
tok....tok...tok..
Pintu ruangan meiya di rawat pintu di buka dari luar
"selamat malam bos.." asisten juan yang bernama Ali masuk dan membawa 2 kantong plastik yang di dalamnya berisi makanan pesanan juan
"slameeet" batin juan
"malam ali...ini pesanan saya kan " juan melangkah ke arah ali dan mengambil kantong plastik yang ada di tangan juan
"iya bos.. ini bubur ayam dan nasi padang yang bos pesan." ucap ali sambil menyerahkan kantong plastik itu ke juan dan matanya mengarah ke meiya
"cantik " batin ali
"dia calon istriku, jaga matamu " juan tidak suka jika meiya di pandang pria lain
meiya yang mendengat perkataan juan tidak mau ambil pusing, karna baginya perkataan juan hanya angin lewat.
"maaf bos, calon bu bos cantik sekali." jelas Ali ke juan
"iya lah, gak kamu lihat kalau bos mu ini tampan, jadi istriku nanti juga harus cantik" juan merasa bangga dengan perkataannya dan sedikit menyombongkan diri di depan asistennya
"silah kan kalian pulang, kahadiran kalian mengganggu waktu istirahat saya" meiya yang sudah jengah dengan obrolan sang atasan dan bawahan itu langsung membuka suara dengan aura dinginnya.
"gila bos dingin banget" Ali yang biasa bercanda dengan bosnya itu merasakan aura meiya yang sangat dingin
"makanya kamu cepat pergi sebelun tulang kamu patah semua di bantai ma bu bos.." canda juan dan mengusir Ali secara halus
"baik lah bos.. saya undur diri bu bos " Ali membungkukkan badannya tuk pamit ke meiya
__ADS_1
"bawa bos kurang ajar mu itu pulang " ketus meiya
"makanya kamu ajarkan saya biar g kuang ajar lagi dan pinter seperti mu.." cengir juan
"dasar sinting" meiya pun mengambil posisi ingin tidur.
"eeits ...mau ngapain.." juan menahan bahu meiya agar meiya tidak bebaring lagi
"katanya lapar..ni makan dulu.." juan mengeluarkan dua bok dari kantong plastik yang di bawa oleh Ali asistennya tadi
"lapar saya sudah hilang.." juan tidak menggubriskan perkataan meiya,dia menuangkan bubur ayam ke dalam mangkok yang tersedia di ruangan meiya
"aaaaaa " juan tanpa basa basi langsung meunyuapi meiya
"apa kamu sudah gila" pekik meiya
"iya gila karna kamu" tangan juan masih di udara dengan posisi sendok berisi bubur di tangannya
"hihihi...kenapa semua perempuan itu kalau gengsi pasti perkataanya saya bisa sendiri" ejek juan yang bikin kuping meiya memerah menahan marah
meiya yang sudah tidak tahan dengan perlakuan juan langsung merebahkan diri dan menutup badan hingga kepala dengan selimut
"meiya kamu mau saya suapin pake cara saya sendiri ya..." juan. yang melihat meiya tidak bergerak dalam selimut nya langsung menarik selimut meiya dan itu menambah kadar marah meiya karna pria yang satu ini terlalu berani mengusik dia
"kita suda sama sama dewasa, bisakan kamu menghilangkan sikap mu yang seperti kanak kanak ini.." juan menatap dalam ke mata meiya dengan wajah yang berubah serius
meiya langsung duduk kembali tanpa melihat ke arah juan dan merampas mangkok bubur bubur di tangan juan dan memakannya sampai tandas, juan hanya bisa menatap meiya dengan perasaan sedikit kecewa
"sesusah ini kah merebut hati " batin juan
__ADS_1
meiya yang sudah selesai makan langsung mengambil obat yang sudah di sediakan perawat di atas nakas dan meminumnya tanpa menghiraukan juan yang terus memperhatikan nya.
setelah meminum obatnya meiya kembali mengambil buku dan membacanya, sebenarnya sekarang itu yang di butuhkannya adalah Hpnya, dia ingin menelpon rosa dan menyuruh rosa datang tuk menemaninya, tapi benda tersebut berada di dalam kantong jas sang pria yang tidak tau mau itu.
cup
lagi lagi juan mencium kening meiya dan berlalu ke sofa dengan cepat takut singa betina itu mengamuk
meiya yang medapat perlakuan yang tidak dia suka langsung marah, dengan muka dan kupingnya memerah yang menandakan kemarahannya sudah di ubun ubun karna sikap pria yang kurang ajar itu menurutnya
" kamu harus biasa menerima ciuman dari saya " juan yang tau sedang di tatap dengan rasa kemarahan itu dengan santainya membuka box nasinya dan melahap isi box itu
" pria brengsek.." pekik meiya dengan kemarahannya
" iya " jawab juan sambil tersenyum manis ke meiya
"habis kan makananmu dan pergi dari sini." meiya sungguh sudah tidak tahan denga perlakuan juan
"tenang saja nanti saya juga pulang dan besok datang kembali tuk melamar mu" balas juan dengan santainya
bruuk
meiya melempar buku yang tadi di bacanya ke arah juan dan syukur juan menghidar, kalau tidak buku itu akan mendarat cantik di kepala juan.
" ha...ha...ha.." juan tertawa mengejek meiya karna lemparannya tidak mengenai sasaran, dan dia langsung kembali fokus menikmati makan malamnya tanpa menghiraukan kemarahan meiya.
"saya akan terus berusaha mendapatkan mu dan meluluhkan hatimu yanh dingin itu " batin jua, karna hatinya benar benar sudah terkunci tuk meiya, dan dia tau seberapa beratnya memperjuangkan cintanya ke meiya
🌹🌹🌹
__ADS_1
yuk di like dan rate bintang lima ya