
"bang bunda...?" pertanyaan ambigu meiya yang cuman di mengerti oleh orang terdekatnya itu pun memutuskan konsentrasi leo yang sedang malahap sarapa paginya itu.
"nanti agak siang mama papa sama rosa akan datang.semalam gue janji ma rosa mau berangkat bareng.tapi karna dapat telpon sialan dari lo itu gue jadi berangkat pagi pagi" cecar leo panjang kali lebar
"eeehm" jawaban meiya mengangguk yang bikin leo bertambah dongkol
"heh ...es batu gue dah ngomong ampek berbusa lo cuman jawab segitu.."
"habisin sarapan lo bang"
"iya....iya...dasar cacing tanah...ngomong ja pelit,kenapa g berkawan ja lo ma tembok tu,." ucap leo dengan menujukkan dinding dengan bibirnya.
meiya hanya melihat dan mendengar ocehan leo sambil memasukkan sarapan ke mulutnya dari tempat tidurnya sambil memagang hp nya.
leo menikmati makannya selama kurang lebih 5 menit.dan dia meneguk minuman air meneral kemasan botol yang dia bawa tadi.dan di melirik meiya yang sudah selesai sarapan juga.
"minum tu obat lo.." ujar leo sambil berjalan ke arah tempat tidur meiya
"eh kambing sarapan lo kok g di habisin...?" leo melihat bubur masih setengah di piring meiya.
"gue beli capek capek malahan g di makan..kembalikan lagi tu duit gue buat beli sarapan lo.." meiya hanya diam menanggapi ocehan leo yang dia tau kalau kata kata leo tu cuman candaan doang
"cih berisik lo bang.."
"woy ular sawah enak aja lo ngatain gue..ni minum obat lo" leo menyodorkan telapak tangan nya yang sudah ada beberapa pil dan kapsul yang harus di minum oleh meiya pagi itu,dan meiya pun mengambilnya dan langsung meminum nya.
"sekarang lo istirahat gue mau ke bawah bentar"
"mau ngapain lo bang..?" tanya meiya sambil membenarkan bantalnya untuk tidur kembali
"mau nyari tali buat ikat lo,biar lo gak kabur lagi"ketus leo
"ciih ..sialan lo"ujar meiya
"he...he..."cengir leo dan berlalu pergi
meiya tidur ampir dua jam.dan leo sudah kembali duduk di sofa ruangan meiya sambil memain kan hp nya.jam menujukkam ampir jam 10 pagi.
"cekrek.." suara pintu kebuka dan rosa masuk dengan kedua orangtuanya di belakangnaya.
"mama.. papa.." sapa leo dan di sambut senyum oleh jeni
Rosa langsung melangkah ke tempat tidur meiya dan melihat meiya masih tidur karna pengaruh obat yang di minumnya tadi pagi sesudah sarapan,sesudah melihat meiya rosa pun menyusul duduk di samping leo
"tante ma om mu mana leo" tanya jeni karna tidak melihat pasangan sahabatnya itu.
"udah pulang dari tadi mama.kata tante yasmin mau ganti baju dulu.."
"oooo ya udah...mas mau di sini tau ikut ke ruangan mama.ada yang harus mama kerjakan." tawar jeni
"mas ikut kamu ja sayang"jawabnya sambil berdiri.
__ADS_1
"ya udah ayo...anak anak jaga meiya ya.mama keruangan mama dulu. nanti kalau om dan tante kalian sudah datang kasih tau mama ya" perintah jeni
"iya ma " jawab leo."ni leo juga lagi nunggu Aulia ma,katanya mau kesini"
"ya sudah mama sama papa pergi dulu ya" dan jeni pun keluar dari kamar meiya dan menuju ke ruangannya di lantai 1
tepat jam 11 orang tua meiya pun kembali ke rumah sakit,dan meiya pun sudah bangun dari tidurnya 30 sebelumnya dan sedang mendengarkan perdebatan yang unfaedah antara leo dan rosa.perdebatan dua bersaudara itu pun berhenti ketika mendengarkan suara pintu kamar meiya ke buka.
"om tante..." sapa rosa sambil berjalan tu mencium tangan pasangan suami istri itu
"gimana kabar mu sayang...?" tanya yasmin sambil mengelus rambut rosa
"rosa baik tante.." jawab rosa lagi
yasmin melihat joseph yang sudah duduk di samping kanan meiya dan meiya yang sedang duduk bersandar dengan bantal sebagai ganjalan belakangnya.joseph mencium kening meiya dan mengelus pucuk tambut meiya.meiya tidak mengindahkan perlakuan joseph dia sibuk dengan ponsel di tangannya
Yasmin melihat perlakuan anaknya itu dengan tatapan yang sulit di mengerti.rosa dan leo pun bungkam dan mereka pun pura pura sibuk dengan hp meraka masing masing.
yasmin pun mengahampiri meiya dan duduk di sebelah kiri meiya.
