." kata juan


"ha....ha....ha... playboy kampus kok bisa mati kutu cuman gara gara satu cewek " ejek habibi


"cewek yang satu ni beda bro..bukan cewek sembarangan..." kata juan lagi


"baru kali ini gue dengar lo di raguin ma cewek ..." cengir habibi

__ADS_1


"bukan di raguan oon...gue kenal ma tu cewek.tapi tu cewek g kenal ma gue...." jelas juan


"HA...HA...HA...HA..."habibi ketawa kecang dan dia tidak mengadari kalau meiya tetngga dari tidur pulasnya


BUUUUGH ...BUUUUGH


suara meja kena hantam.meiya merasa dongkol karna suara tawanya habibi


"ooiiii kenapa loh..." ucap habibi karna kaget


"brisik loh." ucap meiya dingin sambil berlalu pergi keluar dari ruangan habibi


"meiya..." kata juan masih dengan terpaku berdiri karna kaget meja yang di tendang meiya


" DASAR BERUANG KUTUB LOO..KALAU GUE MATI KENA SERANGAN JANTUNG TANGGUNG JAWAB LO..." teriak habibi dan meiya berlalu tanpa menghuraukan ucapan habibi


"bi...itu meiya kan..." tanya juan


"iya gue kenal tu cewek sinting...lo kenal juga tu ma cewek saraf..." kata habibibmenggebu karna masih dongkol karna ulah meiya


"itu cewek yang gue incar " kata juan lagi


"APAAA, dah gila lo ya suka ma cewek g normal kek gitu hah..." kata juan tak kalah kagetnya lagi setelah medengar perkataan juan


"itu..tu cewek yang gue cerita ke elo yang 7 bulan lalu kena tembak di bahunya..." kata habibi lagi


"APAA ,yang lo bilang kena tembak waktu tugas relawan dulu.." kata juan lagi


" iya..itu tu manusianya.." kata juan lagi


"terus dia ngapain tidur di ruangan loh,mana mukanya pucat lagi..." tutur juan


"g tau gue..dia emang biasa kek gitu,tapi benar juga ya yang lo bilang mukanya pucat..." kata juan lagi


"ayok kita susul meiya takut kenapa napa ma tu cewek" ajak juan


"ayo "kata habibi lagi


juan dan habibi pun turun ke lantai satu lewat tangga.sampai di akhir tangga juan dan habibi di sambut dengan kerumunan anggota relawan yang ada di pintu masuk


"eh..eh..ada apa ni wan..." tanya habibi kesalah satu kawannya yang sedang tergesa gesa


"itu bi meiya pingsan.." kata ridwan


"apa meiya pingsan " kata juan dan langsung berlari menuju kerubunan tad.dan dia melihat meiya terbujur tidak sadar kan diri


" awas biar meiya urusan saya." kata juan sambil mengambil alih kepala meiya ke pangkuannya


" bi lo telp leo.." perintah juan


"apa hubungan oon.."


"udah pokoknya lo telp leo dan bilang meiya pingsan"


"iya iya ..."kata habibi lagi


sewaktu habibi berusaha menelpon leo tiba tiba ridwan datang lagi


" bi kita harus bawa meiya kerumah sakit sekarang.." kata ridwan


"ok " jjawab juan "meiya ke rumahsakit gue yang antar..lo bi telp terus leo " titah juan lagi sambil mengangkat tubuh meiya menuju ke mobilnya dan di susul leo di belakangnya

__ADS_1


__ADS_2