"gimana keadaanmu sayang...? apa masih ada yang sakit...;? tanya yasmin memecahkan keheningan di kamar itu
Dan lagi lagi meiya cuman melirik sebentar ke yasmin dan kembali fakus ke hp nya,joseph tidak sedikit pun mengeluarkan suara.
dan di tengah ke canggungan terjadi di dalam ruangan itu,tiba tiba ponsel leo berbunyi.dan leo pun permisi keluar tuk menjawab panggilan itu.
yasmin yang merasa meiya tidak menjawab pertanyaannya itu pun akhir memilih duduk di sofa,berbeda dengan joseph yang masih betah duduk di samping meiya dan memandang. wajah meiya .wajah sang putri yang telah banyak mereka toreh kan luka itu
Di tempat lain juan sedang menghubungi habibi sang sahabat
tuuut....tuuuut....tuuuut...
"hello juan da pa...? " tanya habibi langsung
"lo lagi dimana....?" tanya juan balik
"dasar cicak buntung di tanya malah balek nanyak,gue lagi di kantor..." cecar habibi
"tengok meiya yuk...gue kangen ma dia..." ajak juan
" eh kadal lo main kangen kangen aja ma ank orang...gila lu ya..." upat habibi
"ayoo lah sohib ku..belahan jiwa ku.. cintaku..." bujuk juan lagi
" eh grandong gue masih normal ya ...enak aja main cinta cinta jijik gue..." ucap habibi bergidik ngeri
"ha...ha...ha.... lah lo ngapain weekend gini ngantor,kerajinan looh.." ejek juan
"ya suka suka babang ganteng lah..." balas habibi
"ayok lah kita ke tempat meiya...nanti gue traktir lo..." tawar juan
__ADS_1
"pas banget ni ada sepatu yang lagi gue incar" jawab habibi kegirangan
"sekarang lo jemput gue ok.."
"eh kambing giliran di traktir ja cepat lo.." ejek juan
"lah lo yang nawari kok...jadi pergi g..kalau g gue mau pulang ni." ujar habibi
"eh enak aja main pulang pulang,tunggu gue jemput lo sekarang...lo diam di situ ya,jangan gangguan anak lajang orang lewat.." kekeh juan
" dasar kadal gue cuman doyan rosa cewek normal.buka kek lo doyannya bongkahan es kutub" ejek habibi langsung mematikan sambungan telpnya sepihak
"lah kok main putus aja ni biawak rawa" upat juan sambil memandang hpnya
juan langsung turun dari kamarnya dan keluar menuju garasi mobil.juan membawa salah satu mobil sport yang ada di garasinya.
hanya butuh waktu 25 menit tuk sampai ke kantor habibi.dan habibi pun dah menunggu di depan lobby kantornya.
tin...tin..tin..
"yuhuuuui bibi sayang yuk mari kita ngedate" habibi yang lagi jalan ke arah mobil juan bergidik ngeri mendengar kata kata yang keluar dari mulut juan
"heh ...peri taman lawang...jijik gue lihat lo..." upat habibi sambil membuka pintu penumpang di sebelah juan
"ha....ha...ha...yuk aaah" tambah juan
"kesurupan setan bencong kek nya ni anak "upat habibi lagi
"kita ke toko buku dulu.." ajak habibi
"ngapain...? g ah gue mau langsung ke ketemu meiya..." tolak juan
"heh beg*k kita cari buku dulu tuk tu ratu es"
"dasar buaya enak aja bilang calon gue ratu es."upat juan
"heh kambing kurap tu cewek suka baca.makanya kita beli buku dulu tuk dia..." terang habibi
"beli bunga juga ya.." tambah juan
"lo tu ya...si meiya tu bukan cewek feminim yang suka bunga.klau lo bawa bunga pasti di buang..." ucap bibi lagi
"ooo gitu ya...ya udah kita ke toko buku aja....dia suka buku apa nya...? tanya juan lagi.
"meiya suka novel g bi....?"
"dia g suka bacaan kek gitu..dia lebih suka buku bukh filosofi kehidupan gitu.."
"ok...ok..nanti di depan ada toko buku,,kita beli. di situ aja ya.." ajak juan
"heem"
__ADS_1
🌹🌹🌹